Waria Nasibmu Kini

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca Batavusqu yang berbudi

Melalui postingan ini perkenankan saya untuk menyaji cerita mini bertajuk seorang waria begini kisahnya

Perjalanan hidup Rudi menjadi seorang waria berawal dari kehidupannya yang tinggal bersama wanita-wanita. Ia terlahir tanpa seorang ayah karena disaat kelahirannya Ayahnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit untuk menyaksikan Rudi terlahir. Rudi kecil tinggal bersama 4 wanita, 2 kakaknya dan seorang ibu serta seorang pembantu. Ibu dan kedua kakaknya sangatlah menyayangi Rudi dari segala keperluan makan minum tak pernah Rudi sulit untuk mendapatkannya, bahkan tak pernah Rudi memegang suatu kerjaan dirumahnya, ia hanya bermain dan bermain. 4 wanita yang terlalu menyayangi Rudi mengakibatkan Rudi terlanjur mengikuti gerakan gerakan seorang wanita, bahkan sejak kecil Rudi tak pernah mau bergaul dengan teman pria.

Rudi terus tumbuh digelutan wanita-wanita sehingga gaya hidup Rudi hampir mirip dengan wanita, dari cara berpakaian, bersolek, dan berjalan Rudi dapati dari rumah dan teman-teman sepergaulannya. Saat Rudi remaja tak satu pun teman pria yang masuk dalam pergaulannya, bahkan Rudi akan lebih senang bila guru pelajarannya adalah wanita. Kebetulan di Sekolah baik SD dan SMP tempatnya belajar tempat duduknya selalu disilang satu meja harus ditempati oleh satu siswa pria dan satu siswa wanita.

Selepas SMU, Rudi tak lagi tinggal bersama keluarganya karena Rudi merasa bisa bekerja, negoisasi panjang antara keluarga dengannya menghasilkan kepasrahan ibu dan kedua kakak wanitanya, ia berlabuh menuju kota metropolitan untuk mencari kerja. Di Jakarta Rudi bertemu dengan Wandi yang telah lama menjadi waria dengan pekerjaan mengamen.  Wandi adalah anak dari pamannya, dan sejak itulah Rudi tinggal dikostan milik Wandi.

3 hari tingal dengan Wandi sifat kewanitaannya yang dibawa dari rumah menjadikan modal bagi Wandi untuk menjadikan Rudi sebagai teman bisnisnya, bermula dari pengajaran cara bernyanyi dan penghilangan rasa malu untuk berbusanan wanita terus diajari oleh Wandi. ya Jadilah Rudi sebagai waria.

satu bulan, dua bulan, dan di bulan ketiga rasa kangen Rudi sama ibu dan kakak-kakaknya hadir, sementara pekerjaannya sebagai pengamen di pub semakin menggoda. ya Rudi mendapat kontrak selama setahun untuk menghibur para pelanggan di salah satu Pub di kawasan Jakartadengan gaji yang cukup besar sehingga waktu untuk bertemu ibu semakin sulit. Pada bulan ke lima Rudi mendapat kabar dari kampung bahwa ibunya sakit dan ia harus pulang menjenguk, namun lagi-lagi pekerjaan Rudi terancam hilang, Rudi tak bisa menjenguk ibunya yang sedang sakit. hari hari selanjutnya membuat ibu tambah parah dan akhirnya menghembuslah napas terakhir ibu,

Rudi panik dan dia bertekat untuk pulang agar keberangkatan ibu ketempat peristirahatnnya terakhir dapat ia ikuti, tapi sayang saat menuju kampung halaman mobil yang ditumpangi Rudi tergelincir masuk ke dalam jurang dan seluruh penumpang tewas termasuk Rudi. Saat kehadiran Rudi yang dinanti semua keluarga musnah yang ada mobil jenazah pembawa Rudi meraung di sepanjang desa. oh Rudi nasbmu kini tak beda dengan penantian panjang sang ibu.

Sahabat demikian kisah ini tersaji dengan mengutip Hikmah

  1. Jangan terlalu memberikan kasih sayang anak berlebihan sehingga menjadi pemalas
  2. Janganlah bergaul terlalu lebih kepada lawan jenismu
  3. Ingatlah ibu dan kunjungi selalu kala kau berada jauh darinya
  4. Ibu adalah tempatnya surga
  5. Hidup, dan Mati adalah urusan Allah

Oh ya sahabat tulisan ini juga saya haturkan juga kepada pakde cholik lho, beliau saat ini sedang mengadakan Kontes Unggulan Cermin Berhikmah ramaikan yuk ingat waktunya hanya sampai 31 Januari lho

Tertulis asli dari imajinasi, nama dan tempat hanyalah fiksi mohon maap jika ada kesamaan

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

26 pemikiran pada “Waria Nasibmu Kini

  1. Hikmah yang dalam dari cerita sederhana ini ya mas.. 🙂
    Ah, rudi, nasibmu kini,,, semoga tidak banyak Rudi-rudi lain diluaran sana, dan kita lebih peduli pada mereka (tidak mengucilkan)

    sukses di kontes pakdhe mas… 🙂

  2. perlakukanlah pria selayaknya pria dan wanita selayaknya wanita. atas stemepel komandan blogcamp JURI datang menilai. terima kasih atas cerita kehidupan penuh hikmah. salam hangat

  3. saya kasian sama rudi… kenapa waria selalu identik dengan kerja yang jelek2… padahal mereka belum tentu sebodoh itu… ntah lha, saya sendiri gak tau solusi apa yang baik… salam..

  4. gak kesampaian Rudi melayat jenazah ibunya, dia malah perlu dilayat orang lain…
    mencari nafkah untuk pencapaian uang yang banyak dan mengikat dalam kontrak akan berbuah penyesalan kang
    sukses buat kontesnya di hajatan pakdhe 🙂

  5. humbermania defoc 0905

    sepenggal cerita yg menarik oom,rasanya Tuhan tidak akan menakdirkan kelahiran emnjadi wandu/waria,mungkin sebuah proses panjang,limhkungan yang kurang nyaman yg membuat rudi menjadi ‘rinduwati’ dikala malam. Cerita akhir mestinya jangan dibuat ‘sad-ending’ oom,he3 bagus,inspiratif.

  6. Allah hanya menciptakan manusia dalam dua jenis, pria dan wanita, tidak ada jenis di antara keduanya, kalaupun kenyataannya sekaraang banyak kita dapati mereka yang berperilaku seperti Rudi dalam kisah ini, itu bukanlah takdir, tapi pilihan hidup pribadi yang sebenarnya bisa dirubah dengan sebuah kemauan dan usaha yang keras, juga komunikasi dan kepedulian lingkungan terutama keluarga. Meski kisah ini fiktif, tapi keprihatinan ini nyata. Semoga sukses kontesnya.

  7. terimakasih Mas ISro utk hikmah dr kisah ini,
    jadi ikut prihatin pd Rudi……
    semoga saja gak banyak lagi rudi-rudi diluar sana yg bernasib seperti rudi yg ini .

    Semoga beruntung dlm acara KUCB ini , Mas ISro
    salam

  8. ..Minggu 8 Januari 2006 lalu sekitar pukul 9 malam warga Kampungan Taksapen Depok Sleman Yogyakarta digegerkan peristiwa pembunuhan terhadap seorang pria pendatang bernama Rudi Ara. Pria berusia 33 tahun itu ditemukan tewas dengan luka tusuk dibeberapa bagian tubuhnya…Sejumlah warga terutama kalangan mahasiswa perantau mengaku baru dua hari mengenal Rudi sejak ia tinggal bersama dengan Kamini Asih salah seorang mahasiswi yang tinggal di kos di lingkungan itu. Dan Rudi kemudian terlihat lari sempoyongan sampai akhirnya roboh tersungkur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s