Kujang; Ajimat Raja Pasundan

Senin, 18 Januari 2010

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca

Sebagai informasi gratis mengenai senjata tradisional masyarakat budaya Indonesia kedua adalah Kujang, ya kujang adalah salah satu senjata tradisional masyarakat sunda, yang memiliki nilai budaya yang cukup diperhitungkan oleh para pengamat budaya. Kujang satu-satunya senjata yang hanya dimiliki oleh masyarakat sunda, untuk itu marilah kita ketahui lebih jauh senjata yang satu ini.

Dengan tetap menyisip pesan; tersaji bukan untuk dipuji apalagi dihina melainkan tersaji untuk diketahui dan diperbaiki.

Dari judulnya sudah terbersit dalam ingatan bahwa kujang adalah senjata tradisional provinsi Jawa Barat. Senjata ini kenapa dikenal dengan nama Kujang, karena hampir mirip Bentuknya dengan sabit atau celurit. Namun, ada kelainan pada bagian punggungnya yang berlubang. Mulanya senjata ini dipergunakan pada abad ke-4 sebagai alat kebutuhan pertanian. Akan tetapi pada pada abad ke-9 masehi, nilai kujang menjadi sakral. Pada masa ini, kujang dipergunakan sebagai senjata pusaka oleh Raja-raja di tanah Pasundan. Senjata ini diyakini memiliki kekuatan magis, dan sanggup memberi wibawa dan kesaktian bagi pemiliknya.

Kujang adalah senjata yang penuh dengan misteri. Dikatakan demikian karena banyak yang meyakini di dalam Kujang terdapat sebuah kekuatan magis dan sakral. Bagi kebanyakan orang-orang Sunda, Kujang dianggap tak sekadar senjata biasa. Melainkan senjata yang memiliki “kekuatan lain” di luar nalar manusia. Bagi orang-orang Sunda yang tak meyakini adanya kekuatan lain (gaib) dibalik Kujang pun, pasti akan memperlakukan Kujang dengan istimewa. Setidaknya menghargai Kujang sebagai hiasan rumah, bahkan cinderamata. Di sinilah nilai kewibawaan senjata Kujang dibuktikan.

Kujang memang memiliki nilai-nilai filosofi bagi orang-orang Sunda Kuno. Dan proses penciptaannya sangat berkait erat dengan kebutuhan akan kekuatan lain dari sebuah senjata. Muasal Kujang sendiri sebenarnya terinspirasi dari sebuah alat kebutuhan pertanian. Alat ini telah dipergunakan secara luas pada abad ke-4 sampai dengan abadke-7 Masehi. Ketika itu bentuknya lebih mendekati figure arit atau celurit. Barulah pada abad ke-9, wujud Kujang mulai berwujud seperti yang kita lihat sekarang. Sejak itulah image masyarakat soal Kujang telah berubah.

Azimat Raja-Raja

Nilai Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat, pertama kali muncul dalam sejarah Kerajaan Padjadjaran Makukuhan. Tepatnya pada masa pemerintahan Prabu Kudo Lalean. Sejak itu, Kujang secara berangsur-angsur dipergunakan para raja dan bangsawan Kerajaan itu sebagai lambang kewibawaan dan kesaktian. Suatu ketika, Kudo Lalean tengah melakukan tapa brata di suatu tempat. Tiba-tiba sang prabu mendapat ilham untuk mendesain ulang bentuk Kujang, yang selama ini dipergunakan sebagai alat pertanian.

Anehnya, desain terbaru yang ada di benak sang Prabu, bentuknya mirip dengan Pulau “Djawa Dwipa”, yang dikenal sebagai Pulau Jawa pada masa kini. Nah, setelah mendapat ilham itu, segera prabu Kudo Lalean menugaskan Mpu Windu Supo, seorang pandai besi dari keluarga kerajaan. Ia diminta membuat mata pisau seperti yang ada di dalam pikiran sang Prabu. Mulanya, Mpu Windu Supo gusar soal bentuk senjata yang mesti dibuatnya. Maka sebelum melakukan pekerjaan, Mpu Windu Supo melakukan meditasi, meneropong alam pikiran sang prabu. Akhirnya didapatlah sebuah bayangan tetang purwa rupa (prototype) senjata seperti yang ada dalam pikiran Kudo Lalean.

Setelah meditasinya usai, Mpu Windu Supo memulai pekerjaannya. Dengan sentuhan-sentuhan magis yang diperkaya nilai-nilai filosofi spiritual, maka jadilah sebuah senjata yang memiliki kekuatan tinggi. Inilah sebuah Kujang yang bentuknya unik, dan menjadi sebuah objek bertenaga gaib. Senjata ini memiliki 2 buah karakteristik yang mencolok. Bentuknya menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di suatu tempat pada mata pisaunya. Inilah sebuah senjata yang pada generasi mendatang selalu berasosiasi dengan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan. Bentuk Pulau Jawa sendiri merupakan filosofi dari cita-cita sang Prabu, untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil tanah Jawa menjadi satu kerajaan yang dikepalai Raja Padjadjaran Makukuhan.

Sementara tiga lubang pada pisaunya melambangkan Trimurti, atau tiga aspek Ketuhanan

dari agama Hindu, yang juga ditaati oleh Kudo Lalea. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada Brahma, Vishnu, dan Shiva. Trinitas Hindu (Trimurti) juga diwakili 3 kerajaan utama pada masa itu. Kerajaan-kerajaan itu antara lain Pengging Wiraradya, yang berlokasi di bagian Timur Jawa; Kerajaan Kambang Putih, yang berlokasi di bagian Utara Jawa, dan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan, berlokasi di Barat.

Berubah Bentuk

Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi mendatang. Model-model yang berbeda bermunculan. Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat, Kujang telah mengalami reka bentuk menyerupai huruf Arab “Syin”. Ini merupakan upaya dari wilayah Pasundan, yakni Prabu Kian Santang, yang berkeinginan meng-Islamkan rakyat Pasundan. Akhirnya filosofi Kujang yang bernuansa Hindu dan agama dari kultur yang lampau, direka ulang sesuai dengan filosofi ajaran Islam. Syin sendiri adalah huruf pertama dalam sajak (kalimat) syahadat dimana stiap manusia bersaksi akan Tuhan yang Esa dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Dengan mengucap kalimat syahadat dan niat di dalam hati inilah, maka setiap manusia secara otomatis masuk Islam.

Manifestasi nilai Islam dalam senjata Kujang adalah memperluas area mata pisau yang menyesuaikan diri dengan bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan kesetiannya kepada Islam dan ajarannya. Lima lubang pada Kujang telah menggantikan makna Trimurti. Kelima lubang ini melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam). Sejak itulah model Kujang menggambarkan paduan dua gaya yang didesain Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang. Namun wibawa Kujang sebagai senjata pusaka yang penuh “kekuatan lain” dan bisa memberi kekuatan tertentu bagi pemiliknya, tetap melekat.

Dalam perkembangannya, senjata Kujang tak lagi dipakai para raja dan kaum bangsawan. Masyarakat awam pun kerap menggunakan Kujang sama seperti para Raja dan bangsawan. Di dalam masyarakat Sunda, Kujang kerap terlihat dipajang sebagai mendekorasi rumah.

Konon ada semacam keyakinan yang berkait dengan keberuntungan, perlindungan, kehormatan, kewibawaan dan lainnya. Namun, ada satu hal yang tak boleh dilakukan. Yakni memajang Kujang secara berpasangan di dinding dengan mata pisau yang tajam sebelah dalam saling berhadapan. Ini merupakan tabuatau larangan. Selain itu, tidak boleh seorangpun mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 Kujang dalam posisi tersebut. Kabarnya, ini akan menyebabkan kematian terhadap orang tersebut dalam waktu 1 tahun, tidak lebih tapi bisa kurang.(Waulahu’alam)

——————————————————————————————————————

Sumber Foto http://elangtimurdanfigurdelapan.files.wordpress.com/2009/03/kujang.jpeg

Salam Takzim Batavusqu

|warisan Telukabessy|1 Suro di Cirebon||1 Suro di Tuban|Kado|
Gunung Kemukus|Rambu Solo|Hari Ibu|Ritual Ngaben|Ritual Gimbal|Natal|Natal Tante Alexa|Zipoer7 VS Batavusqu|Tradisi Bayi Turun Tanah 1|Tradisi Bayi Turun Tanah 2|Tradisi Bayi Turun Tanah 3|Tradisi Bayi Turun Tanah 4||Tradisi Bayi Turun Tanah 5|Ada kutu di WordPress|Kutu Bikin Gatel|9 Hari Pertama|Pengantar Puasa Senin Kamis|Ritual Puasa Senin Kamis 1|Ritual Puasa Senin Kamis 2|Ritual Puasa Senin Kamis 3 (habis)|KutuBacaBuku Di Batavusqu|Informasi Senjata Gratisss|Golok bukan Go! Blog|

132 thoughts on “Kujang; Ajimat Raja Pasundan

    1. Selain sebagai nama senjata Kujang ada pula yg dipakai untuk nama kampung atau perusahaan seperti :
      1. Nama kampung; Parungkujang, Cikujang, Gunungkujang, Parakankujang.
      2. Nama Tangtu Baduy; Tangtu Kadukujang (Cikartawana), Sanghyang Kujang (Undak ke-3 pamujaan Baduy di Gunung Pamuntuan).
      3.Nama perusahaan; Pupuk Kujang, Semen Kujang, dsb.

      1. Memang kesaktiannya memberi makna tersendiri bagi yang menggunakan nama ini ya kang, terimakasih perbendaharaan katanya kang saya juga baru sadar padahal kenal lama tuh sama semen kujang dan pupuk kujang

  1. senjata ini yang saya pengen liat aslinya Mas, duh sedih sekali belum pernah he he. Terima kasih sekali atas paparannya yang cukup detil ini.

    Oh ya, tolong Mas kirim biodata dan nomor telpon serta nama domain yang akan digunakan untuk saya daftarkan dan aktifkan. Mohon dikirim by email ya !!! Terima kasih atas perhatian MAs Batavusqu.
    Salam hangat selalu.

  2. Orang2 jadul memang ada-ada saja kepercayaannya, ckckck…*geleng2*
    Rumah saya, senjata peninggalan almarhum bapak saya masih ada, antara lain tombak, panah&busurnya, pedang. Tapi insya Allah bapak saya tidak meyakini hal yang aneh2…wallahua’lam

    1. Kesan Jadul ngetrend banget ya, baik dari segi tradisi maupun adatnya,
      Itu peninggalan disaranin kirim ke museum saja ka, agar menambah perbendaharaan museum hehehe hanya saran

  3. Jimat = siji sing dirumat (satu yang dipelihara baik-baik).

    Aslinya, seperti kata kang zipoer7 adalah alat pertanian. Saya pernah melihat dan mengamati barang itu di Tuban – Jawa Timur. Mulanya saya pikir Kujang, tapi masyarakat Tuban mengatakan bukan. Mereka bilang, barang itu adalah alat pertanian tempo dulu yang sekarang sudah tidak digunakan. Deskripsi barangnya persis seperti uraian kang zipoer7.

    Jadinya saya menghubungkan dengan sebutan Hujung Galuh dalam narasi sejarah abad 7-14 yang merujuk kota Surabaya sekarang. Jangan-jangan sebenarnya pengaruh kebudayaan Pajajaran memang hingga ke ujung Jawa Timur. Buktikan saja di Tuban.

    Terimakasih untuk postingan hebat.

  4. Sebagian org sunda meyakini, kalo kujang merupakan simbol ajaran ketuhanan tenang asal usul alam semesta yang dijadikan dasar konsepsi sistem ketatanegaraan Sunda purba. Bentuknya merupakan manifestasi wujud manusia sebagai ciptaan yang sempurna. Wujud kujang merupakan manifestasi alam semesta.

    1. hehehe, sebagian orang berpikir seperti itu bang, itu dulu bang kalau sekarang kujang hanya sebagai penghias dinding bang. Terima kasih bang mandor atas ulasannya

    1. Pembuatannya hampir sama dengan keris golok atau senjata lain, ditempa di panasi ditempa lagi dan seterusnya hingga terbentuk sebuah kujang. Simak kedepannya ada keris dan proses nya

  5. info baru buat saya mas Zipoer, biasanya tahu Kujang ya Tugu Kujang di Bogor :D tapi aku paling tidak setuju dengan mitos2 apapun bentuknya. hidup dan mati hanya Allah SWT yang menentukan.
    mudah2an senjata tradisional makin dikenal, asal bukan mitosnya, hehe.

  6. Alhamdulillah, baru kali ini saya tahu riwayat senjata tradisional Kujang. Bisa saya jadikan referensi nih Mas Zipoer.
    O ya, terimakasih atas sambutan hangat dari Mas Zipoer dengan memasang link blog saya (wywid). Namun bolehkah saya betulkan sedikit? alangkah berterimakasih sekali jika ditulis Rachmad Widodo.
    Semoga tali silaturahmi ini tidak akan terputus.Amin.
    Salam hangat jabat erat dariku.
    Rachmadwidodo’s Weblog
    http://wyw1d.wordpress.com/

    1. Wakakakak karena ketidak tahuan nama blog seenaknya ditulis Wywid, yang ternyata Rachmad Widodo, maapin ya sayang langsung diperbaiki deh. Tanks ya warnannya hari ini

  7. Berkunjung ke rumah sahabat salam kenal dan semoga sering menulis perjalanan kisah sejarah Raja Pajajaran. Kujang memang menjadi andalah pusaka orang Sunda itu dulu, kalau sekarang ya bangsawan/menak saja yang masih mempunyai senjata ini.

    1. di postingan PEREBUTAN TOP KOMENG ada pengumuman bahwa baru bisa setelah tanggal 15 januari.. dan bener saja baru tadi sempet dan besok baru di kirimkan

  8. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  9. Berkunjung menjelang pagi hari untuk sahabatku.

    Pengupasan tentang senjata asal daerah sangat dibutuhkan bagi generasi muda sekarang ini agar dapat melestarikan budaya bangsa ini.

    Cerahkan hati dengan pancaran sinar Illahi
    Tebarkan kedamaian dengan cinta kasih dan kelembutan.
    Tetaplah berkarya mengisi kreatifistas dengan pancaran cahaya Illahi
    Karyamu tetap dinanti…….

    1. Selamat pagi eyang, wah sepertinya eyang begadang nih, dini hari masih beranjang sana. Hati-hati eyang jaga kesehatan dengan tetap tidur untuk 1/3 hari eyang..
      Terimakasih ya eyang

  10. Setiap daerah punya senjata/pusaka andalan yang dulu dipakai oleh para raja, ksatria. Dalam perkembangannya, raja atau ksatria jaman sekarang juga sering memakai ketika melangsungkan pernikahan. he he he
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Betul pakde, untuk beberapa daerah masih menggunakan selipan senjata dipinggang pada saat melangsungkan pernikahan, tapi betawi sudah tidak pakde hehehe
      Terima kasih pakde atas warnanya

  11. Salam kenal, kang.

    Trima kasih ulasannya tentang kujang. Jadi tahu lebih detil senjata tradisional dari Pasundan.
    Elok dan luar biasa.

    Salam Indonesia..

  12. karena saya kelahiran jawa tengah,jadi belum mendalami tentang kujang,
    Yang saya koleksi ya keris,tombak dan badik (berdasarkan katalog dari Musium Pusaka TMII dibuat sekitar abad XV).
    sebagian besar benda tersebut dari ayah saya,karena beliu sudah sepuh,saya simpan dan saya rawat.
    saya mengagumi benda tersebut bukan dari sisi mistisnya ,tapi melainkan dari sisi metalurginya,saya kagum pada nenek moyang kita yang berabad2 lampau telah mampu menguasai ilmu metal yang sangat tinggi,sehingga tercipta berbagai pusaka dengan bermacam2 pamor dan dapur keris, tombak yang sangat indah.

    1. Selamat datang om Gun di zipoer7, ulasan om gun menjadi referensi tambahan saat saya memposting keris om, tanks atas kunjungannya om, semoga berkenan

  13. sampurasun……………
    punteun bd tumaros saalit kang, tiasa?
    naon benteunna liang tilu sareng liang opat dst nu ay dina kujang?
    nuhun

  14. kujang adalah senjata kekayaan untuk terhindar dari makan badan sendiri atau ilmu sendiri dan mengkuatkan ilmu kanuragan silat laki laki agar kuat dan tak terkalahkan menurut primbon pasundan ancol.jakarta jembatan simanis.artinya jang jang yang asuk dong aah.jang jang masuk dong ah.

  15. kang maav gk bisa bahasa sunda salam kenal saya aziz dari jakarta saya menemukan kujang yang tak sengaja saya temukan di bawah pot dekat tempat saya dan teman teman saya bermain saya bingung dengan sejarah atau ke istimewaan kujang tersebut saya simpan di dalam dompet saja ukurannya kecil sih. kurang lebih 10 CM warnanya emas kang tolong di perjelas kalo bisa sms 081298817520

  16. kang mun tiasa damel ukuran anu alit atanapi anu ageung supados janten cendera mata, janten generasi salajengna terang naon ari kujang teh sareng timana supados urang sunda teu hilap kana jatidirina………nuhun kang

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s