Perkawinan Adat Masyarakat Sikka di Provinsi NTT

Jum’at, 18 September 2009

Salah satu suku di pedalaman NTT terdapat peradaban suku Sikka, berikut ini tersaji upacara pernikahannya, sebagai bentuk kepedulian bangsa dalam melestarikan suku budaya dalam konteks perkawinan. Agar nilai nilai luhur budaya dapat diwariskan kepada generasi secara utuh.

Usikka nttRUSAN perkawinan antara pria dan wanita merupakan pertalian yang tidak dapat dilepaskan. Hubungan yang menyatu itu terlukis dalam ungkapan Ea Daa Ribang,
Nopok, Tinu daa koli tokar (Pertalian ke krabatan antara kedua belah pihak akan berlangsung terus menerus dengan saling memberi dan menerima sampai kepada turun temurun.

Norma-norma yang mengatur perkawinan ini dlam bahasa hukum adat yang disebut Naruk dua-moang dan kleteng latar yang tinggi nilai budayanya. Ungkapannya antara lain :
– Dua naha nora ling, nora weling
– Loning dua utang ling labu weling
– Dadi ata lai naha letto -wotter

Artinya: Setiap wanita mempunyai nilai, punyai harga, sedangkan sarung dan bajunya juga mempunyai nilai dan harga, sehingga setiap lelaki harus membayar.

Ine io me tondo
Ame io paga saga
Ine io kando naggo
Ame io pake pawe
Ibulah yang memelihara dan membesarkannya
Ayah yang menjaga dan mendewasakannya
Dan ibu pula yang memberikannya perhiasan
Ayah memberikannya sandang.


Ungkapan ini memberi keyakinan bahwa martabat wanita sangat dihargai, oleh karena itu maka pihak klen penerima wanita Ata lai harus membayar sejumlah belis kepada klen pemberi wanita ata dua sesudah itu baru dinyatakan perkawinan seluruh prosesnya syah.

Di Sikka /Krowe umumnya bentuk perkawinan adalah patrilinial, sedangkan yang matrilinial hanya terjadi di wilayah suku Tanah Ai di kecamatan Talibura.

Tahap-tahap perkawinan dapat dilakukan seraya memperhatikan incest dan perkawinan yang tidak dilarang itu maka ditempulah beberapa tahapan:

(1) Masa pertunangan.
Semua insiatif harus datang dari pihak laki-laki, kalau datang dari pihak wanita maka selalu disebut dengan unkapan waang tota jarang atau rumput cari kuda atau tea winet (menjual anak/saudari)

Seorang gadis dibelis dalam enam bagian: Kila, belis cicin kawin; djarang sakang, (pemberian kuda); wua taa wa gete, bagian belis yang paling besar dan mahal; inat rakong, belis lelah untuk mama; bala lubung, untuk nenek; ngororemang (mereka yang menyiapkan pesta).

(2) Perkawinan
Sebelum abad 16 di desa Sikka/Lela perkawinan biasanya hanya diresmikan di Balai oleh raja atau pun kadang-kadang di rumah wanita, setelah semuanya sudah siap maka acara perkawinan ditandai dengan mendengar kata-kata pelantikan dari raja, wawi api-ara pranggang, kata-kata yang diucapkan adalah:

Ena tei au wotik weli miu, hari ini ku beri kamu makan wawi api ara pranggang, daging rebus dan nasi masak miu ruang dadi baa nora, jadikanlah kamu istri lai, dan suami lihang baa nora lading, dan terikatan seluruh keluarga gae weu (eung) miu ara, makanlah kamu nasi ini pranggang, agar menjadikan istri dan dadi baa wai nora lain, suami minulah saus daging minu eung wawi api, ini agar eratlah genang lihang nora ladang, seluruh keluarga.

Ucapan itu diiringi penyuapan daging dan sesuap nasi oleh tuan tanah/raja kepada kedua mempelai. Pada waktu masuk agama Katolik, maka ungkapan-ungkpan di atas tetap dipakai namun proses penikahan sesuai dengan aturan agama Katolik dan diberkati oleh pastor.

Ada beberapa tahap dari acara perkawinan secara adat Sikka/Krowe:

  1. Kela narang, pendaftaran nama calon pengantin di kantor paroki yang dihantar oleh orang tua masing-masing bersama dengan keluarga.

  2. A Wija/A Pleba, keluarga ata lai melaukan kegiatan mengumpulkan mas kawin secara bersama-sama dengan keluarga

  3. Dipihak ata dua terjadi pengumpulan bahan-bahan pesta untuk membuat sejenis kue tradisional yaitu bolo pagar dan mendirikan tenda pesta.

  4. Sebelum ke gereja keluarga berkumpul di rumah mempalai wanita. Keluarga penerima wanita atau ata lai bertugas menjaga kamar pengatin.

  5. Tung /tama ola uneng, acara masuk kamar pengantin jam 21.00-22.00 malam diiringi kedua ipar masing-masing. Pengatin pria/wanita di hantar ke kamar oleh Age gete dengan nasehat kalau sudah ada di kamar bicara perlahan-lahan

  6. (6) Weha bunga sekitar jam 05.00 pagi para pengawal kamar pengantin, ae gete dari keluarga ata lai menaburkan bunga pada kamar pengantin sebagai lambang harum semerbak bagi kedua pengantin. (www.tamanbudayantt.net/inimaumere.blogspot.com)

Iklan

25 pemikiran pada “Perkawinan Adat Masyarakat Sikka di Provinsi NTT

  1. perempuan bernilai sangat tinggi dan laki2pun harus membayarnya. sebuah sistem adat yang mulai terkikis oleh penduduk setempat, barangkali sudah tidak sesuai dengan zamanya lagi kang

  2. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  3. KangBoed

    Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  4. Artikelnya benar2 membuatku salut dan bangga… Maju terus, dan sukses selalu, Mas… Mari sama2 lestarikan adat, seni, dan budaya Nusantara ini…
    Tak lupa…mo ngucapin selamat Idul Fitri.. Mohon maaf lahir batin… Semoga khilaf, salah, serta dosa yg ada…dapat lebur di hari yg fitri ini…
    Salam hangat dan damai selalu…

  5. M3l4t! sem3rb4k h4rum m3wangi
    S3bagai p3nghias di Hari Fitri
    Blog nie h4d!r p3ngg4nt! Dari
    Ulur4n tang4n Silaturahim
    Selamat hari Raya Idhul Fitri 1430 H
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam sayank ^-^

    1. Sukses yang ini bukan dibeli
      sukse yang itu bukan dibagi
      Sukses yang ini mahal harganya
      Sukses yang itu karya sendiri
      Selamat dan sukse Riy4nti selamat menempuh 1431H

  6. mandor tempe

    selama bangsa Indonesia masih peduli dengan budaya sendiri maka akan tetap lestari. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?

  7. yusupman

    Khilap kata,salah makna..yang dulu yang kemarin..yang terlewat ataupun yang akan datang.manusia sebagai makhluk yang tak luput dari alfa,salah dan dosa.Dengan Iedul fitri smoga qta kembali ke fitrahnya sbg manusia yang di ciptakan sadar akan kelemahan,sadar akan kekhilafan semoga menjadi modal untuk bisa saling memaafkan,di kesempatan yang penuh dengan ampunan,di bulan ini dosa-dosa di gugurkan dengan saling maaf memaafkan.Smoga tak ada lagi luka yang tersisa,wabil khusus buat Pak zipoer sekeluarga kalo sudah berkeluarga.salam damai dari kami,sejahtera selalu.mohon maaf lahir dan batin, taqabalallahu minna wa minkum taqabalallahu yaa karim,Shiyamana Wa Shiyamakum, minal aidzin wal faidzin
    Wassalam
    Yusupman sekeluarga

  8. esterlianawati

    wah bnyk artikel menarik di sini ya.
    jd lbh paham keragaman budaya kita.
    makasih dah add aku di link ya, mas.
    salam kenal 🙂
    ester

  9. Kemarin saya membaca pernikahan suku Kubu di Jambi
    Sekarang suku Sikka di NTT

    Wah ini semakin menarik nih …
    Terima kasih Kang …

    Dan mohon maaf lahir bathin ya

    Salam saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s