Pancasila salah satu kunci Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Selasa, 3 Nopember 2009

Salam Takzim

Pembaca dan Sahabat Batavusqu yang berpancasila

pancasilaSebagai wujud cintanya kepada Bangsa Indonesia yang telah menjadikan Pancasila sebagai falsafah Negara dan rasa sayangnya kepada KangBoed Negeri Atas Angin Pimpinan Presiden Wandi Tok, maka pada postingan pagi ini akan terus kami sterilkan sebagai postingan terdepan. Hal ini penulis lakukan untuk mengikuti urun rembug Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa yang dilaksanakan di blog komentator menkom Negeri Atas Angin. Untuk Tulisan baru akan berada pada postingan ini.

TULISAN BERIKUT ADA di BAWAH INI YA

Dilandasi dari pengetahuan yang penulis dapatkan mulai dari bangku sekolah dasar, bangku sekolah menengah pertama, bangku sekolah menengah atas bahkan pengetahuan yang diadopsi dari bangku kuliah.Pancasila terpatri sedemikian kuat dalam kehidupan bermasyarakat baik pada dunia nyata maupun pada dunia maya ini.

Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang beraneka. Kondisi dari sejarah dan kompleksitas peradaban bangsa Indonesia seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi tetap terikat dalam tali asih Bhineka Tunggal Ika.

Pancasila menurut makna harfiah adalah terdiri dua suku kata yang disatukan yaitu panca dan sila, dengan kandungan arti lima dasar atau lima Sila dan masing masing Sila mengandung makna yang cukup sakti sehingga wajar jika pada tanggal 1 Oktober 1965 naskah naskah dasar dijadikan sebagai penumpas Gerakan 30 September dan hingga kini masih diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan landasan berbangsa dan bernegara yang implementasinya mewajibkan semua manusia Indonesia harus ber-ketuhanan. Karena keberadaan Tuhan melingkupi semua wujud dan sifat dari alam semesta ini, diharapkan manusia Indonesia dapat menyelaraskan diri dengan dirinya sendiri, dirinya dengan manusia-manusia lain di sekitarnya, dirinya dengan alam, dan dirinya dengan Tuhan. Keselarasan ini menjadi tanda dari manusia yang telah meningkat kesadarannya dari kesadaran rendah menjadi kesadaran manusia yang manusiawi.

Tingkat kesadaran manusia dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yang pembagiannya adalah sebagai berikut:
Kelompok 1
Yaitu manusia yang berkesadaran rendah, dimana segala perilakunya hanya mementingkan diri sendiri, dirinya selalu dikuasai oleh nafsu atau perilaku hewani dan iblis. Mereka tidak bisa bekerja berorientasi ke luar dirinya, semuanya serba keakuan atau berorientasi kepada kepuasan dirinya.
Kelompok 2
Yaitu manusia yang sudah meningkat kualitas dirinya dari kualitas manusia rendah kepada manusia yang manusiawi. Sifat dari orang yang sudah manusiawi ini pada setiap pekerjaan berorientasi ke luar, tidak mementingkan dirinya sendiri, melainkan berorientasi kepada masyarakat atau dunia sekelilingnya. Manusia yang manusiawi ini, berwujud manusia, berpikir manusia, berhati manusia, berucap manusia, berpandangan manusia, dan berbuat manusia. Mereka telah dapat menyelaraskan antara pikiran, ucapan, suara hatinya, dan perbuatannya di dalam segala tindakannya.

Kelompok 3

Yaitu manusia yang berkesadaran ketuhanan. Manusia yang berada kelompok ini adalah kelompok eksklusif atau kelompok yang langka, di mana kesadaran mereka sudah sampai pada peleburan dengan kesadaran Tuhan. Mereka sudah tidak ada tujuan, pandangannya sudah tidak mengandung dualisme lagi mereka telah menyatu dengan Yang Maha Kuasa. Mereka telah mencapai tujuannya, mereka telah menjadi manusia yang sempurna.

Dari tiga kelompok kesadaran manusia ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sila pertama Pancasila, yaitu tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, implikasinya manusia Indonesia secara ideal harus mencapai tingkatan manusia yang sempurna, manusia yang dapat meleburkan dirinya dengan Tuhan di dalam kehidupannya sekarang di dunia, atau dengan kata lain Insan Kamil.

Dalam rangka mewujudkan manusia yang sempurna ini harus melalui jalan yang terjal, jalan ini memang benar-benar ada bukan semata-mata hanya khayalan saja. Ada nama atau sebutannya pasti ada wujudnya, dan ada manusia yang sudah pernah mencapainya. Siapa mereka ? Mereka merupakan manusia yang suci yang kalau di Islam biasa disebut Wali Yullah, atau dalam agama lain disebut Budha atau Dewa dan lain sebagainya.

Sebelum mencapainya kita terlebih dahulu harus mengetahui karakter manusia yang berkesadaran rendah atau binatang. Pada manusia yang berkesadaran rendah setiap kualitas kerjanya akan berorientasi kepada kepentingan pribadi dan egonya, mereka itu selalu dikuasai oleh segala sesuatu yang ada di muka bumi atau segala sesuatu dari hasil kerjanya. Mereka tidak bisa memerdekakan dirinya dari segala perbudakan, mereka adalah tipe budak, mereka egois, serakah, tamak, jahil, jahat, berpikiran sempit dan lain-lain. Segala perbuatannya berorientasi keuntungan untuk diri sendiri. Tidak ada kesadaran akan ketuhanan, yang ada kelekatan akan segala sesuatu.

Karena begitu liarnya sifat kebinatangan dan keiblisan di dalam dirinya maka mereka itu sangat memerlukan suatu koridor hukum agar mereka dapat tertib dan terkendali. Yang harus ditertibkan yaitu sifat atau perilaku liarnya. Ajaran agama dan hukum-hukum yang lainnya sangat diperlukan untuk pengendalian diri. Gunanya agar sifat liar tersebut menjadi tertib. Kalau sudah tertib sifat liarnya maka mereka akan mudah mengendalikan diri dan dapat mengoptimalkan kemampuan dirinya, dan mereka dapat meningkat ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi yaitu manusia yang manusiawi.

Yang tercantum sebagai sila pertama Pancasila ialah Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan agama. Jika agama dicantumkan sebagai sila pertama, pasti keadaan menjadi kacau karena banyak penganut agama dan penganut kepercayaan yang menjadi ribut menginginkan agama atau kepercayaannya dijadikan sebagai landasannya sehingga menimbulkan pandangan yang sempit. Akibatnya, kekacauan terjadi di mana-mana dan tidak ada kesatuan.

Semua agama di mata Tuhan adalah sama adanya, tetapi di dalam pandangan manusia tidak sama karena agama adalah aturan atau sarana pengendalian yang di dalamnya mengandung hak dan kewajiban yang harus ditaati dan dilaksanakan di dalam kehidupan masing-masing penganutnya. Karena itu, manusia harus memilih dari sekian banyak agama sebagai aturan yang harus ditaati dan dijalankan dalam kehidupannya sendiri. Tidak boleh mengimani semua agama karena tidak akan dapat melaksanakan semua ajarannya. Harus memilih salah satu dari agama dan kepercayaan yang ada.

Semua agama baik dan benar jika para penganutnya dapat meningkatkan kesadarannya dari manusia yang berkesadaran rendah, naik menjadi manusia yang manusiawi atau kesadaran manusia, lalu naik ke tingkat “Kesadaran Ketuhanan”.

Apabila manusia meyakini suatu ajaran agama, tetapi ternyata mereka tidak meningkat kesadarannya malahan mereka tetap berada dalam kesadaran rendah, bahkan lebih rendah lagi maka yang salah bukan ajaran agamanya, melainkan para penganutnya yang salah kaprah atau salah dalam pemahamannya sehingga tidak ada perubahan kebaikan dalam kehidupannya, mereka itu merupakan manusia yang sesat.

Pada kondisi saat ini perilaku para pengikut ajaran agama memperlihatkan rendahnya kondisi kesadaran mereka. Mereka menyempitkan ruang lingkup agama itu sendiri dan mereka mengkotak-kotakkannya. Itu semua menjadikan mereka lebih buas dan sadis, mereka berpandangan sempit, kadang-kadang menyesatkan. Karena adanya kedangkalan akan ketuhanan maka mereka mudah sekali dipengaruhi oleh pandangan-pandangan dari luar dan mereka mudah sekali diadu domba dan diperdaya oleh orang lain.

Zaman dahulu orang jahiliyah berperilaku kejam dan sadis karena belum ada agama yang masuk ke dalam dirinya. Sekarang meskipun agama masuk dan sudah ribuan tahun usia agama, kualitas dirinya bukannya lebih baik melainkan sebaliknya lebih jahiliyah dari sebelumnya. Ini menandakan bahwa setiap penganut agama memerlukan pembimbing yang sudah menyatu dengan Tuhan agar mereka mendapatkan pencerahan dari apa yang mereka anut.

Terlalu panjangnya rentang waktu antara kita dan penyebar agama menjadikan pandangan terhadap agama pun berubah. Untuk menghindari agar ajaran agama tidak menyimpang, kita memerlukan pembimbing yang sempurna. Apakah ada ? Ya, pasti ada. Hanya, bagaimana kita dapat mengetahui keberadaan mereka bila hati kita buta, dan kita masih tertidur lelap dalam kebodohan dan ketidaksadaran. Biarpun mereka ada di depan kita, kita tidak dapat mengetahuinya, kecuali kalau kita sudah terbangun dari kesadaran rendah, hati yang buta dapat melihat kembali. Dengan sendirinya kita dapat menyaksikan pembimbing sempurna tadi di dalam hidupnya.

Mengapa dalam sila pertama Pancasila harus berketuhanan dulu ? Tanpa ketuhanan semua menjadi mati tidak hidup karena Tuhan merupakan hidup itu sendiri ! Sekarang orang beragama tanpa ketuhanan maka agamanya menjadi mati tidak berjiwa, dan mereka akan berubah menyembah agama bukan menyembah Tuhan, atau primodial sempit. Kalau semua pemeluk agama sudah menyadari tentang ketuhanan masing-masing, tidak ada lagi pertentangan karena pertentangan itu hanya ada di kelompok bawah atau kesadaran rendah, dalam tataran kelompok “Kesadaran Ilahi” sudah tidak ada pertentangan dalam segala sesuatunya. Dengan Sila Ketuhanan sebagai sila pertama maka tidak ada lagi pertentangan antara satu dengan yang lain mengenai Tuhan yang melingkupi seluruh alam semesta ini.

Kalau sudah banyak jumlah penduduk Indonesia yang sudah ber-ketuhanan dalam tataran manusia yang manusiawi maka Pancasila sudah bisa menjadi pemersatu seluruh bangsa Indonesia, dan Indonesia sudah masuk dalam keadaan pencerahan dan kemakmuran.

Kalau kesadaran rendah yang menguasai rakyat Indonesia dan pemimpinnya maka keadaan Indonesia seperti hutan rimba. Rakyat dan pemimpin semua binatang (badannya manusia tetapi di dalamnya berisi sifat binatang) maka tidak akan ada kemakmuran atau kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, pembangunan Indonesia harus mengarah kepada kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia, bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya maka bumi Indonesia menjadi layak sebagai tempat tinggal manusia (surga dunia), bukan tempat bagi manusia jadi-jadian.
(Bagian Tiga)

Pada saat ini pembangunan fisik, teknologi, dan ilmu pengetahuan di dunia telah maju pesat, tetapi kondisi manusia menjadi jauh sekali dari kondisi manusia yang sempurna kemanusiaanya. Kita sekarang menjadi robot-robot hidup yang penuh dengan ketakutan-ketakutan yang diakibatkan oleh penemuan manusia itu sendiri, tidak mengarah kepada kedamaian dan ketenangan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh manusia yang sudah sadar. Mereka tidak tahu arah hidupnya, mereka menjadi budak-budak konsumsi dari apa yang mereka ciptakan sendiri, yang akhirnya hati mereka mati. Mereka terlalu mempertuhankan apa yang mereka ciptakan, mereka terlalu diperbudak oleh otak kiri mereka. Mereka tidak mempergunakan kemampuan otaknya secara sempurna, yaitu menggunakan otak kiri, otak kanan dan bawah sadar, serta kekuatan hati nurani.

Karena kebimbangan serta stress yang berkepanjangan, mereka tidak dapat menemukan jati dirinya. Diri mereka selalu dihubungkan dan dilekatkan dengan dunia luar. Semua yang ada di luar dirinya menjadi melekat dan memperbudak mereka, mereka menjadi budak dan terpenjara selama-lamanya.

Oleh karena, itu kita harus berani merubah tatanan yang sudah mapan dalam kegelapan dan kebodohan ini. Bangun dan sadar dari apa yang mereka sadari, bangkitkan kemampuan mereka, cukup dengan satu orang yang sudah sampai ke dalam kesadaran ketuhanan, dia dapat menggunakan kekuatannya untuk membangunkan manusia yang terlena dalam kegelapan.

Jadi, sila pertama dalam Pancasila merupakan pengikat dan pemersatu bangsa serta harus diresapi dan dijalankan serta diraih dalam kehidupan manusia sekarang ini. Baik secara pribadi, kemasyarakatan maupun dalam bernegara. Jika semua kehidupan manusia Indonesia dijiwai dan dilandasi oleh sifat ketuhanan maka negara pun akhirnya menjadi berlandaskan ketuhanan. Kalau semua lini kehidupan berdasarkan ketuhanan maka kemakmuran dan keharmonisan dengan alam sudah menjadi milik bangsa Indonesia, dengan sendirinya bangsa Indonesia akan adil dan makmur serta menjadi mercu suar dunia.

Untuk menjalankan sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ketiga Persatuan Indonesia, sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan, serta sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, semua ini dapat dilakukan jika manusia Indonesia meningkat sampai ke tingkat kesadaran manusia yang manusiawi. Jika manusia Indonesia masih belum berketuhanan maka sila-sila tersebut tidak dapat di jalankan karena mereka masih dalam kesadaran rendah dengan sendirinya mereka masih terpenjara oleh nafsu, ego, dan sifat-sifat rendah lainnya, tidak mungkin memikirkan orang lain, yang dipikir hanya dirinya sendiri saja.

Hanya manusia yang sudah berketuhananlah yang dapat melaksanakan sila-sila Pancasila dengan sebenar-benarnya. Inilah yang terpenting dalam bermasyarakat dan bernegara di Republik Indonesia, sebagai azas yang melandasi segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Pancasila diharapkan sebagai jalan hidup yang akan dapat mengatasi masalah yang paling mendasar dihadapi bangsa Indonesia, di samping Pancasila itu sendiri digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan pembangunan, ketertiban dan keamanan. Dengan begitu Pancasila akan dapat pula tetap menjadi falsafah dan ideologi bagi masyarakat Indonesia yang moderen.

Secara kreatif dan dinamis, Pancasila salah satu kunci Mengembalikan Jati Diri Bangsa mampu memadukan antara aspirasi masa depan, menyelesaikan masa kini dan memberi harga pada masa lalu. Perjalanan sejarah membuktikan Pancasila mampu memberikan dasar yang kokoh bagi kesatuan dan persatuan bangsa.

Kepada para pembaca dan sahabat Batavusqu yang kangen dengan tulisan baru Batavusqu silahkan ke tulisan selanjutnya

TULISAN BERIKUT ADA di BAWAH INI YA

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

202 pemikiran pada “Pancasila salah satu kunci Mengembalikan Jati Diri Bangsa

  1. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  2. mandor tempe

    Pancasila
    1. Ketuhanan yang maha Esa
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaaan permusyawaratan / perwakilan
    5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

    Hooreee
    Ternyata saya masih hafaalll

  3. Selamat malam Zipoer, salah satu aplikasi dari Pancasila adalah bekerja secara profesional. Profesional diukur dari besarnya tanggung jawab, Orang yang profesional dalam bekerja pasti senang mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar dari kantornya. Sebaliknya orang yang amatiran semakin besar tanggung jawab semakin malas ia mengerjakannya. Amatiran selalu berusaha menghindari tanggung jawab. Inilah bedanya yang paling jelas. Terima kasih Postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar.com

  4. Selamat malam Zipoer, salah satu aplikasi dari Pancasila adalah bekerja secara profesional. Profesional diukur dari besarnya tanggung jawab, Orang yang profesional dalam bekerja pasti senang mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar dari kantornya. Sebaliknya orang yang amatiran semakin besar tanggung jawab semakin malas ia mengerjakannya. Amatiran selalu berusaha menghindari tanggung jawab. Inilah bedanya yang paling jelas. Terima kasih Postingannya, Sukses untuk anda.

  5. Hallo, Apa khabar Zipoer ? salah satu aplikasi dari Pancasila adalah bekerja secara profesional. Profesional diukur dari besarnya tanggung jawab, Orang yang profesional dalam bekerja pasti senang mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar dari kantornya. Sebaliknya orang yang amatiran semakin besar tanggung jawab semakin malas ia mengerjakannya. Amatiran selalu berusaha menghindari tanggung jawab. Inilah bedanya yang paling jelas. Terima kasih Postingannya, Sukses untuk anda.

    1. Komentar yang baik, tidak datang dari asal membaca, tetapi resapan kalimat-perkalimat, untuk itu penghargaan tertinggi untuk bunda Sekar selalu saya berikan.

  6. tulisan yg sangat serius dan berisi pengetahuan yg jelas2 menjadikan Pancasila memang adalah satu2nya dasar dan sudah mendarah daging pada diri kita .
    terima kasih utk postingan yg baik ini, Mas.
    Salam.

  7. Absen hadirrrrrrrrrr (walau telat) ……. mari kita amalkan Pancasila dengan sungguh2 bukan hanya sekedar jargon dan formalitas. mudah2an banyak membawa perbaikan moral bangsa yang tengah terpuruk ini

  8. banyak yang melangar Panca sila, dan para pelangar pancasila harus di tumpas sampai keakar-akarnya. bukti bahwa Pancasila belom mampu meyelesaikan permasalahn moralitas. untuk perlu di bangun kehidupan beragama yang baik . apakah pancasila mampu mengembalikan jati diri bangsa. sepertinya harus belajar agama dulu dah baru bisa pancasilais.

    Untuk masukan blog ini banyak sekali gbrnya sehinga sangat sulit masuk ke kotak koment. tolong di kurangi gbrnya mas. moga di perhatikan

  9. Sila pertama: Hidup Pak Zipoer
    Sila Kedua : Semoga Sukses
    Sila Ketiga : Salam 69
    Sila Keempat : Selamat Sore
    Sila Kelima : hahahahahahaha..akhirnya bs nyepam di sini juga..

  10. Assalamu’alikum,
    Terima kasih Pak Zipoer, atas kunjungannya ke rumah baru saya. Membuat tulisan blog yang bermanfaat bagi orang banyak, berbagi ilmu dan pengetahuan yang berguina bagi siapa saja, bisa jadi sebagai salah satu wujud cinta kita kepada bangsa ini dengan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain.

    1. Wa’alaikumsalam,
      Terima kasih bunda Dewi yang menyempatkan diri untuk hadir ditengah-tengah kesibukan bunda, semoga bunda diberi kesehatan yang hakiki ya
      Salam Takzim Batavusqu

  11. Salam NKRI, ZIp!

    Yeah!
    Rupanya bangsa ini masih belum bisa menghayati Pancasila.
    P4 sudah lama dicekokkan, reformasi bergulir igel-igelan.
    Bangsa ini baru bisa-bisanya merubah kata atau nama.
    Merubah yg bagus jadi jelek,
    Merubah yg jelek jadi bagus.
    Ada di sini:
    http://islamabangan.wordpress.com/2009/10/13/blog-celebration-artikel-ke-100/#comment-2379

    Perubahan nama bagai hal yyg sangat perlu. Penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan, menaikkan harga disebur menyesuaikan, ABRI menjadi TNI, Polri dipisah dari TNI, perubahan departemen, perubahan daerah, serta banyak lagi yg boten-boten spt “Harpitnas”.

    Kurasa banyak juga yang geregetan liat lenggak-lenggok reformasi ini. Sebenarnya reformasi bergerak karena sesak mencium uap korupsi. Lalu setelah Reformasi disilahkan bergerak yang diuyak-uyak koq perubahan kata-kata di atas, bahkan kata WTS dibagusin jadi PSK, sementara KPK belakangan ditukang-tukangin sepantasnya dgn pro-kontra dan yg sekarang diuyak-uyak pula supaya mandul. Wuelehhh banget …! Kan?

    Biarlah dulu begitu. Mari kita tonton bersama sampai dimana mereka yg terhormat itu menguras Negara ini, dan apakah kurasan itu adalah jaminan kebahagiaan?

    Salam Damai!

    1. Dooh hampir menandingi tulisan nih, diteliti gaya bahasanya sangat prugal, hingga kehati-hatian diperlukan dalam membaca. Penuh nasihat dan sindiran, terima kasih om telah mampir dan memberikan oleh-oleh yang sangat berguna

  12. bri

    ini kok akang akang sama teteh teteh iaa^^
    dede dedeanya kok gak ada sih..ahahay
    salamkenal iaa akang daribri
    __selamatpagii future__

      1. bri

        selamat pagii kang selamat pagii teteh^^
        kang atau om iaa
        bri ikuutt maen sepeda ontel boleh?
        biaar badan tetap fit dan bertenaga..ciiat^^

  13. Panjang lebar ya…Kalau saja semua org bisa memaknai PancaSila, Poin pertama saja kita sdh di haruskan Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa, kalau Sila pertama saja sudah dijalankan betul2, maka Sila2 selanjutnya akan menjadikan Indonesia ini Jati Dirinya menjadi lebih baik, JIKA dijalankan oleh para Pemimpin dan Rakyat di Negeri ini. Terima kasih Kang tulisan yg bagus, Salam Takzim…

    1. yusupman

      setuju sekali nich komengnya…betul sekali mnrt pndpt saya jg bgt..jadi sila pertama adalah benang merahnya yang akan membuka semua pintu lebar-lebar pada sila2 berikutnya..sebagai pintu tentunya kita tidak akan mudah begitu saja melewati sila berikutnya tanpa harus membuka sila pertama sbg kunci utama.Pancasila akan tidak bermakna kalau sila pertama hilang atau di samarkan,karena sila pertama adalah point centernya..mungkin ada penjelasan detilnya lg..sekedar opini pribadi nich pak…

  14. Assalamu’alikum,
    Terima kasih, berarti Bapak telah membeli dan membaca buku saya, mohon maaf, bila masih terdapat kekurangan dalam buku itu, karena saya masih dalam tahap belajar. Pak, InsyaAllah kalau kita mencobanya dengan kesungguhan hati, kita bisa mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Bila ada yang mau dibicarakan tentang buku tsb, kirimkan saya email, InsyaAllah saya akan menjawabnya sebisa saya, atau InsyaAllah kita bisa bicara melalui YM. (Dewi Yana)

    1. Terima kasih, atas kesempatan yang diberikan untuk hadir di malamnya umat Islam, jika nanati ada yang ingin saya diskusikan pastinya saya akan email bunda.
      Salam

  15. Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamu’alaikum

    Kembali menyatukan silaturahmi. maaf terlewat kunjungannya kerana .. iya sibuk seperti biasa. Mudahan jati diri bangsa pada setiap warga akan terus utuh dan kuku dengan semangat yang menyala untuk membangun dan memajukan negaranya. Salam mesra selalu.

  16. Assalamu’alaikum,
    Selamat Pagi Pak…. bagaimana bukunya? Ohya Pak, kalau mau bincang-bincang, tolong kunjungi blog baru saya saja, bila saya sedang online, klik saja, kita bisa komonikasi via YM. (Dewi Yana)

  17. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    1. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

      MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
      I Love U fuuullllllllllllllllllll

      1. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

        MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

        Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
        I Love U fuuulllllllllllllllllllll

        1. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

          MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

          Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
          I Love U fuuullllllllllllllllllllll

  18. Seperti nya nilai nilai Pancasila sudah lama ditinggalkan oleh semua orang yang… Kenapa aku bisa bilang seprti ini, karena salah satu murid didik ku sendiri yang mengatakannya….

    Mungkin jaamaan yang semakin modern ini, tingkat Etika sudah tidak ada ya ??

  19. yusupman

    Jati diri bangsa..mau di kemanakan…setelah di konteskan ya…smoga bisa mengangkat ke yang lebih bermartabat ya,,,Selamat malam semuanya ah…

  20. Numpang mampir mas, salam kenal…… Mas, mau tanya nih mas. Saya itu kalau mau mengamalkan Pancasila koq nggak bisa ya, masalahe aku bingung mau nyontoh siapa…. Ada nggak orang di dunia ini yang pancasilais. Apa pak karno, ato pak harto, ato kang boed, ato gus dur. Tolong diberitahu biar aku bisa nyonto.

  21. Wah Bang, baca tulisan ini saya jadi ingat kembali ke tahun 1980, saya ikut penataran P4 ( Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ) .Alhamdulillah saya masuk peringkat ke dua., tapi semuanya sekarang sudah lupa.
    Terima kasih Bang.
    Salam buat semuanya

  22. Aku C7 dgn yusupman,
    Pd 8 November 2009!

    Ketuhanan yg maha Esa adalah kunci Pancasila.
    Sialnya, yg sering dipertanyakan antara kita adalah “apa gamamu”, bukan “seberapa beragama kamu”. Dengan pertanyaan yg begitu-begitu maka hal berketuhanan yg maha esa menjadi jalan ditempat; Kosekwensinya maka sila-sila berikutnya menjadi sulit jalan.
    Itu pendapatku kepada yusupman!

    Salam Damai!

  23. Sesungguhnya Pancasila itu gagah.
    Sialnya sudah banyak yg menggagahinya.
    Biasanya sambil ketawa-ketawa empat-mata.

    Entah lah!
    Hrs dari mana lagi kita menggaungkannya; P4?
    Setidaknya pribadi lepas pribadi mawas (ehm, apaan tuh) diri.

    Salam Damai!

      1. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

        MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

        Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
        I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  24. hadiirrrrrrrr… lageeeeeeee….

    malam2 mengunjungi sahabat… setelah sekian lama tak bersua… Apa kabar sahabat?

    huaaaaaaaaa… panjang sakali sahabat, tapi ada hal yang mengganggu neh, terutama pembahasan di sila 1.

    “Semua agama di mata Tuhan adalah sama adanya” ==>> maksudnya apa ya…??? Aku bingung neh…!

    “Semua agama baik dan benar”===>> kalo semua agama baik saya setuju sahabat, tapi kalo semua benar ????

    mohon penjelasannya…

    cu…

  25. Berbeda suku, berbeda golongan dan agama
    Bhinneka Tunggal Ika kami yang pertama
    Bahu membahu, bimbing saling membimbing
    Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
    ————————————
    yos mengucapkan selamat hari pahlawan..

  26. Ping-balik: Pengumuman Non Kontes Pancasila Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | KangBoed

  27. Ping-balik: Pancasila salah satu kunci Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | KangBoed

  28. Ping-balik: Kholifah Bumi Sebagai Penghargaan Mengembalikan Jati Diri « CITRO MADURA

  29. Ping-balik: Amanat Dan Khianat Dalam Buku Kholifah Bumi | cas on the blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s