Pernikahan Adat Minahasa

Rabu, 23 September 2009

DSC00503Proses Pernikahan adat yang selama ini dilakukan di tanah Minahasa telah mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan jaman. Misalnya ketika proses perawatan calon pengantin serta acara “Posanan” (Pingitan) tidak lagi dilakukan sebulan sebelum perkawinan, tapi sehari sebelum perkawinan pada saat “Malam Gagaren” atau malam muda-mudi. Acara mandi di pancuran air saat ini jelas tidak dapat dilaksanakan lagi, karena tidak ada lagi pancuran air di kota-kota besar. Lanjutkan membaca “Pernikahan Adat Minahasa”

Pernikahan adat di Bone

Selasa, 22 September 2009

Masyarakat kabupaten Bone, sebagaimana masyarakat kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Selatan pada umumnya, merupakan pemeluk Islam yang taat, kehidupan mereka selalu diwarnai oleh keadaan yang serba religius. Kondisi ini ditunjukkan oleh banyaknya tempat-tempat ibadah dan Pendidikan Agama Islam.

boneSekalipun penduduk Kabupaten Bone mayoritas memeluk agama Islam, namun di kota Watampone juga ada gereja dan beberapa tempat ibadah pemeluk agama lainnya. Hal ini berarti, pemeluk agama lain cukup leluasa untuk menunaikan ibadahnya. Keadaan ini memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan keagamaan, karena mereka saling hormat-menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Di samping itu, peran pemuka agama terutama para alim ulama sangat dominan dalam kehidupan keagamaan, bahkan bagi masyarakat Bone, alim ulama merupakan figur kharismatik yang menjadi panutan masyarakat.

Dalam masyarakat manapun, hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik karena dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai struktur dasar yang akan suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mebdalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat diperlukan guna memahami apa yang mendasari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang dianggap paling penting oleh orang Bugis dan yang saling berkaitan dalam membentuk tatanan sosial mereka. Aspek tersebut antara lain adalah perkawinan. Lanjutkan membaca “Pernikahan adat di Bone”

Upacara Perkawinan di Nusaniwe Ambon

Senin, 21 September 2009

PERKAWINAN merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan setiap manusia. Bukan hanya menyangkut ikatan antara laki-laki dan perempuan, tapi juga menyangkut hubungan dengan orang tua dan saudara. Bahkan keluarga dari masing-masing pihak.

Maluku1Perkawinan juga merupakan syarat peralihan status diri seseorang, untuk dapat diterima sebagai anggota kelompok sosialnya. Sehingga peristiwa penting itu layak ditandai dengan sebuah upacara perkawinan.

Di Negeri Nusaniwe Pulau Ambon, dalam kaitan dengan ritual perkawinan, dikenal upacara kawin “masuk minta.” “Masuk minta” artinya keluarga laki-laki datang meminta atau meminang anak perempuan, untuk dijadikan sebagai anak, yang dikukuhkan dalam ikatan perkawinan. Tahap awal dari upacara kawin “masuk minta” biasanya dimulai dari pertemuan Nyong dan Nona, yang sudah sepakat melaksanakan perkawinan.

Bagi orang Ambon yang menganut garis keturunan menurut garis ayah, ajakan untuk melaksanakan perkawinan biasanya datang dari pihak laki-laki (Nyong). Nona akan menunggu sampai Nyong mengutarakan keinginannya untuk menikah. Kalau setuju, nona akan menyampaikan berita itu kepada orang tuanya. Lanjutkan membaca “Upacara Perkawinan di Nusaniwe Ambon”

Perkawinan Yang Diharapkan

Ahad, 20-09-2009

Perkawinan yang satu ini entah menggunakan hukum adat yang mana, namun semua menyukainya bahkan 33 provinsi yang ada di Indonesia mengacungkan jempol atas perkawinan yang satu ini.

muduPemirsa batavusqu yang Budiman, postingan kali ini tidak tersingkap pernikahan adat budaya bangsa, namun lebih terkini, dan moderat. Perkawinan yang tidak pernah ditebar sebelumnya, perkawinan yang belum diumumkan sebelumnya antara orang nomor satu Muhammadiyah dan orang nomor satu negeri ini yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono, yang akan melangsungkan pernikahan organisasi dalam satu kesepakatan berhari raya yang sama, bersalaman yang sama, bersilaturahmi yang sama dan masih banyak kebersamaan dalam perkawinan ini dapat diraih. Tahun-tahun sebelumnya antara PP Muhammadiyah dan Pemerintah tidak pernah seiring, karena perbedaan yang bermartabat. Yang satu mengatakan tanggal 29 Romadhon adalah hari terakhir, sementara yang satu menunggu sidang isbat. Tahun ini dilihat dari tanggal uniknya 2009 2009 (duapuluh bulan sembilan) (tahun dua ribu sembilan) benar-benar sebagai paduan yang jarang terjadi, sehingga wajar jika penulis mengatakan ini perkawinan yang langka. Lanjutkan membaca “Perkawinan Yang Diharapkan”

Perkawinan Adat di Sumenep Jawa Timur

Sabtu, 19 September 2009

Ragam budaya di Indonesia memang cukup banyak karena mengikuti jumlah suku yang ada di Indonesia, suku Sumenep dan suku Osing yang sama-sama berada di provinsi Jawa Timur memiliki budaya adat yang berbeda, sehingga keragaman budaya ini haruslah dijaga agar bisa tetap utuh dan ini merupakan kebanggan tersendiri bagi kita.

sumenepUpacara merupakan acara paling sakral dalam kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa indonesia terdiri dari beberapa suksu bangsa,  Agama, adat istiadat yang berbeda, dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri tak terkecuali dalam prosesi perkawinan, baik jawa, sumatera, kalimantan, dan madura pada umumnya. Pada upacara perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus.

Berbeda apa yang mereka pakai pada pesta-pesta resepsi sehari-hari. Tata rias dan busana pengantin menjadi perhatian. Masyarakat dan khususnya para tamu yang hadir dalam pesta itu.  Oleh karena itu, hal yang demikian itu ternyata dilakukan oleh suku bangsa Madura pada umumnya dan Sumenep sendiri pada khususnya. Lanjutkan membaca “Perkawinan Adat di Sumenep Jawa Timur”

Perkawinan Adat Masyarakat Sikka di Provinsi NTT

Jum’at, 18 September 2009

Salah satu suku di pedalaman NTT terdapat peradaban suku Sikka, berikut ini tersaji upacara pernikahannya, sebagai bentuk kepedulian bangsa dalam melestarikan suku budaya dalam konteks perkawinan. Agar nilai nilai luhur budaya dapat diwariskan kepada generasi secara utuh.

Usikka nttRUSAN perkawinan antara pria dan wanita merupakan pertalian yang tidak dapat dilepaskan. Hubungan yang menyatu itu terlukis dalam ungkapan Ea Daa Ribang,
Nopok, Tinu daa koli tokar (Pertalian ke krabatan antara kedua belah pihak akan berlangsung terus menerus dengan saling memberi dan menerima sampai kepada turun temurun.

Norma-norma yang mengatur perkawinan ini dlam bahasa hukum adat yang disebut Naruk dua-moang dan kleteng latar yang tinggi nilai budayanya. Ungkapannya antara lain :
– Dua naha nora ling, nora weling
– Loning dua utang ling labu weling
– Dadi ata lai naha letto -wotter

Artinya: Setiap wanita mempunyai nilai, punyai harga, sedangkan sarung dan bajunya juga mempunyai nilai dan harga, sehingga setiap lelaki harus membayar. Lanjutkan membaca “Perkawinan Adat Masyarakat Sikka di Provinsi NTT”

Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo

Kamis, 17 September 2009

Pemirsa Batavusqu yang berbudi

Pernikahan Adat Gorontalo ini perlu di lestarikan, karena mengandung nilai–nilai budaya yang tinggi. Adat Gorontalo ini semakin hari semakin terkontaminasi dengan perubahan zaman. Terlihat dimana–mana pernikahan di Gorontalo tanpa melewati lagi prosesi adat gorontalo. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, banyak pemuda zaman sekarang yang enggan mempelajari adat pernikahan gorontalo. Sehingga warisan leluhur ini semakin terlupakan, karena tidak adanya regenerasi penerus Adati lo Hulondhalo.

gorontaloPernikahan Adat Gorontalo memiliki ciri khas tersendiri. Karena penduduk Provinsi Gorontalo memiliki penduduk yang hampir seluruhnya memeluk agama Islam, sudah tentu adat istiadatnya sangat menjunjung tinggi kaidah-kaidah Islam. Untuk itu ada semboyan yang selalu dipegang oleh masyarakat Gorontalo yaitu, “Adati hula hula Sareati–Sareati hula hula to Kitabullah” yang artinya, Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah. Pengaruh Islam menjadi hukum tidak tertulis di Gorontalo sehingga mengatur segala kehidupan masyarakatnya dengan bersendikan Islam. Termasuk adat pernikahan di Gorontalo yang sangat bernuansa Islami. Prosesi pernikahan dilaksanakan menurut Upacara adat yang sesuai tahapan atau Lenggota Lo Nikah. Tahapan pertama disebut Mopoloduwo Rahasia, yaitu dimana orang tua dari pria mendatangi kediaman orang tua sang wanita untuk memperoleh restu pernikahan anak mereka. Apabila keduanya menyetujui, maka ditentukan waktu untuk melangsungkan peminangan atau Tolobalango. Lanjutkan membaca “Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo”