Beranda > Aktivitas > Tradisi menunggu malam Lailatul Qodar

Tradisi menunggu malam Lailatul Qodar

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Bagi kaum muslimin dan muslimat kalimat malam lalilatul qodar bukan kalimat asing, apalagi di bulan Romadhon ini, hampir seluruh umat akan berlomba menunggunya. Karena jika bertemu dengan malam Lailatul Qodar maka akan ada kebahagiaan selama 1000 bulan (83 Tahun), wow begitulah janji Allah kepada hambanya dibulan Romadhon. Lain halnya di Riau ada suatu tradisi yang unik dan patut sahabat ketahui, tradisi apa mari kita simak bersama.

Kaum muslimin meyakini malam lailatul qadar memiliki arti khusus dan istimewa. Malam lailatul qadar disebutkan akan turun 10 hari di akhir Ramadan, tepatnya di malam ganjil. Lantas sebagian masyarakat muslim, khususnya, di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau meyakini malam laitaul qadar jatuh pada 21 Ramadan.

“Memang tidak ada yang berani memastikan kapan datangnya malam lailatul qadar itu. Tapi dari dulu sebagian masyarakat di Inhil meyakini lailatul qadar jatuh 21 Ramadan. Karenanya malam lailatul qadar sangat dinanti-nantikan semua orang Islam,” kata Dani M Noer, anggota DPRD Inhil dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/10/2007).

Menurut M Noer dari Fraksi PKB itu sebagian warga di Inhil, menjadi malam lailatul qadar sebagai momen penting untuk hari pernikahan. Fenomena ini sampai sekarang masih ada yang melakoninya untuk menikah di malam lailatul qadar.

“Sebagian muda-mudi di daerah kami mengharapkan pernikahan mereka di malam lailatul qadar itu. Tingginya animo masyarakat menikah pada malam 21 Ramadan sangat dipengaruhi keyakinan bahwa menikah saat malam lailatul qadar itu pasti akan penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT,” M Noer.

Menurut dia, data yang diterima dari Kantor Urusan Agama Tembilahan ibukota Inhil, malam laitaul qadar 21 Ramadan 1428 H beberapa hari yang lalu, ada 24 pasangan yang telah dinikahkan di malam lalatul qadar.

“Kebiasaan menikah di malam lailatul kodar ini sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun silam. Karena malam itu dianggap malam yang paling memiliki ramhad dan hidayah dari Allah dibanding malam-malam lainnya. Karena itulah, malam penuh rahmad dijadikan hari pernikahan muda-muda untuk mendaparkan berkah dari Allah,” terang M Noer.

Jadi, menurut M Noer, pernikahan dimalam laitul kadar ini bisa berlangsung di KAU dan juga di rumah calon pengantin. Jadi jangan heran, kalau dimalam laitul qadar kantor KUA di Tembilahan tetap melayani proses penikahan malam hari. Proses pernikahan juga akan dilayani ke rumah calon pengantin.

“Untuk mendukung semua itu, Pemda Inhil memberikan kendaraan operasional bagi petugas KUA. Kendaraan yang diberikan itu untuk melayani kepada masyarakat. Jadi kalau KAU diminta untuk menikahkan malam hari ke rumah calon pengantin, mereka siap melaksanakan jalannya pernikahan dengan menggunakan mobil operasional tadi,” terang M Noer. sumber asli dari sini

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci, namn semata hanya untuk diketahui.

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Peringatan Dirgahayu RI|Tradisi Malam Qunut|Merayakan LMGS G2|Bubur Samin|Tradisi Tarawih|Tradisi Tumbilotohe|Tradisi Cari Jodoh|Tradisi Mengibung|Tradisi Suluak|Tradisi Ngangklang|Tradisi Obrog|CBBP|Tradisi bermain bola api|Tradisi Perang Api|Ramadan atau Romadhon|Budaya tertib dalam bersepeda|Tradisi ngabuburit|Postingan Perdana Romadhan

  1. 18 Agustus 2011 pada 22:52 | #1

    malam-malam KUA nya menikahkan juga ya

  2. 19 Agustus 2011 pada 11:33 | #2

    Acung jempol buat Inovasi KUA Kelilingnya

  3. 19 Agustus 2011 pada 16:00 | #3

    wow kereenn,,
    menikah di bulan Ramadhan……
    boleh dicoba nanti,, hahah

    salaam

  4. ejawantahblog
    19 Agustus 2011 pada 16:21 | #4

    Informamatif dalam menjaga suatu tradisi Kang, dalam penyajiaannya. Sukses selalu

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  5. ejawantahblog
    19 Agustus 2011 pada 16:21 | #5

    Informatif dalam menjaga suatu tradisi Kang, dalam penyajiaannya. Sukses selalu

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  6. 19 Agustus 2011 pada 18:01 | #6

    nambah wawasan lagi nih saya~ :D

  7. 19 Agustus 2011 pada 20:14 | #7

    tradisi menarik tuh.. huehehe… baru tau :(

  1. 19 Agustus 2011 pada 22:09 | #1
  2. 21 Agustus 2011 pada 11:14 | #2
  3. 23 Agustus 2011 pada 09:01 | #3
  4. 24 Agustus 2011 pada 10:19 | #4
  5. 26 Agustus 2011 pada 21:25 | #5

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s