Carnaval Adat Budaya Tulehu

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Carnaval adat budaya Tulehu merupakan sajian lain budaya adat di provinsi Maluku, pada sajian terdahulu. upacara di desa Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ada sebuah tradisi setiap hari kesepuluh bulan Djulhijah, dan merupakan ritual unik, menarik, dan menghibur, tapi penuh dengan makna religius yang dibaluti “kain” adat.
Jumat (27/11/2009) lalu, di depan Mesjid Jamie Tulehu, ratusan pria, mulai anak-anak yang baru beranjak remaja hingga orang dewasa berlari-lari dan berlompatan. Mereka saling injak hanya untuk dapat meraih sebuah bendera.

Bahkan ada yang tanpa rasa takut mencari tempat-tempat yang tinggi dengan menaiki pagar atau atap rumah lalu melompat ke tengah-tengah kerumunan massa, dimana bendera diarak, semata-mata ingin menggapai bendera yang diperebutkan itu.

Lalu di bagian lain, ada sekelompok pemuda, tidak lebih dari 20 Orang. Mereka menusuk-nusuk dada masing-masing dengan paku besar, berbentuk mata tombak hingga berdarah-darah.

Kedua peristiwa ini, adalah gambaran dari atraksi abda’u dan dabus. Para pelakunya mengaku, saat memperagakannya mereka tidak merasakan sakit. Atraksi yang bisa menimbulkan rasa ngeri itu dilakukan masyarakat Tulehu, saat perayaan Idul Adha. Abda’u dan dabus memang merupakan tradisi turun temurun masyarakat Negeri Tulehu, yang selalu meramaikan perayaan Idul Adha setiap tahunnya.

Sejak pukul 12.30 Wit, ribuan warga Tulehu maupun dari negeri-negeri tetangga dan masyarakat Ambon berdatangan memenuhi desa yang berjarak 24 kilometer dari Kota Ambon itu, untuk menyaksikan ritual tahunan masyarakat Tulehu saat Idul Adha. Acara diawali ritual penjemputan Raja Negeri Tulehu oleh pasukan abda’u di kediaman sang raja.

Saat penjemputan, raja lalu memberikan petuah kepada segenap pemuda yang akan menjadi pasukan abda’u. Dalam petuahnya, raja mengingatkan kembali makna dari perayaan yang telah dilakukan sejak beratus tahun yang lalu di negeri mereka itu. “Abda’u merupakan tradisi tahunan Negeri Tulehu yang sangat kental akan nuansa agama. Tradisi ini harus terus kita pelihara,” Kata Ibrahim Tawainella, Pjs Negeri Tulehu.

Usai memberi petuah, Raja bersama Imam Mesjid Tulehu menyerahkan bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid kepada pasukan abda’u. Bendera ini setiap hari akan di pajang di mimbar Mesjid Jamie Tulehu, dan hanya keluar saat digelarnya abda’u. Bendera inilah yang akan direbutkan pasukan abda’u saat atraksi nanti. Bersama imam Masjid Tulehu, raja dengan pengawalan, berjalan menuju panggung utama yang telah dinanti sejumlah pejabat utama daerah ini, seperti Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal.

Usai sambutan Tuasikal yang menekankan perlunya melestarikan salah satu kekayaan budaya orang Maluku ini termasuk 117 bahasa lokal yang masih bertahan, juga persatuan serta kerukunan umat beragama. Sebuah parade (karnaval) pun dibuka sebagai awal acara. Karnaval sendiri diikuti seluruh unsur masyarakat Tulehu, mulai kepala-kepala soa adat, para pemuda, taman pengajian hingga siswa-siswi beberapa sekolah di desa tersebut.

Dalam arak-arakan karnaval inilah, abda’u dan dabus diperagakan. Masyarakat pun tumpah ruah mendekati arena karnaval yang menyusuri jalan sejauh 700 meter, agar dapat menanyaksikan kedua atraksi tersebut dengan jelas. Di bagian lain turut pula digelar beberapa atraksi lainnya. Bambu gila yang juga merupakan salah satu budaya lokal pun tidak ketinggalan.

Adapula seni bela diri Silat Alfitrah yang memerankan ketokohan Walisongo, diperagakan sekelompok pemuda lainnya. Sementara di sudut lain beberapa siswa sekolah dasar juga mengambil bagian, mementaskan sebuah drama tentang kisah Nabi Ibrahim As dan puteranya Nabi Ismail As yang menerima perintah Allah untuk mengorbankan Ismail, yang sekaligus merupakan cikal bakal tradisi kurban dalam Islam.

Usai pawai karnaval, pasukan abda’u kemudian bergegas menuju belakang Masjid Jamie Tulehu. Di tempat itulah dilakuklan penyembelihan tiga ekor kambing yang turut dibawa serta dalam pawai karnaval. Darah hasil penyembelian kambing diperebutkan pasukan abda’u dan dilumuri di sekujur tubuh mereka, yang diyakini bisa menghilangkan rasa sakit dan capek setelah melakukan abda’u. Mereka juga yakin, darah kambing itu bisa membuat tubuh mereka bertambah kuat.

Karena terbatasnya darah kambing, ratusan orang yang menjadi peserta abda’u saling rebut demi mendapatkannya. Saking terbatasnya, sampai-sampai kain putih yang dipakai selama abda’u dilumuri darah untuk kemudian diusap ke tubuh dan wajah mereka secara bergantian dengan rekan mereka yang lain.

Menurut tokoh masyarakat Tulehu Mochtar Ohorella (60), abda’u adalah atraksi pemuda yang menceritakan sejarah kemenangan Islam saat mengalahkan tentara Kafir Qurais di tanah Arab.

Para pemuda yang melompat-lompat dan berusaha memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid itu menggambarkan mereka sedang bersuka cita setelah memperoleh kemenangan.
“Atraksi abda’u ini sudah menjadi tradisi masyarakat Tulehu. Sudah dari dulu sejak datuk-datuk (moyang-moyang, red) kami, atraksi ini sudah ada. Kaitan abda’u dengan Hari Raya Qurban semata-mata menandakan pengorbanan atau perjuangan,” kata Mochtar yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Kecamatan Tulehu. “Karena menceritakan perjuangan agama, tradisi abda’u ini merupakan ritual agama tapi sudah membudaya dan menjadi bagian dari adat desa ini,” tambah.

Di tempat terpisah, Ustad Sandia, pemuka agama Tulehu menyebutkan, Abda’u adalah tarian kemenangan. Jika diartikan ke bahasa Arab, abda’u berarti bermulai. “Sehingga bisa ditafsirkan maknanya adalah suatu permulaan atau memulai sesuatu dengan bismilillah,’’ katanya.

Meskipun saat ini tidak ada penjelasan resmi asal muasal abda’u, namun tradisi ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Tulehu saat merayakan Idul Adha. Sedangkan atraksi dabus, masih menurut Sandia, merupakan tradisi kaum Syiah di Iran yang diadopsi oleh sebagian masyarakat muslim di Maluku.

Dan menurut Sandia lagi, tradisi dabus dibawa dari Kerajaan Islam Tidore di Maluku Utara. Saat perlawanan Sutan Nuku melawan Belanda, penguasa Tidore ini kemudian mengirim bala tentaranya ke beberapa daerah di Maluku, seperti Maluku Tenggara dan Geser (Pulau Seram). Atraksi ini lalu diperagakan pasukan Nuku di daerah-daerah tersebut.

Laporan :Faizal Lestaluhu, AmbonSumber ambonexpres.com

Demikian kembali tersaji bukan untuk dipuji apalagi dihina namun hanya untuk dinikmati

———————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

About these ads

Tentang Batavusqu

in 1968 when a figure sprang Warning Isro Mi'raj this man.
Tulisan ini dipublikasikan di Upacara Adat dan tag , , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Carnaval Adat Budaya Tulehu

  1. alamendah berkata:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Swbuah pesta dan ritual yang sangat semarak ekali, Kang.

  2. skydrugz berkata:

    Deh…seramnya

    pakai acara nusuk2 kyk gitu

  3. rhid berkata:

    kira-kira 50 tahun k depan adat budaya indonesia masih utuh ga ya?

  4. hanyanulis berkata:

    Koq gambarnya terlalu kecil ya mas, coba aja kalo gambar yang ada orang lompat kayak melayang itu terlihat lebih gede, pasti lebih impresif :)

  5. delia4ever berkata:

    Senang banget kalo berkunjung ke blog ini :)
    semakin banyak khazanah budaya Indonesia yg lia pelajari…

    trims pak infonya

  6. BlogCamp berkata:

    Acara seperti diatas seyogyanya di promosikan secara intens agar menarik wisman ya mas.
    Salam hangat dari BlogCamp

  7. Plesiran berkata:

    Para blogger seyogyanya ikut mempromosikan wisata dan budaya Nusantara mas. Jika tidak maka Indonesia akan kalah dengan negara lain yang rajin propomosi.

    Salam hangat dari Plesiran- media untuk mempromosikan wisataderah anda secara gratis.
    Penulisnya akan mendapatkan tali asih berupa sebuah buku yang menarik dan bermanfaat.

  8. kyaine berkata:

    syukur deh, setelah konflik berkepanjangan di maluku, adat istiadatnya tdk ikut hilang, termasuk tulehu ini

  9. jumialely berkata:

    ritualnya antara,seru meriah dan mengerikan ya mas isro, pake acara tusuk dada segala, pake berdarah juga

    semoga adat budaya terus menjadi sesuatu yang menarik bagi negeri kita

  10. marsudiyanto berkata:

    Ikut menikmati aneka kebudayaan bangsa kita lewat blognya Mas Isro’…

    Salam Sukses

  11. Red berkata:

    alow… ada award dari gue yah.. silahkan diterima :D
    http://annunaki.wordpress.com/2010/04/29/you-are-nice-blogger/

  12. Free Blog berkata:

    wahhh jadi pengen ke maluku….
    kalo kesana lg.. ajak ya om :D

  13. citromduro berkata:

    yang pertama saya lihat disini adalah gambar orang yang terbang kang . kereee….n

  14. Ariyanti berkata:

    aduh… acaranya serem… ada pertumpahan darah….

  15. yayat38 berkata:

    wawasan saya bertambah ni mas saat membaca tulisan budaya yang baru saya kenal ini.
    Trims sekali.
    Maaf baru berkunjung neh …
    Salam hangat selalu :)

  16. zhie berkata:

    salam kenal Pak Gowes :D
    tukeran link yuk pak…
    link bapak udah ada di blog zhie :D

  17. jumialely berkata:

    selamat hari jumat mas isro, semangat menanti weekend panjang ya

  18. swastika87 berkata:

    nice… pegi main ne maz…

  19. bundadontworry berkata:

    kalau saja pemda setempat lebih jeli,bisa jadi membuat acara adat seperti ini menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri.
    terimakasih Mas Isro, dgn tulisan ini telah menambah wawasanku ttg segala pernak pernik upacara adat di nusantara.
    salam hangat utk keluarga
    semoga selalu sehat
    salam

  20. Ping balik: Mengenang 22 Tahun Gunung Galunggung « Batavusqu

  21. Ping balik: Kesenian Tari dari Jakarta « Batavusqu

  22. Ping balik: Kesenian Tari dari Banten « Batavusqu

  23. Ruang Hati Blog berkata:

    wih hebat sekali yah sampe bisa terbang, fotonya sayang kurang besar dikit kang, biar marem :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s