Upacara si Rambut Gimbal

Kamis, 24 Desember 2009

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbahagia

Masih ingatkah sahabat dengan Foto ini, ya seorang musisi reggae dan sekaligus sebagai tokoh panutan bagi kalangan pecinta reggae. Tetapi pembaca dan sahabat mohon maap postingan kali ini bukan akan menyajikan prilaku mbah surip dalam kesehariannya. Namun sahabat, batavusqu menyaji sebuah upacara ruwatan pemotongan rambut gimbal atau batavusqu singkat menjadi upacara si Rambut Gimbal ya Upacara si Rambut Gimbal

.

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dihina tetapi tersaji hanya untuk dinikmati dan diketahui

.

Gaya rambut gimbal boleh jadi sangat populer di kalangan musisi reggae, tapi bila pemilik rambut gimbal ini datang ke daerah Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, situasinya akan lain. Bisa-bisa si rambut gimbal ini dianggap bala atau pembawa bencana.
.

Tradisi masyarakat yang tinggal di Dieng, Wonosobo dan sekitarnya mengharuskan anak-anak di atas umur 7 tahun yang memiliki rambut gembel (seperti rambut gimbal yang tumbuh alami) harus melakukan ruwatan cukur rambut gembel. Tujuannya agar segala ‘bala’ yang ditimbulkan sirna.

.

Bagi masyarakat Wonosobo, anak yang memiliki rambut gembel dianggap bisa membawa musibah atau masalah dikemudian hari, tapi bila diruwat anak tersebut dipercaya akan mendatangkan rejeki. Disamping itu ruwatan ini bertujuan agar si anak bisa hidup dengan rambut yang normal. Karena menurut Tito Dimejo, tokoh spiritual yang kerap melakukan ruwatan cukur rambut gembel ini, bila anak yang berambut gembel ini dicukur tanpa melakukan ruwatan bisa jadi rambut gembel tersebut tumbuh lagi dan kemungkinan anak tersebut bisa sakit-sakitan.

.

Keberadaaan rambut gembel bisa jadi sebuah fenomena, karena hanya anak-anak di kawasan Wonosobo dan sekitarnya yang mengalaminya. Selain itu rambut gembel juga bukan karena keturunan karena rambut gembel bisa tumbuh pada siapa saja. “Biasanya ciri-ciri anak yang akan tumbuh rambut gembel disertai panas tinggi selama beberapa hari,” jelas lelaki yang biasa disapa Tito ini. Setelah itu, beberapa helai rambutnya menjadi kusut dan menyatu. “Itulah mengapa disebut rambut gembel karena rambutnya mirip gelandangan yang tidak pernah merawat rambutnya,” jelasnya lagi.

Rambut gembel bisa tumbuh lebih dari satu helai, bahkan anak yang bernama Wulan, 7 tahun, yang diruwat pada akhir April lalu memiliki 23 helai rambut gembel. Menurut Tito anak yang berambut gembel merupakan keturunan Ki Kolodete yang merupakan salah seorang dari tiga pendiri Kota Wonosobo. Berbagai mitos yang melatari keberadaan rambut gembel ini. Ada yang bilang rambut ini merupakan rambut Kurowo yang hidup di alam para dewa lalu secara turun-temurun rambut ini tumbuh kepada anak cucunya hingga kepada Ki Kolodete yang hidup di alam manusia.

.

Versi lain menyebutkan bahwa Ki Kolodete bersumpah tak akan memotong rambutnya dan tak akan mandi sebelum desa yang akan dibangunnya makmur. Kelak, keturunannya akan mempunyai ciri seperti dirinya. Itu pertanda akan membawa kemakmuran bagi desa yang ditinggalinya. Orang tua yang memiliki anak berambut gimbal mesti memperlakukan si anak dengan istimewa. Apa pun yang diminta sang anak akan dikabulkan. Jika tidak, orang tua mereka percaya petaka akan datang.

.

Masih banyak mitos lainya seperti anak rambut gimbal merupakan kesayangan Nyi Roro Kidul sedangkan lainnya menyebutkan bahwa anak rambut gembel merupakan anak titisan Keling yang menjadi anak kesayangan “dayang” yang “menghuni” kawasan Dieng.

Beragamnya mitos tersebut tidaklah terlalu berarti, yang pasti bagi orang tua yang memiliki anak berambut gembel, harus memperlakukan anaknya dengan istimewa karena bisa mendatangkan rejeki tapi bila tidak akan ada malapetaka. “Bahkan ketika si Anak akan diruwat untuk dicukur rambutnya, orang tua harus menuruti segala permintaannya,” tutur Tito.

.

Permintaan anak tersebut nantinya harus dibawa ketika ruwatan berlangsung selagi itu memang memungkinkan. Menurut riwayatnya permintaan tersebut harus dipenuhi karena bila tidak si anak akan sakit-sakitan bahkan bisa berujung kematian dan orang tua akan mengalami musibah.

.

Ritual cukur rambut gembel bertujuan untuk mengembalikan rambut gembel kepada yang Maha Kuasa, dan agar pemilik rambut gembel yang menitipkan pada anak tersebut rela rambutnya dicukur serta di kembalikan kepada Sang Khalik. Selain itu si anak yang dicukur rambutnya agar memperoleh keberkahan dan kesehatan.

.

Untuk melakukan ruwatan inti tokoh spiritual atau dukun harus memandikan anak tersebut terlebih dahulu. Bisanya airnya diperoleh dari tempat-tempat kramat di kawasan Dataran Tinggi Dieng seperti di Goa Sumur.

.

Lalu sesajen seperti tumpeng putih dengan dihiasi buah-buah yang ditancapkan, hal ini menggambarkan rambut gembel. Tumpeng dianggap kepala sedangkan untaian buah-buahan sebagai rambut gembelnya. Lalu ada ayam kampung yang telah digoreng (bakakak), jajanan pasar serta 15 jenis minuman, seperti kopi manis dan pahit, teh manis dan pahit, selasih, susu, jawawut, dan sebagainya.

.

Setelah berdoa dan kepala anak tersebut diasapi dengan kemenyan barulah sang dukun memotong rambut gembel tersebut dengan sebelumnya memasukkan cincin yang dianggap magis ke tiap helai rambut gembel lalu mencukurnya satu-satu. Rambut yang telah dicukur lalu dibungkus dengan kain putih lalu kemudian dilarung di Telaga Warna Dieng atau ke sungai.

.

Sampai saat ini keberadaan rambut gembel masih sebuah misteri di Dataran Tinggi Dieng (Wonosobo dan sekitarnya). Dan belum ada penelitian medis mengenai fenomena tersebut. Tapi dibalik itu semua, ruwatan cukur rambut gembel yang telah membudaya mampu menjadi daya tarik pariwisata Jawa Tengah, khususnya Dieng.

Demikian Pembaca dan sahabat Batavusku, kembali disaji bukan untuk dipuji apalagi dihina tetapi tersaji hanya untuk diketahui Sumber Asli

Salam Takzim Batavusqu

About these ads

Tentang Batavusqu

in 1968 when a figure sprang Warning Isro Mi'raj this man.
Tulisan ini dipublikasikan di Upacara Adat dan tag , , , , . Tandai permalink.

124 Balasan ke Upacara si Rambut Gimbal

  1. ternyata mbah surip punya banyak hal yang dapat dikaitkan dengan sejarah. salut. kreativitas menulis yang baik.

  2. nurrahman18 berkata:

    wah saya jadi pgn ke tempat temen saya yg di wonosobo pak…
    btw, numpang promosi ya pak : http:://sbpc.e2tc.org

  3. arkasala berkata:

    Mas, apakah ini sudah sejak lama ? Saya waktu ke Dieng dulu sama sekali tidak memperhatikan orang berambut gimbal ini. Jadinya baru tahu banget. Trims sekali atas infonya.
    Salam :)

    • Batavusqu berkata:

      Ritualnya dilakukan sudah cukup lama kang, tetapi itupun kalau ada yang memang akan melakukan pemotongan rambut gimbal
      Jika ada warga setempat yang melahirkan anak, kemudian setelah 1 tahun diketahui anaknya memiliki rambut gimbal maka dia akan menyiapkan segala persyaratan untuk upacara itu asal jangan melebihi usia anak 7 Tahun. begitu kang. Mungkin sewaktu kang Yayat kesana memang belum ada anak berambut gimbal kang

  4. vizon berkata:

    beberapa kali saya pernah menyaksikan berita tentang upacara ini di televisi, namun tidak selengkap ini informasinya. terima kasih sekali mas zipoer… :D

    • Batavusqu berkata:

      Mungkin pemahaman orang saat menyaksikan acara pemotongan rambut gimbal diperkirakan cukup seperti itu uda, tetapi kalau tulisan harus banyak yang diulas agar pemahamannya sama dengan hasil tayangan TV
      Makasih uda

  5. Treante berkata:

    wah baru tau saia :P

  6. sunarnosahlan berkata:

    Dieng nya kampung mana Kang? saya pernah tinggal di Dieng selama dua bulan tapi tak menemukan wujud gimbal kecuali hanya konon ceritanya itupun tak menyebut dimana letak desanya

  7. sunarnosahlan berkata:

    pantesan Kang, saya tinggalnya di Pejawaran Kabupaten Banjarnegara dekat kawah Sikidang

  8. bundadontworry berkata:

    anak itu kenapa rambutnya jadi gimbal kayak gitu ya Mas ?
    atau memang sudah terjadi dgn sendirinya ?
    kalau memang begitu, aneh juga ya.
    Pantaslah lalu banyak mitos ttg mereka , sekaligus ada upacara tertentu juga utk mereka.
    Subhanallah, rahasia Allah swt memang tdk akan ada yg mengetahui.
    Terima kasih Mas Zipoer utk sharingnya.
    Salam.

  9. Dangstars berkata:

    wah rambut saya gimbal juga,,
    Berarti kesayangan nyi rorokidul ? :P :P

  10. Dangstars berkata:

    Ikut ya Om..ke Wonosobo
    Tapi duluan saja lah ntar nyusul. :P

  11. RifkyMedia™ berkata:

    betul,saya kebetulan pernah nonton ulasanya di Metro kalau g salah..jadi ibaratnya anak2 itu anak2 yg “spesial”

  12. Artikel yang tersaji, pantas mendapat pujian.
    salam Taksim

  13. tyan berkata:

    wah baru tau aqu bahwa rambut gimbal ada upacaranya….,

  14. JakaPrasetya berkata:

    Tahu, tapi blm pernah liat langsung, jadi pengen ke wonosobo :)

  15. alfarolamablawa berkata:

    Mas, kan ada syarat kita harus penuhi keinginan si anak.
    nah menurut yang mas tahu, keinginan paling gila apa? hehehe

  16. Ahmad Farisi berkata:

    Assalamu alaykum…

    kumaha damang kang Batavusqu?

    kebetulan saya berasal dari kota Winosobo, saya juga merasa heran dengan fenomena ini, kenapa rambut gimbal/gembel hanya terjadi di daerah Wonosobo dan sekitarnya, apakah faktor alam atau gmn. coz yg jauh dari Dieng juga ada… tidak hanya terjadi di daerah dataran tinggi Dieng yg hawanya emang sangat dingin.

  17. digituck berkata:

    baru saja baca pengetahuan yg anyar tentang rambut gembel … hehe :D tnyata punya kisah yang unik … :D

  18. nia berkata:

    kunjungan pagi..
    met liburan ya Pak..

    lain daerah lain pula adat istiadatnya, memang Indonesia memiliki ragam budaya yang tdk dimiliki negara lain..

    jadi inget mbak surip

  19. Ruang Hati berkata:

    Selamat pagi kang, maaf baru bisa bertandang blog walking, coz agak sibuk persiapkan tutup tahun alias nutup target. Selamat menjelang tutup tahun ya kang, acara ngonthel tahun baru ada nggak? salam buat keluarga yah

  20. XP2 Scout berkata:

    Rambut Gimbal ala Bob Marley dan Mbah Surip memang kurang bisa berkembang ngetrend-nya. Sebab untuk mempersiapkannya butuh waktu lama…. he he he ribettttt….!!!!

    Tahun baru punya acara pa ngga Pak Zipoer. Kalau kita disini menggelar Jelajah Alam dengan sandi JALA WARSA PRATAMA 2010. Ngajak anak-anak menjelajahi hutan sambil belajar dan sekalian refreshing…

    Salam hangat dari ujung timur pulau Jawa…..

  21. ABDUL AZIZ berkata:

    Terima kasih bang infonya. Saya betul-betul baru tahu. Negeri kita memang kaya dengan adat istiadat.
    Salam buat keluarga.

  22. Meliana berkata:

    Rambut gimbal = rambut gembel ? Ah, sama ga ya :?:

  23. Kakaakin berkata:

    Rambut gimbal??
    Jadi penasaran nih, koq bisa begitu ya :?:

  24. sedjatee berkata:

    konon, gimbal itu membawa berkah… bahkan pemotongan gimbalnya pun harus dengan upacara adat dan pementasan wayang kulit… hehehe… betul begitu kan, Mister?… hehehe…

    sedj

  25. Ruang Hati berkata:

    fajar menyingsing, menyapa para sahabat di awal hari, hanya turut berharap kesuksesan menyertai kita hari ini, salam buat kang Poer beserta keluarga

  26. Babesajabu berkata:

    Salam Persahabatan…

  27. Babesajabu berkata:

    Saya baru tau ada perayaan upacara rambut gimbal…thanks banget nih info nya, kang…

  28. isil berkata:

    Sudah lama tidak berkunjug
    Dan sore ini mencoba melihat – lihat kabar tetangga sebelah…

    ternyata masih tetap semangat tuk berbagi informasi…
    makasih ilmunya…:-)

  29. citromduro berkata:

    sore mengujungi saudara
    ternyata lama tidak berkunjung banyak hal yang terlewatkan
    semoga sobat dan saudaraku senantiasa mendapat perlindungan YME

  30. citromduro berkata:

    betul memang banyak yang terlewatkan
    bahkan komen saja di telam askismet

  31. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    Hadir di pagi dingin untuk bertanya khabar kang Zipoer yang lama tidak bersilaturahmi. didoakan sihat dan bahagia selalu. Apa sibuk juga ya Kang.. sememangnya kondisi akhir tahun selalu menyibukkan kita termasuk saya. Salam takzim dan hormat dari saya di Sarikei, Sarawak.

  32. UmmuKamilah berkata:

    pernah lihat tentang ritual rambut gimbal di tv. tapi di sini lebih detail dan komplit..

  33. Ping balik: Tradisi Bayi Turun Tanah 4 « Batavusqu

  34. Ping balik: Tradisi Bayi Turun Tanah 5 (end) « Batavusqu

  35. Ping balik: Ada Kutu di Wordpress « Batavusqu

  36. Ping balik: Kata Orang Kutu Bikin Gatel « Batavusqu

  37. Ping balik: 9 Hari Pertama PATAS 2010 « Batavusqu

  38. Ping balik: Pengantar Puasa Senin Kamis « Batavusqu

  39. Ping balik: Ritual Puasa Senin Kamis 1 « Batavusqu

  40. Ping balik: Ritual Puasa Senin Kamis 2 (end) « Batavusqu

  41. Ping balik: Ritual Puasa Senin Kamis 2 « Batavusqu

  42. Ping balik: Ritual Puasa Senin Kamis 3 (habis) « Batavusqu

  43. Ping balik: KutuBacaBuku di Batavusqu « Batavusqu

  44. Ping balik: Informasi Senjata, Gratisss ! « Batavusqu

  45. Ping balik: Golok bukan go! Blog « Batavusqu

  46. Ping balik: Kujang; Ajimat Raja Pasundan « Batavusqu

  47. Ping balik: Artikel Terunik Pertama Leysbook « Batavusqu

  48. Ping balik: Artikel Terunik Pertama Di Leysbook « Batavusqu

  49. Ping balik: Rencong Milik Aceh « Batavusqu

  50. Ping balik: Kode Etik Nara Blog (Blogger) « Batavusqu

  51. Ping balik: Celurit di mata Carok « Batavusqu

  52. Ping balik: Hadiah Terunik Akhirnya Terbit « Batavusqu

  53. Ping balik: Ceria bersama Si Bungsu « Batavusqu

  54. Ping balik: Gerbang Baru Mulai Terbuka « Batavusqu

  55. Ping balik: Kemeriahan Humberqu « Batavusqu

  56. Ping balik: Berburu Dengan Sumpit « Batavusqu

  57. Ping balik: Humberqu Jilid 1 « Batavusqu

  58. Ping balik: 3 Hari yang tertinggal « Batavusqu

  59. Ping balik: Jambore Bersama Bhirawa « Batavusqu

  60. Ping balik: Risalah Untuk Rusma « Batavusqu

  61. Ping balik: Humberqu Jilid 2 « Batavusqu

  62. Ping balik: Ayoo gerakkan tubuh sambut pagi ceria « Batavusqu

  63. Ping balik: Tradisi Aruh Baharin 1 « Batavusqu

  64. Ping balik: Aruh Baharin 2 (habis) « Batavusqu

  65. Ping balik: Permohonan Maap « Batavusqu

  66. Ping balik: Nilai-nilai Budaya Makassar 1 « Batavusqu

  67. Ping balik: Nilai-nilai budaya Makassar 2 « Batavusqu

  68. Ping balik: Nilai-nilai Budaya Makassar 3 (end) « Batavusqu

  69. Ping balik: Wisata Kuliner khas Makassar 1 « Batavusqu

  70. Ping balik: Wisata Kuliner Khas Makassar 2 « Batavusqu

  71. Ping balik: Wisata Kuliner Khas Makassar 3 (end) « Batavusqu

  72. Ping balik: Peduli Sahabat « Batavusqu

  73. Ping balik: Tali Asih dari Pakde Cholik « Batavusqu

  74. Ping balik: Penghuni Cempaka Mas Teler « Batavusqu

  75. Ping balik: Kupersembahkan untuk yang paling Sedjatee « Batavusqu

  76. Ping balik: Mengenang 64 Tahun Bandung Lautan Api « Batavusqu

  77. Ping balik: Jail ko tega sih « Batavusqu

  78. Ping balik: Mari Matikan Lampu Selama 60 Menit « Batavusqu

  79. Ping balik: Jakarta Kota Air (Bagian 2) habis « Batavusqu

  80. Ping balik: 3 Fasilitas Yang Mengganggu « Batavusqu

  81. Ping balik: Juri dapat cindra mata « Batavusqu

  82. adi susanto berkata:

    kebetulan di desa saya jga ada ,kirain jarang mandi :)

  83. adi susanto berkata:

    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    kebetulan di desa saya jga ada ,kirain jarang mandi

  84. Ping balik: Upacara Adat Pasola Sumba1 « Batavusqu

  85. Ping balik: Upacara Adat Pasola Sumba2 « Batavusqu

  86. Ping balik: Upacara Adat Bau Nyale1 « Batavusqu

  87. Ping balik: Upacara Adat Bau Nyale2 « Batavusqu

  88. Ping balik: Upacara adat tiwah « Batavusqu

  89. Ping balik: Upacara adat Molonthalo1 « Batavusqu

  90. Ping balik: Upacara adat Molonthalo2 « Batavusqu

  91. Ping balik: Upacara adat Mappassili « Batavusqu

  92. Ping balik: Upacara adat Mandi Tian Mandaring « Batavusqu

  93. Ping balik: Upacara adat 7 bulanan di Aceh « Batavusqu

  94. Ping balik: Upacara Adat Tingkeban « Batavusqu

  95. Ping balik: Upacara adat Mitoni « Batavusqu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s