Demang dan Marsose

Rabu, 21 Oktober 2009

Salam Takzim.

Pemirsa dan sahabat Batavusqu yang berbudi..

Sewaktu Batavusqu ke bekasi ada oleh-oleh yang diberikan oleh sahabat  penggemar onthel dan merupakan kebanggaan bagi penulis. Kunjungan ke bekasi Senin kemarin memang hanya sekedar mampir, karena kebetulan penulis harus melintas disana. Semoga sajian berikut menjadikan penyebar virus, bagi pengguna blog untuk kembali mencintai sepedah onthel.

Ontelis jaman baehula

Onthelis Zaman Belanda

Seperti melihat suasana sebelum kemerdekaan bangsa ini. Demang-demang Batavia dan Marsose (tentara belanda) naik sepeda menyusuri jalan buatan “Herman Willem Da-endels”,  Kesan itu yang ditampilkan diacara Temu Ontelis & pembentukan PENGDA Se-Jabodetabek & Karawang di Gedung juang 45 Tambun-Bekasi .

Dengan sepeda kuno dan atribut-nya mengayuh hobby melepas kepenatan rutinitas sehari-hari,  kegiatan ini merupakan rutinitas komunitas sepeda tua, soal pakaian yang digunakan Ontelis hanya ingin bernostalgia dengan era prakemerdekaan, ada yang berpakaian Panglima besar Soekarno, M Hatta, Demang-2, Marsose (tentara belanda), pakaian betawi & ada juga yang berpakaian noni-2 belanda.

Ontelis tidak membatasi usia para peserta, yang akan mengikuti kegiatan pawai sepeda tua untuk mengkampanyekan “Kembali Bersepeda” guna mengurangi polusi, pemanasan global & tentunya Sehat dengan bersepeda,  terlihat orang tua berusia lanjut masih ceria mengayuh sepedanya bahkan dengan centilnya mereka mendentingkan bel mekanik khas sepeda ontel “Ting nong-ting nong”  ketika melintas disekitar jalan raya tambun, siapapun berhak untuk menjadi anggota komunitas ini, karena komunitas ini dibentuk adalah untuk  menjalin persaudaraan bagi para pencinta sepeda tua/ Ontel.

Ontelis jaman kini menggunakan seragam masa perjuangan melawan belanda. Ontelis jaman kini menggunakan seragam masa perjuangan melawan belanda.

Komunitas Contry terbentuk sejak dua tahun silam,  kini anggotanya sudah mencapai 80 orang selain bersepeda kegiatan rutin kami adalah bakti sosial, kegiatan contry ini mungkin akan bisa menginspirasikan masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda sebagai alat “transportasi” .

Karena dengan bersepeda orang akan menyadari sehatnya menggunakan sepeda dan polusi udara akan semakin berkurang, sehinga komunitas sepeda tua minimal akan dapat menyelamatkan bumi dari “Global Warming”/ pemanasan global.

dscf00461

Marsose sedang keliling sekitar tambun.

Anda suka bersepeda tua mari bernostalgia & bergabung dengan : “Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI).

Itulah titipan yang mungkin dapat dijadikan penyambung rasa jika kurang berkenan penulis menghaturkan maap.

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

21 pemikiran pada “Demang dan Marsose

  1. dulu sepeda onthel kurang dilirik. sekarang harganya membumbung sampai jutaan.
    kalau saja ada jalur khusus utk bersepeda , senang ya Mas,
    mungkin saja akan banyak orang menggunakan sepeda, lagi pula mengurangi polusi, dan dapat bonus sehat pula.
    salam.

  2. wowowowwww,,,,,
    jadi inget wektu kemaren ke senayan
    ada perkumpulan sepeda unto (sepeda jaman dulu) lagi kumpul2 di senayan
    pada rembugan sambil lesehan …
    kayaknya lagi berbagi sejarah..
    hmm….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s