Berapakah harga napas kita

Salam Takzim

Detik ini waktu tersebut sudah berada pada hari Kamis, tanggal 26 Agustus 2010 yang kalau dikonsfersikan dalam bentuk jam adalah ± 5.127.155 jam. begitu terasa bagi para ilmuawan, tapi apakah sempat kita rasakan kecepatannya bergeser. Ketikan huruf dan kata juga menggeser waktu demikian cepat, sehingga para penulis bergerak cepat agar batas waktunya tepat dengan target.

Begitu derasnya kecepatan waktu jika terkonsfersi dengan detik detik gerakan napas. Batavusqu telah menghitung waktu hidupnya setara dengan 358.800 jam, yang kalau dikonfersikan dengan desah napas bisa mencapai 1.291.680.000 hembusan, itu artinya hembusan napas yang diberikan Tuhan kepada batavusqu telah sangad besar. Apalagi kalau dikonsferikan ke rupiah untuk napas saja Batavusqu sudah menerima Rp 9.041 triliun. Fantastis bukan.

Nilai IDR 9.041 triliun hutang batavusqu untuk nikmatnya napas yang diberikan oleh sang Maha Hidup, pekerjaan apa yang bisa dibayar untuk yang bernama napas.

Sudah cukupkah kau hitung nilai IDR yang Tuhan berikan kepada kita (Wallahu ‘alam) ………..> bersambung

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

59 pemikiran pada “Berapakah harga napas kita

    1. Eh bang Iwan, kapan datang ujug ujug muji, betul bang memang sesekali kita perlu merenung untuk yang diberikan oleh Tuhan kepada kita bang. Pokoknya ga ada habisnya kasih sayang Tuhan kepada hambaNya bang.
      Makasih juga bang sudah hadir menghibur saya

    1. saya prediksi 1 sedotan 7 rupiah pakde, ini mah gaya saya aja pakde, kalau pakde bisa kalikan dengan 10 juga boleh ko hehehehe, makasih pakde atas kehadirannya sehingga desah napas saya berguna

  1. Kang Zipoer,
    Saya sepertinya tidak akan pernah mampu membayar harga nafas yang telah saya gunakan, hanya bisa mohon ampunan jika pada hembusan nafas yang dilakukan terdapat banyak kesalahan 😦

    1. Lebih lebih saya pak Aldy
      semoga romadhon ini segala napas yang terbuang sia sia menjadi hitungan yang bermanfaat Amin
      Terima kasih juga atas kehadirannya pak Aldy, semakin semangad nih rasanya kehadiran para sahabat

    1. Tapi tetap lah sebuah nota akan diberikan di padang mashar nanti gan, hehehe lebih bijak aja sebelum ditanya gan.
      Makasih juragan Adin yang telah hadir mengisi kolom komentar tersayang

  2. ‘Nikmat apa lagi yang kau dustakan?”
    mungkin ayat di surah Ar-rahman ini patut kita renungkan, mengingat tak ada sedikitpun nikmat Allah swt yg mampu kita hitung atau gantikan.
    Semoga dgn selalu bersyukur dan bertaubat, semua nikmatNYA dapat kita rasakan manfaatnya utk di rumah akhirat nanti ,amin
    salam

    1. betul bunda, ini untuk pengelingan pribadi saya bunda, di bulan yang penuh maghfiroh (pengampunan) semoga hitungan napas saya bisa memberikan pelajaran bagi seluruh anggota tubuh CiptaanNya dalam tubuh saya bunda.
      Bunda tanks ya atas kehadirannya dan Selamat menjalankan ibadah puasa romadhon ya
      Maapi salah salah koment

  3. ketika suatu ketika mendengar kultum di masjid di cipinang dengan bahasa logika yang menakjubkan tentang nafas yang dikonfersikan dengan rupiah.aku hanya bisa tertegun. dan moga Allah memberikan nikmat Allah terus dan jangan terhenti amien. dan moga kita dapat mengapresiasikan kedalam bentuk syukur tidak saja alhamdulillah tapi juga dalam bentuk tindakan

    1. Bener juga kang, kalau kita hijab, begitu besar dan sangad besar yang diterima oleh kita ya kang, semoga kita terus mampu menghisab diri
      Makasih kang Healing atas kehadirannya

    1. Betul sekali mas Dira, tapi memang sudah seharusnya kita tetap sesekali menghitungnya.
      Makasih mas Dira atas kehadirannya untuk selalu memberi semangad kepada saya

  4. saya ga bisa itung mas isro……. kalo nafas saya dihargai euro, trus konversi ke RP… duh….

    banyak Hutang…..

    :((

    Semoga bisa membayar harga nafas ini dengan memberi yang terbaik

    1. Semakin kau hitang nikmat Tuhan semakin sering engkau bersyukur, itu kata yang ceramah dimesjid saya kang. Makasih kang Zippy sudah hadir memberikan warna di blog saya

  5. Entahlah Pak…..Saya Gak ngitung…
    Yang Pasti napas gak bisa dihargakan dengan uang…..
    kalu dihitung samilieur….

    mengingatkan saya untuk bersyukur bernafas….

    1. barangkali dengan berhitung, apa yang kita terima semakin besar keinginan kita melakukan sujud syukur.
      Kang Karzanik makasih ya sudah hadir memberi warna dalam desahan napasku

  6. Karena jumlahnya tak terhitung, kadang kita melupakan nikmat itu sehingga tak bersyukur. Jika nafas susah kita terpaksa harus membeli oksigen Ketika nafas enak kita lupa bahwa udara yang kita hirup adalah karunia Allah swt.
    Mari kita menjadi insan yang pandai bersyukur.

    salam hangat dari Surabaya

  7. jiKa nafas berbayar,maka sungguh gajiku takkan cukup untuk membayarnya,dan harus berhutang terus 😦

    Alhamdulilah Allah Maha baik sehingga kita semua bisa gratis dengan setiap hembusan nafas.

  8. Assalaamu’alaikum Kang Zipoer

    Apa khabar ? lama kita tidak saling bersua di maya.
    Saya baru kembali menyapa semua teman-teman.

    Saat membaca kiraan nafas yang kang Zipoer tuls di atas, saya jadi terkasima sebentar sambil memikirkan betapa kasih dan sayang Allah kepada kita amat besar. Napas yang dikurniakan kepada kita, satu sen pun tidak diminta bayaran. Oleh itu, kita harus bersyukur dengan segala nikmat yang dikurniakan.

    Salam ramadhan dan selamat berpuasa kang.
    Salam hangat selalu dari Sarawak. 😀

    1. Bunda Siti Fatimah Ahmad
      Kehadiran bunda dari tanah serawak kembali menghidupkan ingatan dan kehangatan, semoga kita selalu bersyukur dengan apa yang telah kita nikmati, makasih bunda atas kehadirannya tetap semangad untuk berbagi

    1. Kalau dikaji sungguh benar adanya, seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk bernapas mba. Makasih ya mba Anni atas kehadirannya dan warna yang dipancarkan

  9. mas .. mau sharing dikit : kalau dalam ilmu yoga, ketika kita lahir di bumi ini.. nafas kita udah dijatah sekian kali. makanya di yoga itu ada teknuk pranayama (cara bernafas yg benar) agar tarikan nafas semakin dalam dan pelan. ketika kita menarik nafas lebih dalam seluruh organ tubuh lebih relaks dan di-rejuvenate. bagaimana untuk kegiatan “ehem2” yg nafasnya ngos-ngosan/memburu? nah itu dibahas di tantra yoga .. ada tekniknya tuh supaya nafas teratur ketika lagi ehem2 ehehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s