Beranda > Aktivitas > Tradisi Ngabuburit

Tradisi Ngabuburit

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Kata ngabuburit begitu sering terdengar hanya pada bulan Romadhan, kata ngabuburit ini semakin luas penggunaannya: iklan-iklan di televisi, tulisan-tulisan di media massa semakin kerap menggunakan dan menuliskannya. Berkat media massa pula kata ngabuburit menjadi membumi.

ngabuburit di taman ayodya jakarta selatan

Akan tetapi, ternyata masih banyak orang (khususnya di luar masyarakat Sunda) yang belum memahami arti sekaligus mengetahui asal kata ini.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.  Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib.

Saya tidak akan mengupas lebih dalam tatanan bahasa sunda tentang ngabuburit, namun kata ini membuat saya tertarik untuk mengangkatnya. ya ngabuburit bagi masyarakat sunda dan sekitarnya menjadi suatu tradisi yang dilakukan pada bulan Romadhan.

Banyak kawula muda melaksanakan ngabuburit di mal mal, di supermarket sambil melihat lihat barang mereka juga dapat menikmati segarnya AC di tempat itu. Atau ada juga yang melakukannya di area taman, di danau, ditempat tempat sejuk sambil bercanda ria, sehingga rasa lapar menjadi terlupakan.

Ada juga acara ngabuburit yang dikemas menjadi acara yang bernuansa islami seperti  pesantren kilat, tadarus bersama, atau mengikuti kegiatan kunjungan ke panti sosial dan merasakan kebersamaan dengan para dhuafa. Dan ada pula yang mengemas ngabuburit dengan bersih bersih di sepanjang jalan menuju masjid atau halaman masjid.

Ngabuburit adalah pilihan bijak ketimbang tidur, karena sisi lain dari ngabuburit adalah menjaga silaturahmi antar sahabat. Pilihan baik tidaknya ngabuburit tergantung kepada kalian, selamat ngabuburit dengan tetap menjaga lisan, mata dan pendengaran. Kemarin hari pertama teman anak saya harus meregang napas di RS karena ngabuburit (ikut tawuran). Nauzubillah.

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji namun hanya untuk melengkapi.

Gambar ngambil dari google

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Postingan Perdana Romadhan

  1. 2 Agustus 2011 pada 13:56 | #1

    owh dari bahasa sunda ya? Tapi sudah kayak jadi bahasa nasional, hehe..

    Siang pak, selamat berpuasa, semoga lancar..

  2. 2 Agustus 2011 pada 14:44 | #2

    Indahnya Ramadhan yah pak :)
    selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan yah pak, mohon maaf lahir batin, semoga kita bisa menjalani puasa kali ini dengan hati bersih, penuh berkah dan barokah serta ampunan dari ALLAH SWT amien

  3. 2 Agustus 2011 pada 14:49 | #3

    baru tahu juga kalau berasal dari bahasa sunda..

    ya boleh ngabuburit asal tetep yg baik2, jaga lisan, mata dan pendengaran.. :D

    salaam

  4. 2 Agustus 2011 pada 16:31 | #4

    Ooh ternyata asalnya dari bahasa Sunda… baru tau saya.. :-D
    baiknya qta mengisi waktu ngabuburit dgn kegiatan positif ya… blogging misalnya.. hehe…

  5. 2 Agustus 2011 pada 17:17 | #5

    Kalau daerah saya dikenal dengan istilah “Nyareh Malem”. sama sih maksudnya menunggu dengan kegiatan jalan2 menunggu waktu beduk tiba

    salam dari pamekasan madura

  6. 2 Agustus 2011 pada 17:39 | #6

    apa kabar pak isro~ :D

    ternyata ngabuburit itu istilah dari bahasa sunda ya~ *manggut-manggut* :oops:

  7. 2 Agustus 2011 pada 17:51 | #7

    dari sini saya jadi tau klo banyak yang baru tau klo istilah ngabuburit itu justru dari bahasa sunda hehehe

    ngabuburit saya ke mana ya? hmm …
    ga kemana2 deh … di rumah aja hihiih abis klo keluar rumah kan ga boleh jajan hahaha

  8. 2 Agustus 2011 pada 19:59 | #8

    Seperti dugaan saya selama ini, kata ini ternyata dari bahasa sunda

  9. 2 Agustus 2011 pada 22:05 | #9

    Sampai sekarang belum ada niat ngebuburit, mending ngebuburit online dan perbanyak ibadah. Ingat satu hal, ramadhan ngga setiap bulan :)

  10. 2 Agustus 2011 pada 22:43 | #10

    Hehe… kalo udah sore masih tidur, takutnya kebablasan ya, Pak… Jadi bisa2 telat deh buka puasanya :)

  11. 3 Agustus 2011 pada 04:29 | #11

    di daerah saya memang gak dikenal istilah ngabuburit, dan sejak dulu tak ada tradisi menanti waktu berbuka seperti itu, hanya saja tradisi itu mulai dikenal setelah banyak yang kuliah di jawa, dan membawa istilah2/tradisi yang dia dapet dari jawa.

  12. 3 Agustus 2011 pada 04:37 | #12

    wah, kalau bunda gak pernah ngabuburit, krn harus menyiapkan segala sesuatunya utk suami dan anak2 berbuka puasa , Mas Isro :)
    salam

  13. 3 Agustus 2011 pada 06:38 | #13

    ngabuburit bukan ngabubur beurit ya pak hehehe

  14. 3 Agustus 2011 pada 08:59 | #14

    Oalah,, asalnya dari bahasa Sunda tho..
    saya baru tahu,, habisnya istilah ngabuburit udah sangat familiar sih di telinga

  15. 3 Agustus 2011 pada 12:54 | #15

    Ternyata banyak yg baru tau kalo berasal dari bahasa Sunda ya Kang he he..

  16. 3 Agustus 2011 pada 15:05 | #16

    Ngabuburit sore menunggu berbuka puasa itu sangat baik. Jalan-jalan sama dengan olahraga. :D

  17. 4 Agustus 2011 pada 04:04 | #17

    Saya suka dengan tulisan ini…secara lagi belajar bahasa sunda…..

  18. 4 Agustus 2011 pada 08:08 | #18

    oh gitu ya, jadi tahu kalo dari bahasa sunda :D

  19. 4 Agustus 2011 pada 09:37 | #19

    saya cuma tahu klo ngabuburit itu jalan2 nunggu waktu buka.

  20. 5 Agustus 2011 pada 10:01 | #21

    dan seringkali kegiatan ini membuat lalu lintas menjadi macet :(

  21. 5 Agustus 2011 pada 12:53 | #22

    Ane sering kena macet gara-gara orang ngabuburit dipinggir jalan, tapi asyk juga buat liat-liat

  1. 3 Agustus 2011 pada 14:26 | #1
  2. 4 Agustus 2011 pada 04:33 | #2
  3. 5 Agustus 2011 pada 08:50 | #3
  4. 6 Agustus 2011 pada 12:02 | #4
  5. 6 Agustus 2011 pada 15:50 | #5
  6. 7 Agustus 2011 pada 09:22 | #6
  7. 8 Agustus 2011 pada 08:11 | #7
  8. 9 Agustus 2011 pada 12:50 | #8
  9. 12 Agustus 2011 pada 06:52 | #9
  10. 13 Agustus 2011 pada 07:19 | #10
  11. 14 Agustus 2011 pada 14:10 | #11
  12. 15 Agustus 2011 pada 09:37 | #12
  13. 16 Agustus 2011 pada 11:01 | #13
  14. 19 Agustus 2011 pada 22:08 | #14
  15. 21 Agustus 2011 pada 11:15 | #15
  16. 23 Agustus 2011 pada 09:02 | #16
  17. 24 Agustus 2011 pada 10:20 | #17
  18. 26 Agustus 2011 pada 21:26 | #18

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s