Beranda > Aktivitas > Tradisi Perang Api

Tradisi Perang Api

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Anak-anak desa Beroro, Jembatan Kembar, Lembar Lombok, Lombok Barat, punya permainan unik yang biasa mereka mainkan di malam bulan puasa. Nama permainan ini adalah perang api, bagaimana cara mereka memainkan api ini mari kita simak bersama.

Hampir setiap  malam, usai sholat di masjid, anak-anak desa Beroro Lombok Barat tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Tapi, mereka berkumpul di tanah lapang yang berada di tengah sawah. Ada yang membawa obor, ember berisi ratusan batang jagung. Alat-alat ini akan mereka gunakan untuk bermain.

“Kami akan berperang menggunakan api,” kata Hamdan, 12 tahun, salah satu peserta.

Di tengah sawah, obor ditancapkan untuk menerangi selama permainan. Sebelum memulai perang api, biasanya mereka mengatur kelompok menjadi dua bagian.

Setelah itu, mereka langsung berpencar. Berbekal api obor, mereka membakar tongkol jagung dan melemparkan ke kelompok lawan.

”Awas apinya kena sarung, jangan sampai mengenai wajah,” teriak salah seorang  anak.

Begitu permainan dimulai. Api terlempar ke sana dan ke sini. Ada anak yang terkena lemparan dan sarungnya terbakar. Ada juga yang meringis kepanasan karena kena api. Tapi, hal itu tidak membuat mereka ciut. Permainan terus berlanjut.

Permainan ini sangat menundang perhatian. Anak-anak itu semakin bersemangat bermain api ketika tahu aksi mereka ditonton warga.

Penduduk setempat mendukung permainan anak-anak itu. Apalagi permainan api itu dilakukan di tengah sawah yang jaraknya jauh dari perkampungan warga sehingga tidak mungkin membakar rumah.

“Permainan ini memang dilakukan tiap masuk bulan puasa, kalau tahun-tahun sebelumnya permainan seperti ini dilakukan hingga jelang sahur,”kata Amaq Man, salah satu orang tua di Desa Beroro. Sampai sekarang ini anak anak itu masih bisa merasakan asyiknya permainan itu.

Sumber asli http://sport.vivanews.com/news/read/86435-perang api mainan anak lombok barat

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci melainkan semata hanya untuk melengkapi

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Ramadan atau Romadhon|Budaya tertib dalam bersepeda|Tradisi ngabuburit|Postingan Perdana Romadhan

  1. 5 Agustus 2011 pada 08:57 | #1

    woww,,, jangan coba2 melakukan tanpa ahlinya yah… :D

    salaam

  2. 5 Agustus 2011 pada 09:46 | #2

    hati-hati melakukan permainan ini bagi yg belum terbiasa

  3. 5 Agustus 2011 pada 09:59 | #3

    anget-anget gimanaaaa gitu ya kang! :D

  4. 5 Agustus 2011 pada 10:15 | #4

    Di Jogja, tepatnya di Sleman, ada tradisi main bola api. :)

  5. 5 Agustus 2011 pada 13:13 | #5

    waah..senengnya maen api..
    Tapi bahaya tuh,MAs..

  6. 5 Agustus 2011 pada 18:55 | #6

    Wah seru juga. Tapi keknya kok lebih bahaya jika dibandingkan dengan sepak bola api. Soale apinya bisa terlempar kemana-mana,ki…

  7. 5 Agustus 2011 pada 20:53 | #7

    jadi kepengen ngerasain deh :D masalahnya di tempat tinggal saya daerah perkotaan, jd gak ada tradisi maen begituan

  8. 5 Agustus 2011 pada 22:11 | #8

    Ngeri amat kalau sampai nyamber sarung, bergidik..

  9. 7 Agustus 2011 pada 02:56 | #9

    bermain api. perang api. bagus itu. ha ha

  10. 10 Agustus 2011 pada 11:27 | #10

    Nyamber sarung,… mudah2an tuh anak2 pada pakai ‘daleman’, takutnya resiko sunat kedua kalinya :)

  1. 6 Agustus 2011 pada 12:01 | #1
  2. 6 Agustus 2011 pada 15:50 | #2
  3. 7 Agustus 2011 pada 09:22 | #3
  4. 8 Agustus 2011 pada 08:11 | #4
  5. 9 Agustus 2011 pada 12:50 | #5
  6. 12 Agustus 2011 pada 06:52 | #6
  7. 13 Agustus 2011 pada 07:19 | #7
  8. 14 Agustus 2011 pada 14:10 | #8
  9. 15 Agustus 2011 pada 09:37 | #9
  10. 16 Agustus 2011 pada 11:01 | #10
  11. 18 Agustus 2011 pada 20:20 | #11
  12. 19 Agustus 2011 pada 22:08 | #12
  13. 21 Agustus 2011 pada 11:15 | #13
  14. 23 Agustus 2011 pada 09:01 | #14
  15. 24 Agustus 2011 pada 10:19 | #15
  16. 26 Agustus 2011 pada 21:26 | #16

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s