Gelar Perkawinan Adat Putri Raja Banggai

Sabtu, 12 September 2009

Sebuah ilustrasi yang diperankan oleh Bapak Muhammad Chair

maaf..Muhammad Chair Amir bukanlah raja banggai.dia hanya mengisi masa kekosongan raja pada saat itu.jadi sekali lagi dia bukan raja.

adat makasarSempat ditinggalkan selama 25 tahun, prosesi perkawinan adat keturunan Raja Banggai, di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah kembali digelar. Prosesi adat perkawinan Banggai tersebut dilaksanakan oleh Raja Banggai, Tomundo Muhammad Chair Amir, yang menikahkan putri bungsunya dengan seorang bangsawan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Prosesi akad nikah adat Banggai ini diawali dengan kedatangan rombongan mempelai pria yang menggunakan tradisi adat Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan. Rombongan disambut oleh beberapa tetua adat, pagar betis pria dan perempuan belia berpakaian adat Banggai. Di depan pintu masuk kediaman Raja Tomundo, mempelai pria disambut lemparan butiran beras dari dua nenek tua.

Mempelai pria kemudian memasuki halaman kediaman Raja Tomundo yang disambut tarian Cakalele. Di halaman ini, berjaga-jaga lusinan pemuda berpakaian ala kompeni zaman jajahan Belanda dengan warna merah putih. Sebelum memasuki rumah raja, dua perempuan tua terlebih dahulu membersihkan kaki mempelai pria dengan air dalam wadah berisikan uang logam tua.

Di dalam rumah, mempelai pria bernama Andi Hendra Tatang disambut Raja Tomundo Muhammad Chair Amir yang mengenakan pakaian kebesaran Raja Banggai. Setelah dimulai dengan prosesi ke-Islaman mulai dari pengajian hingga hingga dakwah nikah, proses akad nikah dilaksanakan dan langsung dipimpin Raja Tomundo. Dalam proses akad nikah ini, tangan kanan mempelai pria dipertemukan dengan tangan kanan Raja Tomundo di bawah kain berwarna emas. Diiringi musik dan Tarian Batong khas Banggai, proses akad nikah ini berjalan lancar.

Usai akad nikah, putri bungsu raja bernama Nuraini Amir kemudian keluar dari kamarnya dan bersanding di pelaminan dengan mempelai pria. Prosesi dilanjutkan dengan pemberian tali kasih dan doa restu dari keluarga raja dan mempelai pria. Sejumlah bangsawan Banggai dan pejabat Kabupaten Banggai serta Sultan Ternate Mudafar Syah terlihat khusyuk menyaksikan prosesi pernikahan putri bungsu Raja Banggai terakhir ini. Sayangnya, prosesi sakral ini diwarnai ketidaksiapan panitia menyediakan informasi rinci perihal pernikahan ini.

Sore hari setelah prosesi akad nikah tuntas, putri Keraton Banggai dan mempelai pria diarak keliling kota dengan sebuah kereta kencana yang dikawal punggawa Kerajaan Banggai. Pawai budaya ini diikuti oleh ratusan warga yang menggunakan beragam pakaian adat serta marching band. Ribuan warga Kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai menyaksikan pawai mempelai Kerajaan Banggai ini yang melewati jalan-jalan utama Kota Luwuk.(kontributor : Syamsuddin/Idh)

SUMBER ASLI

Iklan

26 pemikiran pada “Gelar Perkawinan Adat Putri Raja Banggai

  1. naano cirihadjati

    bisa diusulkan lage ne….
    klw ada pernikahan kerajaan/kesultanan yg mempunyai financ besar,
    bgsnya diundang raja/sultan2 seluruh nusantara agar seluruh dunia tau bahwa indonesia masih mempunyai tali persaudaraan adat yg kuat sekaligus promo budaya,kan jadi nambah devisa negara…thx…
    salam adat dari pribumi tidore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s