Postingan terdahulu tentang adat pernikahan masyarakat Bali merupakan postingan yang kurang bersahaja karena termuat hal-hal yang belum terpahami oleh pembaca, sehingga pada postingan kali ini dengan mengambil judul yang mirip Batavusqu mencoba mereka ulang tetapi akan diberikan penyajian yang lebih baik. Ide tulisan disadur dari majalah perkawinan pulau dewata. Disaji bukan untuk dipuji namun disaji untuk referensi
salam takzim Kang Zip
berkunjung di pagi hari menengok sahabat dengan berita barunya
Terima kasih sahabat, karenamu aku exsis
tengak-tengok belum ada teman, duduk manis menunggu yang lain
kelihatannya Bali sangat konsisten memegang teguh adat istiadat dan tatacara dalam segala acaranya termasuk berpakaian kayaknya ya Mas dibanding daerah lain
Apalagi mungkin untuk acara pernikahan, terbayang adat tersebut selalu terlaksana secara detil. Saya hanya melihat sekilas saja di televisi. Pun ketika ke Bali nuansa balinya sangat terasa.
Trims.
Salam
Iya kang saya juga kagum dengan budaya masyarakat bali, yang disetiap acaranya selalu menggunakan pakaian adat yang cukup bagus, Trima kasih kang sudah berbagi
tumben… yang pertama bukan Bung Alamendah… hehehe… btw, good info, Mister… tambah lengkap deh… tengkyu Mister…
sedj
Kang Awan lagi sibuk bang
sibuk ngapain mas???
Sibuk ngitung keuntungan nebar pertamax kang
secara live saya belum pernah tahu seperti apa adat perkawinan di bali ya baru tahu dari kang Zipoer di sini, terima kasih Kang infonya. Sekalian pamit pulang
manstab kang masih menunggu yang lain setelah ada pamit deh.
Terimakasih ya atas warnanya
salam
kunjungan perdana. semoga sehat selalu…
Terima kasih kunjungannya gan
akan berlanjut ke keduax dan ketigax serta seterusnya
selamat malam semuanya,,,,
apa kabarnya malam ini???
salam
kunjungan pertama
saya kok belum pernah menyaksikan langsung perkawinan adat bali, seringnya lihat perkawinan adat jawa dan sunda saja. baca postingan ini jd tahu bgmn adat perkawinan bali
Terimakasih warnanya pak, sebagai bahan refernsi sahabat yang tinggal diluar pulau bali pak
Wah, adatnya sampe segitu banyaknya.
Akang ingatkan saya tentang pernikahan ..
Aiiii …
Spesial untuk orang Bali kang, terimakasih sudah singgah he!
Bali memang senantiasa memegang adatnya sehingga menjadi unnik dimata wisatawan. namun bagi yang tidak ingin rumit bolehkah adat itu ditinggalkan kang zipoer?
wahh, kalau orang bali menikah di luar Bali bolehlah, tapi kalau menikah diBali akan dighibah orang se RT kang
serius ini teh kang???
Masa sih nggak serius, itu bagi orang mampu kang
dapat bontot, telat datang nih.
kalo prosesi terbayang ada tarian barongannya juga seru sekali ya..
Biasanya ada jeung
wuih.. kayaknya prosesi perkawiannya seru ya.. dalam arti..nilai budaya yang ada didalamnya sangat indah.. yang pernah saya saksikan paling perkawinan adat sunda dan jawa..itupun membuat saya takzim.. kapan-kapan ingin menyaksikan pernikahan adat bali secara langsung.. semoga..
Biasanya setiap Senin di kampung saya sering ada ceu Sovi
nambah pengetahuan nih .
salam kenal mas
terima kasih referensinya,,, lengkap mas..
Salam Hangat Selalu
Alhamdulillah masih ada yang sayang, terima kasih warnanya kang
kunjungan malam, mengunjungi sahabat sebelum beranjak ke peraduan…
apa kabar???
masih ada peraduan juga ya ceeileeee
Tanks komentarnya kang
bunga merak tu yang kek gimana ya? belum pernah ke bali nih, hehe
Kalau di Jakarta namanya pohon Plamboyan, tetapi bila ingin lihat bunganya lihat disini ya
lengkap
komplit
betul komplit dan lengkap
terasa dibawa ke Bali menghadiri upacara pernikahab
komplit dan lengkap setelah dipahami dan direvisi dari sebelumnya
mangsstab
Terima kasih kang Citromduro dan kembarannya, yang selalu memberikan pancaran warna kepada saya
Ping-balik: Google dan ………… « CITRO MADURA
Assalaamu’alaikum
Selamat Pagi Kang Zipoer7.. tadi lewat berkunjung ke rumah Kang CM yang jemput sarapan di rumahnya. lalu singgah ke rumah Kang Dangstars untuk menilik diri dengan huruf pada awal nama… setelah main-main dengan huruf, singgah pula di rumah Kang Zipoer7 untuk bersantap lagi dengan kenduri kendaranya yang enak-enak melalui menu yang dihidangkan dalam acara pernikahan di Bali.
Mantap sekali penerangannya seperti Kang Zipoer7 sendiri mengalaminya.. he..he.. Bagus penulisan dan banyak membantu membentuk minda untuk mendalami budaya sesuatu tempat. Syabas buat Kang Zipoer7 atas usaha gigih ini. Kenyang dah Kang.. saya mahu berangkat balik dulu ya untuk rapikan diri kerana ada jemputan pula di rumah teman-teman yang lain.
Salam hangat dan manis dari saya buat Kang Zipoer7 di tanah penuh adat yang indah ini. Salam mesra dari Bangi.
.
Maap bunda belum sempat ke bangi, sebentar ini saya berangkat ke bangi tunggu aku bunda
bunda blm pernah menyaksikan perkawinan adat bali, setelah membaca disini jadi tahu seperti apa upacara adat perkawinannya, sungguh info yg sangat menyenangkan dan menambah wawasan.
terima kasih Mas telah berbagi.
salam.
Eh bunda, jadi malu belum sempet bayar hutang nih
ini yg saya suka dari blog ini, lengkap bgt referensi adat nikahnya…
Sukses bang ZIp
tanks kang dedekusn
keren acar adatnya pak jadi ingat waktu nikah dulu tapi saya pake adat Dayak heee
Ya ampun, Pak… kasihan banget ya, mempelai prianya disuruh menggendong mempelai wanita. Kalo ndut gemana dong??
Ping-balik: Ritual Ngaben di Bali « Batavusqu