Aktivitas Ontelku

Minggu, 15 Nopember 2009

Pemirsa dan Sahabata Batavusqu yang baik hati

rsharapanMinggu ini aktivitas punggawa DeFOC kembali dipertaruh, karena seluruh punggawa harus hadir di Basecamp sebelum pukul 07.00 pagi, sehingga tanpa harus persiapan matang dan rencana hari sebelumnya kemungkinan akan tergesa. Alhamdulilah Batavusqu telah merencanakan sesuatunya mulai dari hari Sabtu, 14 Nopember 2009. Dari pengecekan ban, volume angin, Rem depan juga rem belakang pergerakan pedal, pergerakan stang sampai pemasangan badge nomor anggota..

Pemirsa dan sahabat yang berbudi

Sajian ini diposting sebagai ungkapan kebahagian yang tiada tara batavusqu, dalam mengisi week end kepada seluruh sahabat bahkan saudaraku pecinta budaya Indonesia. Sekaligus penyampaian sebuah kisah perjalanan unik antara pecinta sepeda lipat dengan pesepeda ontel.

Ya, pagi tadi puluhan pecinta sepeda lawas, telah berkumpul di halaman gedung Walikota Depok, yang juga merupakan basecamp batavus, gazella, humber, rumber, BSA, hercules, locomotip, phillis bahkan fongers, Raleig dan Altom juga tak ketinggalan modifan sepeda lawas berjajar rapi menunggu keputusan negoisasi para pemiliknya.

Sesuai dari rencana yang telah dibahas pada hari minggu lalu Fiets Ontel Community kota Depok yang tergabung dalam DeFOC, akan berwisata bareng dengan Vouwfietser Van Depok (VVD) atau yang diartikan sebagai Pesepeda Lipat Depok. VVD ini pimpinan om Uki Sudjono yang bermuara di komplek Griya Depok Asri bl G7/3 Depok mulanya mengundang DeFOC untuk bergabung menapak tilas Tempat bersejarah di Kota Depok berikut perjalanannya.

Sahabat yang berbudi

Tepat pukul 07.00 para punggawa hadir di basecamp dengan wajah-wajah merah menyala, menandakan semangatnya untuk menapak tilas tempat bersejarah di Depok bersama si kecil Seli yang bisa dilipat. Wuih ngga kebayang Ontel momong Seli atau Seli nandu Ontel.. entahlah.

Merupakan peristiwa baru di sejarah DeFOC yang akan menyanding VVD, mungkin ini awal dari perjalanan persahabatan dari pecinta sepeda yang ada di kota Depok. karena setelah Seli kita sentuh, minggu depan MTB juga akan kita raba. Ini merupakan strategi DeFOC untuk menebar virus sepeda di negeri Depok. Semoga perjalanan panjang pagi ini mengundang daya tarik tersendiri bagi masyarakat Depok dan sekitarnya.

Tepat pukul 07.45 rombongan VVD yang dipimpin oleh om Uki Sudjono dan om Yano bersama anggotanya ±20 an hadir di depan Polres Depok, untuk kemudian mengajak para punggawa DeFOC untuk melanjutkan perjalanan menuju Situ Pancuran Mas. Setelah saling bersalaman dan saling bertukar formasi kami Ontel Seli (Onse) berangkat dengan sebelumnya ada pengarahan dari om Nungki DeFOC dan om Uki VVD.

Iring-iringan panjang 52 roda menggelinding tanpa bising bersaing dengan bebek-bebek besi dan kuda bahkan zebra serta kijang besi peliharaan bang Alamendah memenuhi Margonda Raya, semarak klining ontel dan bel seli mengundang pesona para pejalan kaki dan para supir biru, berdecak bukan karena gatal berdehem bukan karena serak tetapi keluar karena terpukau, begitulah DeFOC yang setiap Minggu menebar pesona demi Depok tercinta.

Melintas ke arah Jl. Dewi Sartika kemudian berbelok ke arah studio alam, lanjut keperkampungan situ kami menggelindingkan roda tanpa keluh, karena kami cinta itu.. Walau harus bergoes berat saat ketemu tanjakan atau bergowel saat ketemu jalan datar dan menatap tajam kala ada persimpangan dan turunan. Ringan sama di Gowes, Berat sama dituntun itulah semboyan kami, samakah dengan si kecil seli tentu tidak.. Lanjutkan sahabat karena mu kami tahu..

Setelah sampai di titik pertama tempat legendaris situ pancuran mas, kami mendengarkan ulasan apa dan bagaimana situ ini terbentuk dan manfaatnya hingga kini tuturan disampai oleh om Yano yang memang sebagai chairman VVD. Sebagian punggawa manggut manggut bukan karena ngantuk tetapi kagum dengan penyampaian om Yano dan terpesona pada historis Pancuran Mas yang kini dikenal sebagai Pancoran Mas.

Perjalanan selanjutnya akan menuju Cagar Alam atau Hutan Raya Depok. Lokasi ini merupakan kebanggan bagi masyarakat depok, karena keaslian hutan masih terjaga hingga kini, semoga tetap terlindung hingga akhir nanti. Kembali rombongan ONSE meniti aspal berlubang untuk menuju ke lokasi tersebut, sesampainya di lokasi kembali om Yano membentang historis Cagar Alam dari awal pendirian 31 maret 1913 hingga menguak tanaman yang ada didalamnya seluas ±6 Hektar. Sungguh penuturan yang mahal, kalau kita mengundang guide. Sesempat waktu para punggawa mengabadikan Cagar Alam Pertama di Indonesia dengan berfoto bersama.

Rombongan orange VVD kembali mengarahkan ONSE menuju Pusat Kontrol Gardu Listrik di Stasiun Depok. Tempat ini merupakan pemasok listrik untuk perumahan dan Pemasok Listrik KRL tentunya, demikian om Yano mengungkap. Konon bangunan Pusat Kontrol Gardu Listrik diriles tahun 1900 dengan ciri bergaya Art DeCO. Sangat kokoh dan kuat sekali sampai-sampai usianya yang sudah 1 Abad lebih tak ada yang luka diterpa terik dan hujan, angin dan badai. Dan ini merupakan TP 3 bagi DeFOC dan TP 4 bagi VVD.

Setelah puas menyaksikan kebesaran gedung Art Deco, rombongan ONSE kembali menyisir setapak jalan melintas stasiun depok lama yang konon di stasiun ini perdagangan kongsi cina dan hindia bermula. Stasiun yang cukup padat manusia di kala pagi dan membeludak dikala senja, karena merupakan tepian krl ekonomi, express, ekonomi AC dan perlintasan Pakuan Bogor. Permisi pak KS kami tidak ingin berkereta hari ini tapi kami hanya menebar virus, semoga berkenan..

Sekelebat stasiun dilewati tak mampir juga tak nyentuh rombongan menelusuri jl Kartini terus berbelok ke Jl Pemuda dengan tujuan utama pada titik poin 4 bagi Ontel dan TP 5 bagi Seli. Di TP ini terdapat bangunan tua yang sekarang oleh Pemerintahan setempat dijadikan rumah sakit harapan. Konon gedung ini dibangun oleh Cornelis Chastelein anak dari Anthonie Chastelein kebangsaan perancis yang bergabung dalam VOC jaman penjajahan.

Kembali wartawan DeFOC mengabadikan kami, sebagai bahan cerita di keluarga bahwa batavus, relight, gazella, locomotif, phillips, humber, rumber bsa, pernah bertengger bersama di gedung tua Depok. Puas kami membawa makna tersendiri, terlebih atas srikandi om Adi Koswa yang satu-satunya srikandi yang menapak tilas negeri Depok. Sukses nte Adi semangatmu menjadi torehan jiwa dan kiasan kata..

Masih belum selesai perjalanan ini, ada 3 titik lagi sasaran VVD menyelusuri tempat bersejarah, masih kuat saudara, serentak punggawa teriak masih, bahkan om heri sadewa histeris, sepanjang jalan teriak tombo ngantuk, senyum kami melihatmu om.. Berlanjut menuju TP 4 bagi DeFOC dan TP 5 bagi VVD, yaitu hanya melintas di Seminarie sekarang menjadi gereja Pasundan Depok. Sekolah ini dahulu merupakan sekolah Tinggi pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1878, sisa-sisa bangunan lamanya sudah tidak tampak karena sudah dipoles dibeberapa sudut.

Kemudian perjalanan melaju dengan pasti menuju TP akhir bagi DeFOC dan TP 6 bagi VVD menuju Makam Tua tempat para belanda depok beristirahat terbentuk pada tahun 1700_an,  lintasan jl pemuda menembus jl. tole iskandar kemudian berbelok kearah jl. Dahlia. Disamping Lapangan Bola berserak gundukan sebagai makam para kerabat dari Cornelis Chastelein. VVD akan mengakhiri perjalannya melintas di jembatan Panus yang menghubungkan depok dengan Bogor karena terpisah dengan kali besar Ciliwung.

Sementara punggawa DeFOC mengakhiri perjalanannya disini yaitu di pemakaman kerkhof, maapkan kami seli, perjalanan persahabatan harus berhenti disini, karena kami maklum dengan usia, dan sadar dengan putihnya rambut, tak mungkin melaju diatas matahari yang sudah membentuk sudut 80° terhadap bumi. Sekali lagi terima kasih om Yano penjelasanmu menjadi coretan panjang bagi kami. Salam untuk pecinta pesepeda lipat Depok yang hari ini belum berkesempatan touring Sukses VVD. Semoga di lain kesempatan bisa bersama lagi, dan kepada para punggawa kami puas bersama DeFOC pulih kami adalah karenamu.

Ada 6 tempat bersejarah yang batavusqu kunjungi sebagai oleh-oleh perjalanan napak tilas tempat bersejarah di kota Depok, semoga para pemirsa dan sahabat batavusqu berkenan. Khusus penggemar pesepeda lipat dan juga sahabat batavusqu mbak Didie postingan ini dipersembahkan agar VVD menjadi catatan tersendiri.

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

76 pemikiran pada “Aktivitas Ontelku

  1. Dangstars

    Wah..semakin hidup ontelnya nih…..
    iring-iringan itu yang bikin semangat dan rame-ramenya….
    Sambil ngeceng ..
    Kiiikkkiiikkkkk

  2. Salam. Sudah lama sekali tidak pernah berkunjung karena kesibukan yang luar biasa di sekolah. Senang sekali bisa mengikuti kegiatan melintas jalan dengan naik sepeda. Petualangan yang sangat mengsyikkan. Dan saya juga senang dapat membaca cerita tentang itu. Salam dan sukses selalu.

  3. sedjatee

    salam jumpa Mister…. dah lama nggak ngontel ke blog ini, makin rame aja tulisan tentang pernikahan adat… semoga Mister semakin rajin mengontel batavus-nya, mendalami adat istiadat pernikahan di nusantara tercinta… salam sukses Mister…

    sedj

  4. Siti Fatimah Ahmad

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

  5. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    1. KangBoed

      RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk

      MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
      I Love U fuuullllllllllllllllllllll

      1. Batavusqu

        Terima kasih Kang Boed, atas kehadirannya, sungguh memukau kalau KangBoed Hadir, seakan ruang tertata botol kuning dan hejo. Salut euy

  6. Saya baru ngeh ternyata Kang Zipoer tuh dari Depok… Saya juga dari Depok Kang, komplek Sukatani, dari Gassalam masuk ke dalam… kalau naik ontel hati2 ke arah sana, banyak jalanan berlubang dan kondisinya naek turun…

    Itu Pusat Kontrol Gardu Listrik hebat lama dibangun tapi masih beroperasi sampai sekarang… jadi pengen tahu dalemannya masih ada apa aja…

  7. Weekend yg sangat asik dan membahagiakan, Mas.
    pada saat kita melakukan sesuatu yg kita senangi,
    pasti bisa lebih menikmatinya ya.
    keep on riding your onthel,Mas Zipoer……………..
    salam.

  8. Ping-balik: Kiriman Malam Dari Kang Casrudi « Batavusqu

  9. Ping-balik: Aktivitas Minggu Pagi « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s