Tepak Sirih 2

Minggu, 11 Oktober 2009

Salam Takzim

Sahabat, selagi belum mendapat ide yang baru, dan selagi ada postingan yang belum selesai perkenankan penulis menyajikan lanjutannya demi sebuah pengetahuan yang sangat berguna bagi penulis, dan semoga pula berguna bagi sahabat dan pemirsa batavusqu.

Untuk memberikan pemahaman kepada para sahabat dan pemirsa yang baru saja bergabung tentang postingan ini silahkan ncang-ncing-nyak-babe, melihat sajian sebelumnya.

3. Kelengkapan Tepak Sirih

Komponen yang melengkapi tepak sirih terdiri atas combol, bekas sirih, kacip, gobek, celepa, ketur, dan bujam epok. Tetapi pada saat ini, bujam epok sudah jarang dipakai sebagai peralatan pelengkap tepak sirih. Sedangkan combol diisi dengan pinang, gambir, tembakau, cengkih, dan kapur.

a. Cembul

Cembul merupakan komponen tepak sirih yang berjumlah empat atau lima buah, untuk menyimpan pinang, kapur, gambir, tembakau, dan bunga cengkih. Cembul berbentuk bulat dan bertutup, pada bagian bawah datar agar dapat diletakkan dengan baik. Biasanya cembul untuk kapur berbentuk silinder atau agak berbeda dengan yang lain. Cembul dibuat dari bahan logam seperti tembaga, perak, atau berlapis emas. Agar lebih indah, pada bagian luar dan tutup cembul dihias dengan ukiran berbagai corak seperti bunga petola, sirih emas, daun candik kacang, tampuk manggis, bunga melur, dan motif-motif lain sesuai dengan kreasi dan kemahiran tukang ukir. Pada saat ini, motif ukiran sudah berkembang mengikuti zaman dan cita rasa orang, sehingga banyak dijumpai cembul dengan corak grafis serta objek tertentu dan corak-corak budaya yang lain.

Komponen Tepak Sirih (Cebul)


b. Bekas Sirih

Komponen Tepak Sirih (bekas sirih)
Komponen Tepak Sirih (bekas sirih)

Ada kalanya sirih tidak dimasukkan menjadi satu ke dalam tepak sirih, tetapi ditempatkan tersendiri dalam bekas sirih. Bekas sirih biasanya dibuat dari logam atau perak, walaupun ada juga yang terbuat dari gading gajah. Agar bekas sirih tampak cantik, ada kalanya disalutkan emas dan diukir dengan berbagai corak ukiran Melayu seperti awan larat, bunga kundur, bunga ketang guri, bunga petola, pucuk rebung, ukiran tebuk, dan corak-corak lain. Untuk menambah keindahan, pada bagian badan dan di sekeliling mulutnya dibuat berlekuk-lekuk. Bekas sirih berbentuk pipih, dengan bagian mulut (atas) agak lebar dan sedikit menguncup di bagian bawah. Ukuran bekas sirih pada umumnya sekitar 8 cm pada bagian mulut, 6 cm pada bagian bawah, dan tinggi 10 cm.

c. Kacip

Kacip berupa alat yang berfungsi seperti pisau pemotong terdiri atas bilah tajam yang dapat bergerak di bagian atas dan bagian tumpul yang kokoh pada bagian bawah. Kacip digunakan untuk memotong atau mengiris buah pinang, atau obat-obat tradisional yang terdiri dari tumbuh-tumbuhan.

Kacip dibuat dari logam keras, namun ada juga yang dibuat dari tembaga atau perak sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pemotong melainkan juga sebagai peralatan yang indah. Kacip dibuat dalam berbagai ukuran, antara 10 cm hingga 22 cm, walaupun ada juga yang berukuran lebih dari itu. Pada dasarnya bentuk kacip serupa, yaitu terdiri atas dua bilah mata yang bertaut  dan mempunyai hulu atau tangkai pada kedua bilahnya.

Ragam hias pada bagian hulu dan badan kacip amat unik, ada kalanya menyerupai kepala binatang seperti kuda, kerbau, gajah, monyet, burung, ayam, manusia, atau dewa-dewa. Terdapat juga kacip yang diukir dengan motif flora pada tangkai dan badannya dengan menggunakan salutan perak atau emas. Kacip juga dikenal sebagai kacip ‘jantan‘ dan ‘betina‘, walaupun ada juga yang tidak jelas jenisnya dengan bentuk segi atau kebulat-bulatan.

image5

Masyarakat Melayu menamakan alat pemotong ini kacip, sementara di Bali masyarakat menamakannya caket. Di negeri Deccani (India), Kannada (Karnataka) alat ini disebut adakottu, sedangkan di Marathi (Maharastra) dinamakan adekitta, walaupun banyak juga yang lebih mengenalnya dengan nama serota. Masyarakat Bengali menamakan alat ini yanti, sedangkan orang Gujarat menyebutnya sudi atau sudo. Di Sri Langka, kacip disebut gire atau giraya.

Di dalam tepak sirih, kacip disusun bersebelahan dengan daun sirih yang tersusun rapi. Kacip merupakan perkakas penting selain gobek untuk melengkapi keserasian sebuah tepak sirih.

Kacip juga dijadikan sebagai perkakas penting dalam perbagai upacara adat resam Melayu. Dalam adat “melenggang perut”, kacip digunakan sebagai persyaratan yang harus ada. Ketika bayi baru lahir, kacip diletakkan di bagian atas kepala atau di bawah bantal pada saat si bayi tidur. Ada kepercayaan, bahwa kacip akan menjauhkan bayi dari segala macam gangguan makhluk halus.

d. Gobek

image6Gobek terbuat dari logam dan terdiri atas dua komponen. Komponen pertama berbentuk silinder yang berlubang di bagian tengahnya. Pada bagian ujung, silinder ini ditutup dengan sumbat kayu dengan ukuran yang sama besarnya dengan lubang silinder. Komponen ini disebut ibu gobek. Komponen yang satu lagi dinamakan anak gobek, memiliki ukuran yang lebih kecil, terdiri atas besi padu yang di bagian ujungnya berbentuk seperti mata kapak serta mempunyai hulu di bagian pangkalnya. Pada bagian ibu dan hulu anak gobek diukir dengan berbagai corak yang menarik, sesuai dengan budaya setempat. Alat ini berfungsi seperti antan dan lesung. Daun sirih yang telah dilengkapi dengan pinang, gambir, kapur, dan cengkih dimasukkan ke dalam gobek dan ditumbuk hingga lumat. Setelah lumat, tutup kayu di ujung silinder didorong dengan anak gobek, sehingga bisa dikeluarkan dan siap dimakan. Gobek dipakai oleh para nenek yang sudah tidak mempunyai gigi dan tidak bisa lagi mengunyah sirih.

e. Ketur

Ketur adalah tempat untuk berludah. Sirih yang dimakan dengan kapur, gambir, dan pinang akan menghasilkan ludah yang berwarna merah, pekat, dan kotor, sehingga orang yang makan sirih harus sering meludah.

Komponen Tapak Sirih Ketur
Komponen Tapak Sirih Ketur

Ketur berbentuk seperti labu sayung, dengan bagian mulut agak lebar berkeluk-keluk atau bulat seperti pinggan makan, menggelembung di bagian tengah serta mempunyai kaki yang berbentuk setengah bola. Tetapi ada kalanya, bekas kaleng yang terbuat dari seng atau timah dipakai sebagai ketur. Ketur yang khusus dibuat untuk tempat berludah biasanya dibuat dari tembaga.

Tinggi ketur antara 20 cm hingga 25 cm, cukup berat karena terbuat dari bahan logam tembaga.Bobot yang berat ini diperlukan, agar ketur tidak mudah terguling, yang akan membuat isinya tumpah dan mengotori lantai. Ketur hanya digunakan jika orang makan sirih di dalam rumah, tidak pada waktu bepergian. Setiap hari ketur harus dibersihkan, agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Iklan

72 pemikiran pada “Tepak Sirih 2

    1. XP2 Scout

      Nebeng juga ahhhh…. Mungkin Pak Zipoer punya minat juga mendirikan bengkel untuk memproduksinya …. Saya mau tanam sahamnya Pak…..

  1. XP2 Scout

    Makan sirih juga banyak alatnya, tidak kalah dengan orang mau memperbaiki sepeda … wekeeekekekek. Bersepeda sambil makan sirih enak kali ya…….

    1. Dalam nilai budaya segala bentuk alat, bahan dan bawaan memang memiliki nilai dan ajaran bertuah, sehingga prosesinya jangan sampai ada yang terlupakan karena iru suatu dogma leluhur

  2. Selamat malam Zipoer, apa khabar ? Maaf baru bisa ngunjungi karena sibuk pekerjaan. Zipoer saya selalu memohon ditambah-tambahkan ilmu pengetahuan dari berbagai hal agar wawasan kita bertambah, dan nyatanya Tuhan kirimkan teman maupun mitra kerja yang selalu memberikan sesuatu yang baru dan dapat saling membangun dan mendukung. Dan saya tidak menyia-nyiakan kebaikan teman-teman untuk menambah ilmu yang saya belum tahu. Terima kasih postingannya, Sukses untuk Zipoer.

    Regards, agnes sekar

    1. Bravo Bunda Agnes, sebagai seorang wanira karier memang kesibukan akan lebih, dibandingkan IRT, dua pilihan yang sama beratnya, Sebagai Aparatur negara dan sebagai IRT + Blogger,
      satu pesan aki jaga kesehatan

  3. Apa kabar Bung Zip, maaf lama saya tak berkunjung. selesai lebaran saya ada tugas kantor di Malaysia. Salah satu tepak sirih – Ketur mengingatkan saya pada mendiang eyang putri di klaten. Thanks atas postingannya yg sarat budaya.

    Salam sejahtera selalu,

  4. bagus amat tempat buat sirih tapi sekarang tradisi nyirih itu sudah hilang generasi skr gak mau nyirih ,jorok katanya hehehehehe klo menurut saya ribet

  5. yusupman

    Ternyata gak sembarangan yach..tradisi nginang,..kalo di pikir2 peralatannya cukup mahal juga ya Pak Zipoer.Trus melihat dari bentuknya juga nilai seninya cukup tinggi juga yach,..apa peralatan sprt itu masih ada gak yach,..

  6. Ping-balik: Tepak Sirih 3 « Batavusqu

  7. Ping-balik: Pernikahan Adat Masyarakat Tengger Jatim « Batavusqu

  8. Ping-balik: Pernikahan Adat Masyarakat Tolaki Sultengg « Batavusqu

  9. Mat Sentul

    Terima kasih atas upaya anda mengumpulkan informasi tradisi Nusantara ini khususnya orang melayu…..syabass dan tahniah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s