Pernikahan Adat Dayak Ngaju

Sabtu, 14 Nopember 2009

Salam Takzim

Pemirsa dan sahabat Batavusqu yang budiman..

pengantinSebelumnya penulis haturkan beribu maap, karena 2 hari kemarin kondisi badan sangat lelah sekali hingga harus berbaring lantaran terkenan air hujan yang mendadak turun saat penulis berada pada kemacetan dikota Jakarta.
Selanjutnya perkenankan penulis untuk menyajikan prosesi pernikahan adat suku Dayak Ngaju, budaya asli suku Dayak, Kalimantan Tengah. yang penulis dapatkan dari kompas.tv.com, semoga berkenan. Sajian ini juga saya khusukan kepada sahabat penulis yang asli dayak yaitu kang Benni Kuncoro dan mba Nia serta kepada para sahabat dayak untuk dikoreksi.
Prosesi tradisi pernikahan Dayak Ngaju dilangsungkan dengan berbagai tahap. Perkawinan adat ini disebut Penganten Mandai. Dalam iring-iringan, seorang ibu yang dituakan dalam keluarga calon mempelai pria, membawa bokor berisi barang hantaran. Sedangkan pihak keluarga calon mempelai wanita menyambutnya di balik pagar. Sebelum memasuki kediaman mempelai wanita. Masing-masing dari keluarga mempelai diwakilkan oleh tukang sambut yang menjelaskan maksud dan tujuannya datang dengan mengunakan bahasa Dayak Ngaju.
Namun sebelum diperbolehkan masuk, rombongan mempelai pria harus melawan penjaga untuk bisa menyingkirkan rintangan yang ada di pintu gerbang.
Kemudian setelah dinyatakan menang pihak pria, maka tali bisssa digunting kemudian di depan pintu rumah, calon mempelai pria harus menginjak telur dan menabur beras dengan uang logam. Yang maksud dan tujuannya supaya perjalanan mereka dalam berumah tangga aman, sejahtera dan sentosa.
Setelah duduk di dalam ruangan, terjadi dialog diantara kedua pihak. Masing-masing diwakilkan (Haluang Hapelek). Diatas tikar (amak badere), disuguhkan minuman anggur yang dimaksudkan supaya pembicaraan berjalan lancar dan keakraban terjalin di kedua belah pihak.
Sebelum dipertemukan dengan calon mempelai wanita, calon mempelai pria terlebih dulu menyerahkan barang jalan adat yang terdiri dari palaku (mas kawin), saput pakaian, sinjang entang, tutup uwan, balau singah pelek, lamiang turus pelek, buit lapik ruji dan panginan jandau.
Sesuai dengan adat yang berlaku, sebelum kedua mempelai sah secara adat, mereka harus menandatangani surat perjanjian nikah, yang disaksikan oleh orang tua kedua belah pihak. Dan bagi para hadirin yang menerima duit turus, dinyatakan telah menyaksikan perkawinan mereka berdua.
Sesuai dengan adat yang berlaku, sebelum kedua mempelai sah secara adat. Mereka harus menandatangani surat perjanjian nikah, yang disaksikan oleh orang tua kedua belah pihak. Dan bagi para hadirin yang menerima duit turus, dinyatakan telah menyaksikan perkawinan mereka berdua.
Sebelum acara berakhir, masing-masing keluarga memberikan doa restu kepada pengantin (tampung rawar). Dilanjutkan dengan hatata undus, saling meminyaki antara dua keluarga ini sebagai tanda sukacita, dengan menyatukan dua keluarga besar.
Sebuah hajatan yang bernilai tinggi. semoga tetap terjaga, dan lestari dan membudidaya adat istiadat serta kebudayaan asli bangsa Indonesia. Buat mempelai, selamat menempuh hidup baru…
About these ads

Tentang Batavusqu

in 1968 when a figure sprang Warning Isro Mi'raj this man.
Tulisan ini dipublikasikan di Pernikahan dan tag , , , , . Tandai permalink.

41 Balasan ke Pernikahan Adat Dayak Ngaju

  1. Ping-balik: IKLAN ONLINE - Rumah Kost untuk Pria Rawasari Jakarta Pusat - Berita Top Indonesia

    • ruanghatiberbagi berkata:

      kakakku mas ben plis kasih komeng

      • mesin kasir berkata:

        Trims Kang Poer, atas postingannya, membuat ku jadi ingat kampung halaman, nice post. mungkin yang bisa banyak kasih komentar dan kontribusi ibu sekar http://www.agnessekar.com beliau selain masih tinggal di Palangkaraya juga banyak referensi di pemda setempat (dinas kebudayaan).

        Upacara adat dayak ngaju baik dari katingan, kapuas, manyan maupun bakumpai di Kalsel sekarang ini sangat jarang sekali dilakukan, ini sebetulnya memprihatinkan karena itu adalah warisan budaya leluhur, kebanyakan fakta yang terjadi di masyarakat yaitu disesuaikan dengan keyakinan (maaf bukan bermaksud SARA) biasanya rekan2 dari suku dayak yang beragama Kristen, akan menggunakan prosesi dan pakaian Jas untuk laki2 dan gaun putih (seperti pengantin barat). Bagi mereka yang beragama Islam sekarang menggunakan pakaian tradisional ala melayu (Banjar) terutama untuk kapuas dst. Jadi yang ori tradisional dayak ngaju sangat langka digunakan. Mungkin dengan tulisan ini bisa kembali mengingatkan kita semua bahwa menjaga dan melestarikan budaya leluhur sangat penting agar kita tidak kehilangan karakter budaya. Terima kasih sekali Kang Poer atas kontribusinya, salam sukses Selalu (Benny.K)

      • ruanghatiberbagi berkata:

        kang poer tolong periksa span ada komen nyangkut

      • Batavusqu berkata:

        Dooh sory ada kakaknya, maap banget ya kak

  2. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    Didoakan agar saudara Zipoer7 dalam kondisi sihat dan mendapat kekuatan untuk melaksanakan aktivitas yang menyegarkan minda dan jasad. Salam di hujung minggu dari Malaysia.

  3. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    Untuk apa memasang belat
    Belat dipasang mencari ikan
    Untuk apa membilang adat
    Adat dibilang menjadi ikutan

    Kagum dengan usaha saudara Zipoer7 mempertahan adat dan budaya untuk diketengahkan bagi pengetahuan umum. SYABAS. Salut tentu untukmu. Salam mesra dan takzim selalu.

  4. alamendah berkata:

    (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!

  5. alamendah berkata:

    (maaf) izin mengamankan KELIMAAAAAAXXXXZ dulu. Boleh kan?!
    Mbak Nia Sebukit, ya?

  6. Dangstars berkata:

    Tiap daerah ternyata ada ciri khas tersendiri…
    Met malam mingguan..

  7. Abula berkata:

    sepertinya ada atraksi beladirinya ya, ketika melawan penjaga???
    sebuah simbol-simbol, yang menunjukkan peradaban berkelas telah dijalani oleh para pendahulu kita…. sebuah warian yang berbudaya…

  8. ABDUL AZIZ berkata:

    Bang bagaimana kalau si penjaga itu menginginkan gadis yang akan menikah ? Kemudian terjadi perkelahian sungguhan dengan rombongan mempelai pria . Bisa-bisa nikahnya batal.

  9. bundadontworry berkata:

    sewaktu mempelai pria harus melawan penjaga, jadi ingat waktu teman bunda mantu dapat orang betawi asli, disalah satu prosesinya ada juga hal seperti itu, pengawal mempelai pria hrs bisa mengalahkan pengawal dr mempelai wanita.
    wah, pokonya semua perkawinan yg diselengarakan dgn adat , benar2 bagus dan memukau.
    sayang sekali kalau zaman sekarang banyak orang yg merayakannya dgn gaya kebarat2an.
    atau memang biayanya mahal sekali ya Mas Zipoer, kalau memakai adat yg lengkap.
    walahualam.
    salam.

  10. nia berkata:

    Ass.wr.wb

    Kunjungan siang,

    Hm .. sebenarnya saya asli suku Banjar Pak, namun tentang prosesi pernikahan adat Dayak yang Bapak posting, ada kesamaan dengan adat Banjar, misalnya hantaran, trus nanti ada acara berbalas pantun.
    Untuk melawan penjaga itu, di Banjar ga ada .. he he

    Salam

  11. Meliana Aryuni berkata:

    Blog pernikahan adat, jarang ditemui, salah satunya blognya Batavusqu :D

  12. Dangstars berkata:

    Terimakasih pasang RSS saya
    Sayapun dah pasang punya Om Zipoer..

  13. Ahmad Farisi berkata:

    syafakalloh…. semoga Alloh menyembuhkanmu dan kang batavusqu selalu dalam lindunganNya… ana jg baru dari luar, tiba2 badan sedikit panas. mampir dulu ke rumahmu tuh merebahkan badan sejenak. msh jrang di depan komputer saat ini.

  14. riza_kasela berkata:

    Blognya mantap nih pak
    Udah pagerank Google 3
    Punya saia baru 2
    Tapi kalo alexa rank menang saia
    Hehehe
    Kunjungi juga blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

  15. ruanghatiberbagi berkata:

    Selamat Pagi !!!
    Semoga Senin ini menjadi awal sukses di minggu ini. Semangat ayo Semangat!!

  16. Ping-balik: Pernikahan Adat Bulungan Kaltim « Batavusqu

  17. noah berkata:

    awesome

  18. aprillia berkata:

    ka,, mnta cerita lengkap tentag kawin suruk adat bulungan ba,, please

  19. antung kadir berkata:

    saya antung kadir anak cucunya dari pangeran suryanata,kami dalam pernikahan sampai sekarang di desa tatakan kab.tapin selatang masih memegang teguh adat kami sebagai keturunan,dari pernikahan adat kami sekarang…apabila si lelaki keturunan mau nikah,maka wajib di tandu/di usung ke wadah/tempat si calon istri dengan iringan pengawal dan juga tarbangan,itu tahap awal….tahab akhirnya bajapinan dengan cerita kerajaan kami(wayang orang)kemudian kedua pengantin di usung….dll…insya Allah kalau aq menikah akan menggunakan adat ini di balikpapan…

  20. Ratih berkata:

    Kak mau tanya dunk tentang benda2 hantaran tadi kira2 apa aja yang dalam bahasa indonesia, aku ini orang dayak tapi ndak bisa bahasa dayak, bisa tolong dijelaskan?

  21. gantiano berkata:

    Hanya sekedar masukan…saya sbagai orang dayak merasa sdikit prihatin,,,karena terjadinya pergeseran nilai..sbagai contoh upacara ada perkawinan suku dayak ngaju yg abang tulis,,sebenarnya itu bukan adat..mlainkan tata upacara perkawinan umat kaharingan (agama yang ada di kalimantan tngah),,bukan upacara adat orang dayak ngaju seharusnya ketika kedua mempelai yang berubah keyakinannya dari kaharingan tidak menggunakan upacara tersbut karena upacara trsbut sangat jelas ditulis dalam kitab suci kaharingan yang namanya PANATURAN..

  22. warjo berkata:

    maaf sekali kepada bapak penulis, koreksi ya, dalam Halung Hapelek adalah proses penagihan jalan hadat dimana jalan hadat tersebut seperti yang tertulis oleh bapa diatas, namun apakan ada garis batas antara adat dengan Ritual keagamaan, saya bertanya seperti ini karena di Kalimantan tengah ada agama hindu kaharingan yang telah berintegrasi dengan Hindu, disini yang mempunyai Ritual tersebut adalah Hindu Kaharingan yang ada ditulus di Kitab Panaturan,,,coba di baca di kitab panaturan dan anda pasti tau nantinya dimana ritual Agama dan mana Ritual adat.hak Hindu Kaharingan Jangan DiKlaim. trism

  23. Abed Saragih berkata:

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya..

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

  24. Jaka Priandyanto berkata:

    ??? wadoh cewe w Orang Dayak and w orang jawa…
    Hmmm klo nikah itu adat ny gmna..?
    Sangat Sakral kah itu…?

  25. dessy berkata:

    karena asal muasalnya utus uluh dayak itu adalah agama hindu kaharingan jadi untuk menghargai budaya makanya biasanya dilaksanan pemenuhan hukum adat atau pengantin mandai, sekedar menghargai adat gak dilaksanakan pun gak masalah, kebetulan bulan ini saya akan melaksanakan pernikahan dan salah 1 rangkaian acaranya ya ada acara pengantin mandai atau nyakei bahasa kami katingan, meskipun agama saya nasrani kami tetap menjunjung tinggi nilai2 budaya yang sarat akan pesan yang bermanfaat bagi kedua pengantin. pendeta pun jga menghargai tradisi tsb, setelah acara adat biasanya ada kebaktian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s