Rabu, 04 Nopember 2009
Salam Takzim, Horas Bah!!!
Sahabat dan pembaca Batavusqu yang berbahagia..
Kali ini perkenankan penulis mencoba memposting pernikahan adat Batak provinsi Sumatra Utara, dengan tetap berusaha menyajikan runtunannya baik dari awal hingga akhir. Karena sajian ini cukup panjang mohon maap apabila tersaji menjadi 2 episode, dengan tidak bermaksud mengurangi sedikitpun dari naskah aslinya
Untuk menikah dalam adat batak, ada beberapa bagian yang harus dilakukan. Dalam ulasan ini ada beberapa istilah bahasa batak:
-
Parboru: orang tua pengenten perempuan = Bona ni haushuton
-
Paranak: orang tua pengenten Pria= Suhut Bolon.
-
Suhut: kedua pihak yang punya hajatan
-
Suhut Habolahan amak: Suhut yang menjadi tuan rumah dimana acara adat di selenggrakan.
-
Suhut naniambangan: suhut yang datang
-
Hula-hula: saudara laki-laki dari isteri masing-masing suhut
-
Dongan Tubu: semua saudara laki masing-masing suhut ( Tobing dan Batubara).
-
Boru: semua yang isterinya semarga dengan marga kedua suhut ( boru Tobing dan boru Batubara).
-
Dongan sahuta: arti harafiah “teman sekampung” semua yang tinggal dalam huta/kampung komunitas (daerah tertentu) yang sama paradaton/solupnya.
-
Ale-ale: sahabat yang diundang bukan berdasarkan garis persaudaraan (kekerabatan atau silsilah) .
-
Uduran: rombongan masing-masing suhut, maupun rombongan masing-masing hula-hulanya.
-
Raja Parhata (RP): Protokol (PR) atau Juru Bicara (JB) masing-masing suhut, juru bicara yang ditetapkan masing-masng pihak
-
Namargoar: Tanda Makanan Adat , bagian-bagian tubuh hewan yang dipotong yang menandakan makanan adat itu adalah dari satu hewan (lembu/kerbau) yang utuh, yang nantinya dibagikan.
-
Jambar: namargoar yang dibagikan kepada yang berhak, sebagai legitimasi dan fungsi keberadaannya dalan acara adat itu.
-
Dalihan Na Tolu (DNT): terjemahan harafiah”Tungku Nan Tiga” satu sistim kekerabatan dan way of life masyarakat Adat Batak
-
Solup: takaran beras dari bambu yang dipakai sebagai analogi paradaton, yang bermakna dihuta imana acara adat batak diadakan solup/paradaton dari huta itulah yang dipakai sebagai rujukan, atau disebut dengan hukum tradisi “sidapot solup do na ro.
BAGIAN I : PRA NIKAH
Yang dimaksud dengan pra nikah disini adalah proses yang terjadi sebelum acara adat pernikahan. Sebelum pernikahan ada beberapa langkah yang dilakukan dalam adat batak :
- Perekenalan dan bertunangan. Pernikahan tidak selalu dengan proses ini, tergantung dari kedua belah pihak.
- Patua Hata. Terjemahannya menyampaikan secara resmi kepada orang tua perempuan hubungan muda mudi dan akan dilanjutkan ke tingkat perkawinan. Dengan bahasa umum, melamar secara resmi.
- Marhori-hori dinding. Membicarakan secara tidak resmi oleh utusan kedua belah pihak menyangkut rencana pernikahan tersebut.
- Marhusip. Arti harafiahnya adalah berbisik. Maksudnya kelanjutan pembicaraan mengenai perencanaan pernikahan, dengan utusan resmi, bahkan ada kalanya sudah oleh kedua pihak langsung.
- Pudun Saut. Parajahaon/ Pengesahan kesepakatan di Marhusip di tonga managajana acara yang dihadiri dalihan na tolu dan suhi ampang na opat masing-masing pihak. Disini pihak Paranak/Pria sudah membawa makanan adat/makanan namargoar. Aslinya dikatakan “Marhata Sinamot” dimana pembicaraan langsung tanpa didahului marhusip.
Yang pokok dibicarakan dalam acara adat Pudun Saut anatara lain adalah
-
Sinamot.
-
Ulos
-
Parjuhut dan Jambar
-
Alap Jual atau Taruhon Jual)
-
Jumlah undnanga
-
Tanggal dan tempat pemberkatan.
-
Tatacara.
BAGIAN II : UNJUK ATAU ACARA ADAT PERNIKAHAN
Secara umum, adat pernikahan batak, dilakukan setelah melalui proses pemberkatan nikah di gereja.
PROSESI MASUK TEMPAT ACARA ADAT
Raja Parhata/Protokol Pihak Perempuan= PRW
Raja Parhata/Protokol Pihak Laki-laki = PRP
Suhut Pihak Wanita = SW
Suhut Pihak Pria = SP
-
PRW meminta semua dongan tubu/semaraganya bersiap untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang
-
PRW memberi tahu kepada Hula-hula, bahwa SP sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula
-
Setelah hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk, PRW mempersilakan masuk dengan menyebut satu persatu, hula-hula dan tulangnya secara berurutan sesuai urutan rombongan masuk:
dengan permintaan agara mereka bersama-sama masuk dan menyerahkan pengaturan selanjutnya kepada hula-hula Simorangkir
-
PR Hulahula, menyampaikan kepada rombongan hula-hula dan tulang yang sudah disebutkan PRW , bahwa SW sudah siap menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang dengan permintaan agar uduran Hula-hula dan Tulang memasuki tempat acara , secara bersama-sama.
Untuk itu diatur urut-urutan uduran (rombongan) hula-hula dan tulang yang akan memasuki ruangan. Uduran yang pertama adalah Hula-hula,……, diikuti TULANG …….sesuai urut-urutan yang disebutkan.
-
MENERIMA KEDATANGAN SUHUT PARANAK (SP).
Setelah seluruh rombongan hula-hula dan tulang dari SW duduk, rombongan Paranak/SP dipersilakan memasuki ruangan.
PRW, memberitahu bahwa tempat untuk SP dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan SW sudah siap menerima kedatangan mereka beserta Hula-hula , Tulang SP dan uduran/rombongannya .
MENYERAHKAN TANDA MAKANAN ADAT (Tudu-tudu Ni Sipanaganon)
Tanda makanan adat yang pokok adalah: kepala utuh, leher (tanggalan), rusuk melingkar (somba-somba) , pangkal paha (soit), punggung dengan ekor (upasira), hati dan jantung ditempatkan dalam baskom/ember besar.
Tanda makanan adat diserahkan SP beserta Isteri didampingi saudara yang lain dipandu PRP, diserahkan kepada SW dengan bahasa adat, yang intinya menunjukkan kerendahan hati dengan mengatakan walaupun makanan yang dibawa itu sedikit/ala kadarnya semoga ia tetap membawa manfaat dan berkat jasmani dan rohani hula-hula SW dan semua yang menyantap nya, sambil menyebut bahasa adat : Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna, tung so sadia (otik) pe naung pinatupa i, sai godangma pinasuna.
MENYERAHKAN DENGKE/IKAN OLEH SW
Aslinya ikan yang diberikan adalah jenis “ihan” atau ikan Batak, sejenis ikan yang hanya hidup di Danau Toba dan sungai Asahan bagian hulu dan rasanya memang manis dan khas. Ikan ini mempunyai sifat hidup di air yang jernih (tio) dan kalau berenang/berjalan selalu beriringan (mudur-udur) , karena itu disebut ; dengke sitio-tio, dengke si mudur-udur (ikan yang hidup jernih dan selalu beriringan/berjalan beriringan bersama)
Simbol inilah yang menjadi harapan kepada penganeten dan keluarganya yaitu seia sekata beriringan dan murah rejeki (tio pancarian dohot pangomoan).
Tetapi sekarang ihan sudah sangat sulit didapat, dan jenis ikan mas sudah biasa digunakan. Ikan Masa ini dimasak khasa Batak yang disebut “naniarsik” ikan yang dimasak (direbus) dengan bumbu tertentu sampai airnya berkurang pada kadar tertentu dan bumbunya sudah meresap kedalam daging ikan itu.
(bersambung)
sekali-kali pertamax boleh dong…
boleh lah…
semuanya terima kasih,
horas
horas
horas
horasss…!!!
Mauliate..
saya pernah datang ke nikahannya orang batak. kesan yang saya dapat, pestanya meriah sekali!!
mereka benar2 berpesta dalam arti yang sebenarnya. nggak seperti di jawa yang adem ayem
ya beda.. bangen, dan dengan perbedaan tersebutlah indonesia begitu kayannya… penuh dinamika… dinamis dan tidak statis.. sebuah potensi yang dasyattttt
berani mengeluarkan uang banyak, hebat bin salut, buat orang-orang batak
Ya…
Mantapppps
“Borhat Ma Da Inang”
Itu lagu yang sampe sekarang saya inget Om…
Pokonya Tulang Dadang, manstab deh
Unang di jou ho tulang,Om
Alai jou ma au “Lae”
Olo “Lae”
Ingot…
sip tulang
“Manortor”
Om..Asyik tenan..
Mauliate Ala Ni Nunga Diposting Hamu Adat Pernikahan Bataki…
horass…Jala Gabe
betapa terasa nuansa bataknya kang…
sukses tulang
ya… yaa.. holo..
Paima tulisan satokinai ,asa sidung..
Horas….
biar di bawah pertamakkk..
Semoga berkenan jika dipanggil tulang ya
Unang di jou ho tulang,,Om..
Alai jou ma au Lae…
Ok…
Mauliate
horas… bang…!
Keder bin bingung..
lho..?
wah baru tau nih
sama.. mbah..!
yang dibahas di atas keknya kalo sesama suku batak ya mas…?
hee..heee.hee…
@ Desri Susilawani Namanya juga perkawinan Adat Batak, kalau perkawinan silang, mungkin boru, tulang diganti dengan sebutan daerahnya.
@ embun777 Tetap uhuk uhuk
Horas ,bang macam mana khabar malam ini, kang poer lebih cocok kalau jadi menteri agama deh. urusan KUA alias kawin -kawinan spesialist nya
Setujuh , saya dukung..
@ ruanghati wah pengumuman menteri sudah lampau, apa kita tunggu tahun 2014 aja ya
@ embun777 Hidup Zipoer7
Jadi semakin cinta dan bangga, jadi bangsa Indonesia ini…. Kaya banget dengan adat dan budaya serta seni….
Salam hangat dan damai selalu….
Memang Mas , kita hrs bangga Kaya banget dengan adat dan budaya serta seni….yg beraneka ragam..
@ Hary4n4 Harus tetap bangga, siapa lagi yang akan memuji negeri sendiri kalau bukan kita
@ Embun777 Betul itu
Mulai lagi nulis adat pernikahan ya Pak? Lanjutkan… itu bagus sekali. Kalau boleh dikliping buat pelajaran di sekolah he he he
Horassss……
Ping-balik: Pernikahan Adat Lubuk Jantan « Batavusqu
Bloghicking malam-malam.
Mengunjungi para sahabat,
siapa tahu ada suguhan hangat.
Maklum datangnya telat.
jangan didamprat.
Yang penting semangat!
Ok, sobat?
Ping-balik: Pernikahan Adat Karo « Batavusqu
Saya suka adat Batak Karena Terasa sekali kekeluargaan nya….. Hidup Orang Batak….. Horas……..
Horas juga umi