Beranda > Aktivitas, Religi > Ritual Puasa Senin Kamis 3 (habis)

Ritual Puasa Senin Kamis 3 (habis)

Kamis, 14 Januari 2010

Salam Takzim

Sahabat dan pemirsa batavusqu yang berbudi…

Sajian tentang puasa Senin-Kamis memang bukan hanya sekedar postingan biasa, terbukti banyak para sahabat yang cukup berbaik hati memberikan komentarnya dari mulai pengantar sampai dengan postingan jilid 2. Maksud penyampaian sajian Puasa Senin Kamis memang terharap agar para sahabat dapat mengambil makna yang baik dalam hal yang bersifat positip. Bukan tersaji untuk mencari yang lain, semisal menyoroti hal-hal yang berbau magis.

.

Pada postingan terakhir tentang ritual puasa Senin Kamis ini batavusqu saji khusus untuk para sahabat yang selama ini belum mengetahui tentang kajian puasa Senin Kamis khususnya kepada para sahabat yang masih mengenyam dunia pendidikan (sekola&kuliah). Sajian ini disertai dengan pengalaman dari beberapa sahabat dan dari buku-buku yang cukup dijadikan sandaran untuk kita semua.

Ritual Puasa Senin Kamis, bagi seorang yang bernama Sandy merupakan rutinitas yang selalu dilakukan untuk mempermudah otaknya untuk mudah dalam menghapal segala pelajaran, karena menurut beliau dengan puasa berarti kita meringankan asupan makanan yang masuk kedalam ruang otak. Seperti yang disampaikan pada Pengantar puasa Senin Kamis yang batavusqu sajikan pada tanggal 11 Januari lalu.

.

Dengan Ritual Puasa Senin Kamis seorang pelajar atau mahasiswa akan dapat melakukan aktivitas pembelajarannya untuk bersikap jujur. ya minimal karena sedang berpuasa mereka dapat mencegah dari perbuatan curang (menyontek), sementara Gusti Allah akan mengabulkan kehendak cita-cita dan pengharapan dari hambanya, selagi hambanya benar benar serius dalam menjalankan usahanya.

.

Selain dari pada itu dari milis perbincangan yang batavusqu dapatkan disebuah forum perbincangan, puasa Senin Kamis juga akan mempermudah datangnya rezeki, dan keuntungan yang cukup bagi si pedagang.. he! minimal karena sering berpuasa pedagang tidak berani berkata “modalnya aja ngga segitu” dan pembeli akan terus berdatangan karena sikap jujur si pedaganag. Intinya dengan seringnya kita melaksanakan ritual puasa senin kamis berarti kita terus mengasah kejujuran kita di manapun dan dalam kondisi apapun.

.

Nah kepada para sahabat mari kita coba ritual ini dengan tetap berharap segala sesuatunya datang dari Gusti Allah bukan dari yang lain. ingat bukan dari yang lain.

.

Kembali tersaji bukan untuk dipuji apalagi  dihina, namun disaji untuk diketahui dan diamalkan. Sajian dikupas bukan dari hasil rekayasa batavusqu saja tetapi dari sumber-sumber ilmu puasa seperti yang juga saya kutip dari bunda Dewi Yana sang penulis dan juga sang nara blog.

.

Terakhir hindari kalimat saya sedang puasa, kala pekerjaan berat datang disaat kita sedang puasa sunnah, atau tawaran yang menurut kita akan membatalkan puasa. Karena itu termasuk ungkapan yang kurang berbudi (waulahu’alam).

Salam Takzim Batavusqu

|warisan Telukabessy|1 Suro di Cirebon||1 Suro di Tuban|Kado|
Gunung Kemukus|Rambu Solo|Hari Ibu|Ritual Ngaben|Ritual Gimbal|Natal|Natal Tante Alexa|Zipoer7 VS Batavusqu|Tradisi Bayi Turun Tanah 1|Tradisi Bayi Turun Tanah 2|Tradisi Bayi Turun Tanah 3|Tradisi Bayi Turun Tanah 4||Tradisi Bayi Turun Tanah 5|Ada kutu di WordPress|Kutu Bikin Gatel|9 Hari Pertama|Pengantar Puasa Senin Kamis|Ritual Puasa Senin Kamis 1|Ritual Puasa Senin Kamis 2|

Categories: Aktivitas, Religi Tag:,
  1. 14 Januari 2010 pada 10:39 | #1

    numpang pertamaaaaxxx dulu Mas, bahagianya bisa pertamaxx disini

    • 14 Januari 2010 pada 10:42 | #2

      ajakan yang mulia serta kalimat di terakhirnya Mas yang betul2 mengingatkan. Terima kasih sekali mas Zipoer7.
      Salam hangat selalu :)

      • 14 Januari 2010 pada 10:45 | #3

        Wah tumben kang Yayat ngalahin kang Alamendah nih, lagi banyak waktu nih kayannya hehehehe
        Terkadang suka ada yang bilang maap saya lagi puasa jadi pekerjaan berat itu say nggak bisa kerjakan sekarang,, aneh

      • 14 Januari 2010 pada 10:46 | #4

        Terimakasih kang Yayat atas kebersamaannya selama ini, semoga kang Yayat tidak bosan mampir ke rumah saya yang sangat sangat sederhanan ini

    • 14 Januari 2010 pada 15:39 | #5

      Maaf nebeng pertamax boleh kaan… Hee…jd ky Kang Alam

      • 14 Januari 2010 pada 16:06 | #6

        silahkan kang, pokoknya terimakasih deh atas warna yang dipancarkan

    • 14 Januari 2010 pada 15:54 | #7

      jadi kalo lagi Puasa sunnah ,,
      Diajak makan sama kawan,
      Bilang saya lagi puasa ,,kan kurang mantep…
      Jawab saja
      Dibungkus saja,Buat dibawa pulang ,,ya kan :P

      • 14 Januari 2010 pada 16:06 | #8

        Sepertinya ini ga masuk dalam kriteria saya deh
        Bisa-bisanya kang Dadang nih kayanya hehehehehe
        makasih kang

  2. 14 Januari 2010 pada 11:01 | #9

    Selamat siang kang…

    • 14 Januari 2010 pada 11:02 | #10

      Alhamdulillah Kang..
      kebetulan hari ini lagi menjalani ritual tersebut,

      • 14 Januari 2010 pada 11:07 | #11

        Selamat siang juga kang.
        Semoga bisa sampai magrib ya kang puasanya
        oh iya terimakasih atas warnanya kang

      • 14 Januari 2010 pada 11:22 | #12

        Tentang panggilan nggak ada masalah Kang…..
        emang di Tempat saya panggilan daeng hanya untuk yang lebih tua.

        • 14 Januari 2010 pada 11:24 | #13

          Tapi jari saya lebih trampil ngetik kang dari pada daeng, maapin ya kang eh daeng

    • 14 Januari 2010 pada 15:58 | #14

      Kalo tempat saya Pangglan untuk yang lebih tua
      Aki atau opung atawa aki-aki :D :D
      Aa,akang,mamang :P :P

  3. 14 Januari 2010 pada 11:20 | #16

    O, begitu ya!
    Mantap!

    • 14 Januari 2010 pada 11:25 | #17

      iya ko begitu yah
      bener bener manstab
      Tanks ya bang warnanya

  4. 14 Januari 2010 pada 12:27 | #18

    wah saia gak puasa nih

  5. 14 Januari 2010 pada 12:54 | #19

    Assalamu’alaikum,
    Saya suka dengan tulisan Bapak : “Nah kepada para sahabat mari kita coba ritual ini dengan tetap berharap segala sesuatunya datang dari Gusti Allah bukan dari yang lain. ingat bukan dari yang lain”. Ini sangat bagus, menegaskan bahwa kalaupun kita berhasil meraih/mencapai keinginan kita, itu semata-mata karena adanya ijin Allah dan bantuan/pertolongan Allah kepada kita, Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyil azhiim. (Dewi Yana)

  6. 14 Januari 2010 pada 13:34 | #24

    Biasa berkunjung ke blog sahabat… Selalu lihat nama ini.. coba berkunjung… ternyata sudah disuguhi artikel yang bagus. Salam kenal…

    Bisa saling berbagi bersama…

  7. 14 Januari 2010 pada 14:10 | #26

    Subhanallah…..Nice Posting Om,

  8. 14 Januari 2010 pada 15:47 | #28

    Syukron katsir nice post nice advise and watawa shaubil haq watawa shaubishobr insya Allah mabruk and mdh2n bs melaksanakan.amin

  9. 14 Januari 2010 pada 16:18 | #31

    Selamat Sore,
    Selamat hari Kamis,
    Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,

    Salam Hangat,
    AbulaMedia.com

    • 14 Januari 2010 pada 21:48 | #32

      Selamat sore juga kang Abula, kehangatan juga untuk kang ABula dari Jakarta

  10. 14 Januari 2010 pada 16:18 | #33

    Selamat berpuasa….

    • 14 Januari 2010 pada 21:49 | #34

      Terimakasih kang atas kehadirannya dengan warna memukau

  11. 14 Januari 2010 pada 17:34 | #35

    Jelasnya, puasa menghindarkan kita dari perbuatan celaka. Setuju ngga, Mas?

    • 14 Januari 2010 pada 21:43 | #36

      Wah perlu ada kajian khusus nih tetntang celaka, baru dengar sih soalnya, terimakasih sekali ayah

  12. 14 Januari 2010 pada 17:50 | #37

    hadiirrr… om
    jelang maghrib neh… pkbar?
    puasa senin-kemis… juga ibadah2 lainnya apabila dijalankan dengan ikhlas dan rutin… akan berefek sama… ketenangan dan ketentraman jiwa…
    lanjut om dengan wejangan lainnya…

    cu..

    • 14 Januari 2010 pada 21:51 | #38

      Wadoohhh sahabat perigitua, maap saya belum sempat kerumah om, karena banyak kegiatan offline om

  13. 14 Januari 2010 pada 17:54 | #39

    Selamat sore.

    Saya agak enggan berkomentar soal puasa senin-kamis, soalnya di sekitar kita banyak lho orang yang hidupnya senin-kamis. Tapi pada dasarnya puasa sunnah ini amat baik untuk dikerjakan.

    Dan semua tergantung kepada niatnya.

    Kalau diniatkan untuk memudahkan dalam mencari rizki, insya Allah itulah yang akan terjadi. Kalau mau dimudahkan pekerjaan dan urusan, efeknya juga akan dirasakan.

    Yang terbaik dari semuanya adalah niat ikhlas lillahi ta’ala. Tentunya disertai dengan istiqomah (terus menerus, bukan sekali-sekali saja – ngikutin trend).

    Salam dan terimakasih buat ulasan kang zipoer7 yang selalu menggugah.

    • 14 Januari 2010 pada 22:00 | #40

      Terimakasih kang atas ulasannya dalam sebuah komentar yang bermakna tinggi, atas warnanya juga saya sampaikan terima kasih buat kang Wardoyo

  14. 14 Januari 2010 pada 17:55 | #41

    saya sebenernya sangat ingin sekali menjalankan puasa senin kamis ini tapi kok rasanya berat bange ya mas bisa kasih saran gak ke saya supaya bisa menjalankan puasa sunnah ini

    • 14 Januari 2010 pada 21:58 | #42

      Coba niatin sebelum tidur nbahwa besok saya akan menjalankan puasa, usahakan bangun sebelum subuh untuk makan sahur, karena dalam sahur ada pula hikmah yang dapat diambil… Start untuk mulai menghindari makan dan minum selama pagi sampai siang, kalau ga kuat jangan dipaksa sekuatnya saja dulu.. hari Kamis ulang lagi terus ulang lagi ya minimal ambil kamis nya dulu terus kalau sudah biasa tambah deh yang seninnya.. Biasanya hari Senin paling banyak godaannya

  15. 14 Januari 2010 pada 19:48 | #43

    puasa senin kemis kalo sdh terbiasa bukan lagi beban tp jd suatu kebutuhan batin yg hrs selalu dijalani

    • 14 Januari 2010 pada 21:54 | #44

      Betul pak bisa ala karena biasa, dan kalau tertinggal kaya ada yang kurang aja hehehehe makasih pak sudah hadir dan berbagi

  16. 15 Januari 2010 pada 14:40 | #45

    Puasa sunnah Senin-Kemis dan puasa non Ramadhan sesungguhnya lebih berat karena semua orang lagi asyik makan,kita puasa.Jadi godaannya lebih besar mas.
    Kalau mau kaos loreng segera nengok Bhirawa sebelum waktu habis he he he.
    Salam hangat dari Bhirawa

  17. 15 Januari 2010 pada 20:58 | #47

    bagian paling pentingnya : kalau sudah rutin puasa senin-kamis dan apa yang dikehendaki belum trcapai, bukan berarti ibadah kita ditolak.. karna Tuhan pasti punya rancangan lain yang terbaik untuk kita..

  18. 16 Januari 2010 pada 12:58 | #48

    Lagi belajar membiasakan diri nih, Pak…
    Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan :)

  19. 16 Januari 2010 pada 22:29 | #49

    kalimat di alinea terakhir, yang membuat saya terharu, sungguh ajakan yang mulia.
    terima kasih Mas Zipoer sudah mengingatkan.
    Salam.

  20. 23 Januari 2010 pada 16:58 | #50

    jadi dijawab apa kang, klo ad yg nawarin makan waktu qt puasa sunnah?

    • 23 Januari 2010 pada 17:56 | #51

      Ya kerjakan saja tapi kalau di ajak makan baru bilang maap saya lagi puasa… lagian makan mah bukan pekerjaan berat mbak.
      tanks ya atas kunjungannya

  1. 15 Januari 2010 pada 01:32 | #1
  2. 16 Januari 2010 pada 07:33 | #2
  3. 17 Januari 2010 pada 06:08 | #3
  4. 18 Januari 2010 pada 00:25 | #4
  5. 19 Januari 2010 pada 05:24 | #5
  6. 19 Januari 2010 pada 05:29 | #6
  7. 20 Januari 2010 pada 01:28 | #7
  8. 21 Januari 2010 pada 01:37 | #8
  9. 22 Januari 2010 pada 09:44 | #9
  10. 23 Januari 2010 pada 09:42 | #10
  11. 24 Januari 2010 pada 16:53 | #11
  12. 25 Januari 2010 pada 08:50 | #12
  13. 26 Januari 2010 pada 01:18 | #13
  14. 27 Januari 2010 pada 01:15 | #14
  15. 28 Januari 2010 pada 01:32 | #15
  16. 1 Februari 2010 pada 17:29 | #16
  17. 3 Februari 2010 pada 09:41 | #17
  18. 4 Februari 2010 pada 03:40 | #18
  19. 5 Februari 2010 pada 05:09 | #19
  20. 5 Februari 2010 pada 05:09 | #20
  21. 7 Februari 2010 pada 10:21 | #21
  22. 8 Februari 2010 pada 00:56 | #22
  23. 9 Februari 2010 pada 01:19 | #23
  24. 10 Februari 2010 pada 00:25 | #24
  25. 24 Februari 2010 pada 09:25 | #25
  26. 25 Februari 2010 pada 18:18 | #26
  27. 27 Februari 2010 pada 08:24 | #27
  28. 2 Maret 2010 pada 10:15 | #28
  29. 3 Maret 2010 pada 08:55 | #29
  30. 4 Maret 2010 pada 06:03 | #30
  31. 16 Maret 2010 pada 06:47 | #31
  32. 19 Maret 2010 pada 01:33 | #32
  33. 22 Maret 2010 pada 00:02 | #33
  34. 22 Maret 2010 pada 15:06 | #34
  35. 24 Maret 2010 pada 09:49 | #35
  36. 26 Maret 2010 pada 08:55 | #36
  37. 27 Maret 2010 pada 00:04 | #37
  38. 9 April 2011 pada 00:05 | #38
  39. 11 April 2011 pada 09:52 | #39
  40. 12 April 2011 pada 09:08 | #40
  41. 15 Juli 2011 pada 14:07 | #41

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s