Beranda > Alat Adat > Bedog dan baliung senjata baduy

Bedog dan baliung senjata baduy

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Persenjataan bagi masyarakat suku baduy merupakan keharusan, karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan ke hutan yang lain, sehingga dalam sebuah perjalanan tak akan mungkin pemuda baduy tidak mengikut sertakan. Suku baduy hingga kini masih menjaga berbagai elemen adat seperti halnya Bedog.

Senjata Bedog baduy

Ada dua kampung di Baduy Luar yang terkenal pembuatan perkakas tajam, yaitu kampung Batu Beulah dan Cisadane. Kedua kampung ini letaknya tidak berjauhan, dan berada di sebelah Selatan Baduy (Kanekes). Tukang membuat perkakas tajam ini dinamakan Panday Beusi. Yang dibuatnya antara lain Bedog, Kujang, dan Baliung. Kampung yang sangat populer bedognya yaitu dari panday beusi Batu Beulah dan Cisadane. Sejak dahulu kedua kampung yang berdekatan ini sudah terkenal buatan bedognya yang sangat hebat (karena kekuatan, ketajaman, dan pamornya). Bahkan tersebutlah nama seorang panday beusi Daenci (sekarang sudah meninggal dunia) yang terkenal karena kesaktian dan kekuatan bedogknya. Kepopuleran Batu Beulah hingga kini tidak bisa dilepaskan dari nama Daenci. Anak dan cucu Daenci merupakan generasi penerus pembuat bedog Daenci.

Bedog menjadi atribut sehari-hari lelaki Baduy. Ada dua macam Bedog yang dibuat dan digunakan oleh orang Baduy, yaitu bedog polos dan bedog pamor. Bedog polos dibuat dengan proses yang biasa, menggunakan besi baja bekas per pegas kendaraan bermotor yang ditempa berulang-ulang. Bedog ini digunakan oleh orang Baduy untuk menebang pohon, mengambil bambu, dan keperluan lainnya. Bedog Baduy yang telah diyakini kekuatannya yaitu bedog yang berpamor. Bedog pamor memiliki urat-urat atau motif gambar yang menyerupai urat kayu dari pangkal hingga ujung bedog pada kedua permukaannya. Proses pembuatannya lebih lama dan memerlukan pencampuran besi dan baja yang khusus. Kekuatan dan ketajaman bedog pamor melebihi bedog polos biasa, di samping memiliki kharisma tersendiri bagi yang menyandangnya.

Bedog buatan orang Baduy-Dalam berbeda dengan buatan orang Baduy-Luar. Secara jelas perbedaannya terletak pada sarangka dan perah-nya, baik yang berpamor maupun tidak. Bedog terbuat dari bahan baja dan besi bekas dari per pegas kendaraan bermotor. Pembuatannya dengan cara menempa besi baja tersebut hingga pipih dan tajam dengan pemanasan api arang.

Rekahias bedog diterakan pada bagian sarangka (wadah) dan perah (pegangan). Motif hiasnya berupa garis-garis yang geometris mengikuti alur dan arah sarangka dan perah tersebut, dengan menggunakan alat pisau pangot, atau pisau raut dan gergaji kecil.

Bahan untuk membuat sarangka ialah kayu Reunghas, dan perahnya dari bahan kayu duren atau kayu jenis lain yang lebih keras. Pengikat atau penguat sarangka digunakan bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah diraut terlebih dahulu. Tanduk sapi atau kerbau kadang-kadang digunakan pula untuk perah bedog (berdasarkan pesanan).

Selain bedog senjata yang juga sering dipergunakan oleh masyarakat baduy adalah baliung. Baliung adalah alat untuk menebang pohon besar atau sebagai salah satu perkakas untuk membangun rumah. Di daerah lain disebut juga kapak. Gagangnya terbuat dari kayu yang agak panjang (30-35 cm). Tenaga dan daya tekan Baliung harus lebih besar dari pada bedog, dan karena itu dibuat dari besi baja yang lebih besar dan tebal pada bagian pangkal (bagian yang tumpulnya).

Seperti biasa teersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci melainkan untuk melengkapi

Gambar diambil dari kaskus.us

Simak pula senjata adat milik masyarakat Indonesia

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

|Bedog senjata suku Baduy|Keris senjata adat jawa|Award itu begitu menggoda|Award itu begitu mengembun|Kopdar dengan Kang Sedjatee|Hari Pendidikan|Renungan dihari buruh|

  1. 8 Mei 2011 pada 07:53 | #1

    oh itu senjata baduy?
    tapi di kampung saya dulu ada juga yang mirip seperti itu, tapi namanya SEKKIN :d huruf E nya dibaca seperti membaca huruf E di pElangi :)

    • 8 Mei 2011 pada 10:07 | #2

      oya, sekalian mo m inta maaf sangat, masih blum bisa memenuhi undangan kopdarnya siang ini :( ndadak yang kerja ga masuk karena sakit, padahal sudah siap2 mo kasi surprise lhooo ….

      hampura nyaa sadayana :(

      semoga lain waktu Tuhan mempertemukan saya dengan sahabat blogger sekalian, amin :)

  2. 8 Mei 2011 pada 08:40 | #4

    Bedog ini tajam banget, pernah beli dan masih ada dipakai untuk motong ranting poho

  3. 8 Mei 2011 pada 08:48 | #5

    Saya pernah baca spanduk pas Pasar Seni ITB 2010 kemarin, bertuliskan “Bedog aing”… :lol:

  4. 8 Mei 2011 pada 10:32 | #6

    hooo…
    Sekilas bedog ini mirip senjata bernama “golok” ya… :roll:
    atau memang sama? :?

  5. 8 Mei 2011 pada 11:20 | #7

    Saleum,
    Kalau di daerah mbak noque namanya sekkin, tapi kalau didaerah saya diaceh namanya sikin atau sakin, :)
    Lain daerah lain pula namanya, itulah keanekaragaman budaya.
    saleum dmilano

  6. 8 Mei 2011 pada 20:54 | #8

    seperti bahasa sunda ya bedog

  7. 8 Mei 2011 pada 22:21 | #9

    bedog ini kalau di Lampung tempat saya mirip mirip dengan golok…

  8. 8 Mei 2011 pada 22:23 | #10

    jadi pdagang senjata tajam nich ? ;)

  9. 8 Mei 2011 pada 22:24 | #11

    wow…. namanya ternyata sama dengan di Jawa, bedog…. cuma bentuknya yang beda, kalau di daerah saya bedog tuh depannya melengkung kayak sabit tapi dikit melengkungnya.. ada yang menamainya dengan telabung… aneh ya namanya.. he he he

  10. 8 Mei 2011 pada 23:29 | #12

    Mirip parang ya,Pak…?

  11. 9 Mei 2011 pada 14:23 | #13

    Kenapa namanya bedog???
    *iseng

    Salam,
    Keluarga Haretya

  12. 10 Mei 2011 pada 07:04 | #14

    di kampung juga disebut parang…. sama seperti kakaakin

  13. 10 Mei 2011 pada 16:13 | #15

    setiap daerah punya senjata dan alat potongnya yang sedikit berbeda ya, biasanya disesuaikan dengan kondisi pohon, tanah, tangan dsbnya.

    EM

  1. 9 Mei 2011 pada 07:06 | #1
  2. 10 Mei 2011 pada 07:07 | #2
  3. 12 Mei 2011 pada 21:17 | #3
  4. 13 Mei 2011 pada 14:36 | #4
  5. 14 Mei 2011 pada 08:04 | #5
  6. 15 Mei 2011 pada 10:54 | #6
  7. 16 Mei 2011 pada 09:13 | #7
  8. 17 Mei 2011 pada 00:08 | #8
  9. 18 Mei 2011 pada 05:31 | #9
  10. 19 Mei 2011 pada 00:14 | #10
  11. 20 Mei 2011 pada 00:17 | #11
  12. 20 Mei 2011 pada 02:59 | #12
  13. 21 Mei 2011 pada 06:09 | #13
  14. 22 Mei 2011 pada 09:01 | #14
  15. 23 Mei 2011 pada 00:51 | #15
  16. 24 Mei 2011 pada 00:53 | #16
  17. 25 Mei 2011 pada 15:45 | #17
  18. 26 Mei 2011 pada 18:10 | #18
  19. 27 Mei 2011 pada 22:52 | #19
  20. 28 Mei 2011 pada 08:24 | #20
  21. 29 Mei 2011 pada 00:38 | #21
  22. 30 Mei 2011 pada 00:16 | #22
  23. 31 Mei 2011 pada 20:13 | #23

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s