Wilayah Betawi Pinggiran

Jum’at, 30 Maret 2010

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang budiman

Keberadaan saya sejak lahir hingga kini selalu bernapas di tanah wilayah Jakarta pinggirin, yang beberapa sahabat menyebutnya betawi pinggiran.  Sehingga prilaku kehidupan saya nyaris terpengaruh oleh budaya betawi pinggiran. Untuk mengetahui secara dalam makna wilayah betawi pinggiran, perkenankan saya mengajak sahabat menyelam kedalamnya.

Sebuah penelitan pada tahun 1989-1990 dan 1991-1992 menunjukkan bahwa penduduk asli kota Jakarta yang biasa dipanggil sebagai orang Betawi dapat dibedakan atas macam-macam kelompok. Mereka cukup berbeda dalam arti latar belakang sosial-ekonomi serta lokasi distribusi sebagai akibat perjalanan sejarah yang berbeda. Untuk istilah yang sering dikenakan pada kelompok ini, kami menggolongkan mereka sebagai Betawi Tengah, Betawi Pinggir dan Betawi Udik. Perlu dicatat bahwa pembagian ini sermata-mata untuk kepentingan dan kemudahan analisa, kenyataannya adalah adanya kelompok-kelompok Betawi ini perlu disadari dan ditekankan dalam melaksanakan penelitian.
Adapun keberadaan kelompok-kelompok Betawi ini sendiri bukanlah hal yang baru. Masalahnya amat sedikit pengamat yang menyadarinya, dan lebih sedikit lagi dari mereka yang mempedulikannya. Salah satu penyebabnya adalah bahwa para pengamat ini menganggap bahwa kelompok satu adalah tipikal Betawi sedangkan kelompok lainnya bukan Betawi.
Orang Betawi yang hidup di daerah kota dipanggil “Betawi Kota”, mereka menyebut dirinya sebagai penduduk asli kota Jakarta. Orang Betawi yang ada di pinggiran kota Jakarta dinamakan ‘Betawi Ora’. Dalam sudut pandang saya, orang “Betawi Ora” adalah yang seharusnya “sebagai penduduk asli kota Jakarta karena mereka yang secara ketat dan konsisten menyandang tradisi Betawi, sementara orang Betawi Kota amat dipengaruhi oleh tradisi di luar keBetawian sehingga cara hidup mereka berbeda dari “Betawi Ora”.
Sumber-sumber tertulis yang ada mengenai Betawi tidak mempersoalkan kelompok Betawi mana yang mereka bicarakan. Akibatnya kesimpulan-kesimpulan yang ditarik bersifat generalisasi walau pun sebenarnya yang mereka bahas adalah kelompok Betawi tertentu. Padahal hasil penelitian kami tersebut membuktikan bahwa mengabaikan kenyataan adanya kelompok-kelompok Betawi, telah membawa pada kesimpulan-kesimpulan yang tidak representatif tentang Betawi sebenarnya, yang pada gilirannya membawa pada stereotipe negatif tentang kelompok ini tidaklah mengherankan kalau kesimpulan-kesimpulan yang ditarik ini kurang dapat diterima oleh orang Betawi sendiri karena kebetulan mereka tidak berasal dari kelompok yang diteliti. Sampai dengan beberapa waktu yang lalu diantara orang Betawi masih amat terbatas persepsi keBetawiannya.
Sebagai tradisi Betawi, yang ini juga termasuk tradisi Betawi karena tradisi ini dipakai oleh orang Betawi sebagai ekspresi ragam kehidupan mereka sehari-harinya, tetapi ini adalah pandangan pengamat yang berbeda dari pandangan orang Betawi sendiri seringkali tidak mau mengakui itu sebagai bagian dari tradisi Betawi. Orang Betawi Tengah misaInya tidak mengakui tradisi orang Betawi Pinggir dan sebaliknya.
Sehubungan dengan hal keBetawian, maka dirasakan penting untuk melukiskannya secara singkat macam-macam kelompok Betawi yang ada sehingga gambaran tentang ragam keBetawian haruslah jelas.
Dengan demikian kalau orang berkesimpulan tentang orang Betawi maka harus jelas untuk kelompok mana mereka bicara; sehingga kesimpulan mereka relevan hanya untuk kelompok yang ditulisnya. Uraian berikut mengenai Betawi Tengah, Betawi Pinggir dan Betawi Udik mencoba memberi kesempatan kepada pembaca untuk mengerti kelompok-kelompok ini dalam arti keBetawian.
Peta berikut mencoba memberikan lokasi persebaran kelompok-kelompok Betawi di Jakarta dan sekitarnya. Kalaupun di sini kami membuat penggolongan-penggolongan pada orang Betawi bukanlah berarti Betawi dipecah-pecah ataupun di beda-bedakan maupun mengingkari adanya Betawi sebagai satu kesatuan.
Penggolongan ini sekedar dimaksudkan untuk memperjelas masalah bila berbicara tentang Betawi sehingga tidak terbawa pada kesimpulan yang tidak representatif. Adapun penggolongan atas sekelompok orang merupakan hal yang biasa. MisaInya, orang Batak dapat dibedakan atas orang Batak Karo, Batak Toba, Batak Mandailing dan sebagainya begitu juga dengan orang Minangkabau yang juga dapat dibedakan atas orang pesisir, orang darat dan sebagainya. Orang Jawa seringkali dibedakan oleh para pengamat dalam dunia ilmiah maupun orang awam atas orang Jawa santri, Jawa priyayi dan Jawa abangan. Hal yang sama terjadi pada suku bangsa lainnya di dunia.
Pengelompokkan ini disebabkan karena mereka mempunyai gaya hidup ataupun kebudayaan yang berbeda-beda sehingga pengelompokkan ini akan sangat membantu dalam mengerti suku-bangsa yang bersangkutan.

BETAWI TENGAH

Populasi penduduk asli Betawi yang bermukim di daerah kota saat ini sedikit sekali. Kebanyakan dari mereka tinggal secara berkelompok dari satu keturunan atau kerabat. Saat ini mereka masih terlihat di daerah Sawah Besar, sebagian kecil di Taman Sari, Gang Ketapang, Kebon Jeruk, Krukut dan daerah Pekojan.
Sebagian dari mereka masih menganut beberapa gaya hidup tempo dulu. Hal ini dapat kita lihat pada acara-acara perkawinan, lebaran, khitanan, maupun didalam kehidupan mereka bermasyarakat.
Walaupun ada pergeseran budaya pada generasi muda Betawi, baik itu pria maupun wanita namun dalam soal agama mereka tetap memegang teguh, seperti mengaji bagi anak-anak usia belasan tahun, majlis ta’lim bagi kaum ibu dan tadarusan bagi kaum pria. Bahasa yang seringkali digunakan oleh mereka adalah dialek Betawi Tengah.
Mereka yang termasuk Betawi Tengah adalah mereka yang dalam sejarah perkembangan orang Betawi berawal menetap dibagian kota Jakarta yang dulu dinamakan keresidenan Batavia dan sekarang termasuk Jakarta Pusat. Lokasi ini merupakan bagian dari kota Jakarta yang paling urban sifatnya.
Bagian inilah yang dalam tahap-tahap permulaan kota Jakarta dilanda arus urbanisasi dan modernisasi yang paling tinggi. Salah satu akibatnya adalah orang Betawi yang tinggal di daerah ini adalah orang yang paling tinggi tingkat kawin campurnya bila dibandingkan dengan orang-orang Betawi yang tinggal di bagian pinggir kota Jakarta ataupun suku-suku lainnya di Jakarta.
Berdasarkan tingkat ekonomi mereka, orang Betawi yang tinggal di tengah-tengah kota Jakarta bisa dibedakan, orang gedong ataupun sebagai orang kampung. Pemberian istilah ini tampaknya berdasarkan tempat tinggal mereka. Dalam arti keBetawian maka keberadaan orang gedong disadari ataupun tidak akan kurang diakui oleh orang kampung. Tetapi tidaklah demikian halnya orang kampung, dikarenakan gaya hidupnya menyebabkan kehadiran mereka sebagai suku Betawi cukup dirasakan sebagai bagian dari tradisi.
Akibat lain dari proses modernisasi dan urbanisasi di bagian pusat kota Jakarta, maka banyak orang Betawi kota yang menjual tempat tinggalnya dan pindah ke bagian yang lebih pinggir dari kota Jakarta yang masih mempunyai harga tanah yang murah.
Daerah ini sebenarnya adalah domisili orang Betawi Pinggir. Oleh karena itu kini banyak orang Betawi Tengah yang terdapat di daerah Betawi Pinggir. Bahkan ada juga dari mereka yang pindah ke daerah Betawi Udik. Banyak dari orang Betawi Pinggir dan orang Betawi Udik tersebut tidak mengetahui bahwa tetangga baru mereka adalah orang Betawi juga tetapi karena mereka menyandang pola dan gaya hidup yang berbeda, orang Betawi udik menganggap mereka (Betawi pendatang.red.) sebagai kebudayaan Betawi yang kontras dengan image yang ada mengenai orang Betawi, maka orang Betawi Tengah (orang gedong) berpendidikan tinggi.
Banyak responden kami bahkan dari generasi yang lebih tua mempunyai pendidikan tinggi. Generasi sekarang bukan saja mencapai pendidikan universitas tapi bahkan banyak anak mereka yang sekolah di luar negeri.
Dan Mereka yang tergolong sebagai Betawi Udik menurut hemat kami adalah penduduk asli di sekitar Jakarta termasuk Bo-ta-bek. Dahulu daerah ini termasuk daerah administrasi Batavia, tetapi kini mereka termasuk daerah administrasi Jawa Barat (Iihat bagian terang pada Peta Batavia) . Oleh karena itu secara kultural mereka adalah orang Betawi tetapi karena perubahan batas administratif maka kini termasuk orang yang tinggal di daerah administratif Jawa Barat.

BETAWI UDIK

Ada dua tipe Betawi Udik, yaitu mereka yang tinggal di daerah bagian Utara Jakarta dan bagian Barat Jakarta maupun Tangerang, mereka sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Cina. Dan lainnya adalah mereka Yang ditinggal di sebelah timur maupun di Selatan Jakarta, Bekasi dan Bogor Yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Sunda.
Mereka umumnya berasal dari kelas ekonomi bawah Yang pada umumnya lebih bertumpu pada bidang pertanian. Taraf pendidikan mereka sangatlah rendah bila dibandingkan dengan tahap pendidikan yang dicapai oleh orang Betawi Tengah dan Betawi Pinggir.
Peran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari orang Betawi Udik berbeda dengan peran agama Islam di antara orang Betawi Tengah dan Betawi Pinggir di mana pada kedua kelompok Betawi terakhir tersebut agama Islam memegang peran yang amat sangat penting dan menentukan dalam tingkah laku pola kehidupan mereka sehari-hari.
Perlu dicatat bahwa kini telah terjadi perubahan dalam pekerjaan dan pendidikan di antara orang Betawi Udik di mana secara perlahan-lahan tingkat dan pola pekerjaan mereka mendekati pola pekerjaan dan pola pendidikan orang Betawi Tengah dan Betawi Pinggir.

BETAWI PINGGIR

Sementara orang Betawi Tengah adalah lebih superior dalam arti latar belakang sosial ekonomi clibandingkan dengan kelompok Betawi lainnya, orang Betawi Pinggir lebih superior dalam arti pendidikan agama. Sejak dulu, orang Betawi Tengah cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah umum sebagai pendidikan formal mereka, maka orang Betawi Pinggir menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren sebagai pendidikan formal mereka. Itu sebabnya orang Betawi menolak bila mereka dianggap tertinggal dalam arti pendidikan bila dibandingkan dengan kelompok lainnya di Indonesia, yang benar adalah mereka mempunyai bentuk pendidikan yang berbeda dengan suku lainnya.
Walaupun orang Betawi Tengah menempuh pendidikan formal di Sekolah Umum, pendidikan agama menurut mereka merupakan bagian yang sangat penting didalam kehidupan mereka. Proses bermasyarakat orang Betawi Tengah ini tidak dapat dipisahkan dari pola kehidupan beragama. Proses sosialisasi ini telah membentuk kehidupan beragama sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Jadi meskipun orang Betawi Pinggir memberi perhatian besar pada pendidikan agama bila dibandingkan dengan Betawi Tengah, pendidikan agama tetap merupakan amatlah penting dalam kehidupan orang Betawi Tengah.
Perbedaan persepsi antara orang non-Betawi dengan persepsi orang Betawi mengenai Betawi disebabkan karena pengetahuan orang non-Betawi adalah gambaran mengenai orang Betawl yang hidup dipinggiran kota Jakarta dan umumnya berasal dari lapisan sosial ekonomi bawah.
Amat sedikit tulisan tentang orang Betawi yang ada ditengah-tengah kota Jakarta. Kalaupun ada maka tulisan ini umumnya tentang orang Betawi dari kelas bawah (Betawi Tengah – orang kampung, red) dan sejauh pengetahuan kami tidak ada tulisan tentang kelas menengah atas ataupun kelas atas Betawi (Betawi Tengah – orang gedong.red).
Tampaknya hal ini disebabkan karena mereka yang tertarik pada keBetawian ataupun menulis tentang orang Betawi tidak menyadari bahwa orang Betawi Tengah, khususnya orang gedong, adalah Ora Betawi (Betawi ora.red), ataupun orang Betawi Tengah tidak menarik untuk ditulis karena gaya hidup mereka oleh orang luar dianggap tidak Betawi; ataupun mereka sendiri yang menyembunyikan keBetawian mereka, saya sendiri berpendapat bahwa mungkin saja mereka kurang menarik untuk ditulis oleh para pengamat Betawi tapi ini sama sekali tidak berarti bahwa mereka tidak mewakili kelompok Betawi.
Kenyataan ini menyebabkan seringkali para penyaji masalah – masalah keBetawian kurang memperhatikan kenyataan akan adanya kelompok-kelompok Betawi yang masing-masing dalam beberapa hal cukup berbeda satu dengan lainnya.
Data kwantitatif berikut memberikan gambaran dalam bentuk angka mengenai perbedaan orang Betawi Tengah, Betawi Pinggir dan Betawi Udik dalam arti latar belakang pekerjaan dan pendidikan mereka.

Perbandingan yang luas dan mendalam mengenai ketiga kelompok Betawi ini dapat dibaca dalam tulisan Shahab.Y (1993). (Publikasi Babe online)

———————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

25 pemikiran pada “Wilayah Betawi Pinggiran

  1. sekaranglah, setelah membaca tulisan ini ,bunda mengerti dgn jelas, bahwa ada perbedaan dlm golongan orang betawi krn area dimana mereka tinggal, bunda sendiri tinggal di daerah tangerang yg dikelilingi oleh orang2 betawi, dan mereka masih banyak yg melakoni kebudayaannya, terutama dlm acara2 pernikahan.
    sayangnya msh banyak juga dr mereka yg kurang pendidikan, jadi umumnya mereka mencari nafkah dgn menjadi tukang ojeg,baik yg masih muda maupun sudah berumur.Dan, istri2 mereka banyak yg menjual tenaganya utk menjadi asisten rumah tangga bagi penduduk kompleks disekitar tempat tinggal mereka.
    Maaf, komennya terlalu panjang Mas Isro.
    salah dan kurangnya ,bunda mohon dimaafkan.
    salam

  2. delia4ever

    wahh begitu ya pak.. jadi ada juga perbedaan dalam golongan betawi….baru tahu lia… 🙂

    Info yg sangat bermanfaat pak.. 🙂
    trims

  3. (maaf) izin mengamankan KELIMAAAXXXZ dulu. Boleh kan?!
    Yup, kembali nulis tentang budaya INdonesdia, nih…
    Btw, jadi makin kenal dengan seluk belum orang betawi. Thanx

  4. seandainya dipecah menjadi 3 sesion tulisan ini juga bisa kang
    akan terasa mantab dan artikel tidak terlalu panjang
    kalau analisa dari pengunjung dengan dipecahnya menjadi beberapa babak akan membuat pembaca merasa penasaran sehingga akan datang balik untuk mengetahui tentang Betawi yang terbagi namun tidak terpecahkan

    salam dari pamekasan madura

    1. citromduro

      tapi dengan gaya penulisan lengkap seperti ini juga bagus

      mantab kang ulasan tentang Betawi yang lengkap dan kolpit

  5. Berkunjugn semoga Kang Isro dan keluarga dlm keadaan sehat wal afiat and sukses selalu.

    Alhamdulillah saya pernah bergaul dan berkecimpung dengan ke 3 kelompok Betawi tersebut.

    Pertama : Saat saya tinggal dan bekerja di kawasan Kota/Beos banyak bersinggungan dan bergaul dg kelompok Betawi Tengah …. yaaa kawasan Sawah Besar, sebagian kecil di Taman Sari, Gang Ketapang, Kebon Jeruk, Krukut dan daerah Pekojan dan sekitarnya, kira2 selama 4 tahunan.

    Kedua : Saat saya pindah tempat tinggal dan pekerjaan di daerah Tanjung Priok banyak bersinggungan dan bergaul dengan kelompok Orang Betawi Udik. Kurang lebih selama 5 Tahun.

    Ketiga : Saat ini (back to barack heeee…) saya tinggal di kawasan Pinggiran Jakarta kadang di Gandul kadang di Pondok Labu kadang di Kebagusan ….. berarti banyak bergaul dg kelompok Betawi Pinggir ….

  6. Ulasan yang sangat lengkap dan menarik.
    Betawi harus tetap lestari baik tradisi,budaya,makanan,pakaian dan adat-istiadatnya.
    Orang Jakarta baru tentu berasal dari arah dan daerah mana saja di Nusantara ini yangsudah ikut mewarnai budaya Jakarta.
    Lanjutkan terus mas artikel senada agar budaya kita langgeng-lestari.

    Jangan lupa sisakan satu artikel tentang wisata atau budaya Nusantara, jangan di posting disini tetapi kirimkan artikelnya ke Blog Plesiran. Sebuah buku yang menarik akan saya siapkan untuk setiap artikel yang diterbitkan di blog Plesiran.

    Salam hangat dari Surabaya.

  7. Ping-balik: Andai saja tidak diralat « Batavusqu

  8. Ping-balik: Undangan KopDar « Batavusqu

  9. Ping-balik: Olahraga di Ragunan « Batavusqu

  10. Ping-balik: Sebuah tradisi di kota kelahiran RA Kartini « Batavusqu

  11. Ping-balik: Award di Hari Kartini « Batavusqu

  12. Ping-balik: Week end di HI 1 « Batavusqu

  13. Ping-balik: Week end di HI 2 (habis) « Batavusqu

  14. Ping-balik: Tradisi lain Masyarakat Tengger « Batavusqu

  15. Ping-balik: Mengenang 22 Tahun Gunung Galunggung « Batavusqu

  16. Ping-balik: Kesenian Tari dari Banten « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s