Nikmatnya HBKB minggu ini

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Pukul 04.30 alarm hpku berbunyi, berbeda dengan hari-hari sebelumnya sengaja aku set alarm sebelum adzan terlantun, karena hari ini Minggu 30 Januari 2011 adalah hari istimewa bagiku. ya hari ini aku bersama batavus akan menuju bundaran HI untuk mengikuti acara HBKB. Setelah berbersih diri lantunan adzan berbunyi, dengan tergopoh-gopoh aku menuju Masjid untuk sejenak menghadap ilahi.

Setelah do’a sana sini selepas bersalaman dengan jamaah yang lain, aku bergegas pulang. Sang istri telah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari sepatu, tas dan tudung kepala. ku copot sarung kuganti kopiah ku kenakan sepatu siap melaju. Dengan membawa tas panggul batavusqu siap meluncur. Gelapnya pagi bukan halangan, dinginya angin tak terhiraukan batavusqu terus menggelinding tanpa bising menembus aspal dingin dengan tetap senyum tersungging.

Berbelok kanan kiri, berkali tanjakan dan turunan kulalui dengan membawa asa dapat tiba di HI sebelum mentari terbit. Pukul 06.00 batavusqu telah mencapai Gatsu di sana batavusqu bertemu dengan para penggowes dari timurnya jakarta dan utaranya jakarta. denting sepeda bersahutan suara selamat pagi terlantun merdu, perjalanan kurasakan begitu sahdu. Sepanjang Gatsu hingga Sudirman kami rasakan begitu indah. beratnya tas panggul serasa ringan sesekali kuhentak rem agar tak menabrak sepeda didepanku.

Selepas pukul 06.30 derit sepeda mulai terhenti karena lokasi tujuan telah menanti. Batavus ku parkirkan sementara di depan beranda gedung tinggi tempat dimana para onthelis memarkir sepedahnya. salam salaman laksana idul fitri menjadi tradisi di setiap minggu di akhir bulan (acara HBKB) kami para pecinta sepeda saling menyapa dengan ramah. Bentangan karpet warna warni telah digelar pemandangan khas para onthelis yang berbusana jadul begitu memukau sayang aku tak punya kamera sehingga liputan bergaya tak mampu tercipta.

Setelah bersalam salaman seperti biasa kunikmati pemandangan Jakarta tanpa asap jauh hingga ke ujung Sudirman, lirik sana lirik sini kunjung sana kunjung sini ntuk melepas kepenatan selama Januari. di trotoar sepanjang kiri dan kanan berbagai penjual menjaja diri, dari menu karya tangan sampai karya industri berjajar rapi. Sementara di jalan aku pun menikmati irama musik senam, musik dangdut, dan musik reagge yang begitu semarak.

Ingin rasanya seharian disana cekakak cekikik bersama para onthelis se Jabodetabek, namun sayang waktu hanya dibatasi hingga pukul 12.00, berangsur angsur para pecinta sepeda, pecinta senam, pecinta makanan, pecinta jalan santai dan pecinta olah raga meninggalkan HI, untuk kembali menyusun diri agar esok kembali menari. Demikian juga aku tepat pukul 11.30 kugowes batavus untuk kembali ke kandang, dengan menggulung kertas hasil sketsa hari ini sebagai informasi terkini untuk sahabat sejati.

Silih berganti kaki berposisi, kadang kanan diatas kiri dibawah kadang kiri diatas kanan dibawah berganti mengikuti irama pedal. Terik matahari cukup menyengat pekik klakson mobil dan motor mengusik telinga namun mata harus tetap waspada jangan sampai stang bergeser terlalu lebih. Sampai di pasar minggu jam telah berada di angka 12.00 kutepi batavus di pagar Masjid At Taqwa dan kusandarkan sejenak tubuhku dirindangnya pohon mahoni kemudian stelah keringat sedikit mengering aku menuju tempat bersuci untuk melaksanakan solat dzuhur. Kubuka tas punggungku dan kusiapkan handuk terus ku menuju tempat wudhu ku basuh seluruh anggota wudhu dan ku basahi kepalaku agar hilang semua debu.

Cukup lumayan waktu yang ku menikmati di Masjid At-Taqwa, selanjutnya kesegaran kembali hadir dan kulanjutkan perjalan pulang hingga pukul satu siang, sesampainya dirumah kutenggerkan batavus ditempatnya dan sembari kuelus dan berucap tanpa kau mana mungkin HI kucapai sayang. Rencana tidur sebentar eh malah ashar hampir kebablasan, istri menggoyang tubuhku sambil berkata ashar dulu nanti tidur lagi.

Selepas sholat kuraih gulungan kertas, lalu ku susun kata untuk kupersembahkan sajian ini kepada sahabat. maap belum bisa kasih foto. Insya Allah bulan depan pesanan di koperasi segera terpenuhi dan HBKB bulan pebruari gaya batavusqu ikut tersaji.

Demikian tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci melainkan untuk dinikmati

Salam Takzim Batavusqu

Foto pinjam dari teman defoc

Iklan

34 pemikiran pada “Nikmatnya HBKB minggu ini

  1. pnggemar sepeda ya mas?..saya juga pengeemar,tapi hanya kadang-kadang saja ngegoes sepda…
    saya ada tuh sepeda onthel kuno peninggalan kakek,ada di gudang belakang,sebenarya masih bagus sih,tapi memang kurang saya rawat,wong ngerawat diri sendiri aja kadang lupa,sampai sekarang kulit saya tetap item..ha..ha….
    sepertinya merknya hercules gent 24 atau 64 gitu,nggak hapal aku…

  2. Aaahhhh …
    Saya suka jalinan kata-kata khas batavusqu ini …
    begitu mengalir …
    begitu ringan …
    begitu riang …

    Membawa aroma kesegaran bagi kita …
    untuk segera mengayuh sepeda bersama

    salam saya Kang Isro

  3. Wah, serunya minggu pagi mas Isro, jadi ngiri nih sama keintiman Batavus dan si Empunya, heheheh,,, ditunggu gaya2 Batavus dalam rekaman kamera mas.. 🙂

    moga makin seru minggu paginya bersama rekan onthelis…
    salam sehat.. 🙂

  4. ontelis seperti ini masih setia kalau setiap sabtu malam minggu,ngumpul-ngumpul dan minggunya jalan-jalan dech 😀 tapi sayang itu duluh saat saya dikampung lapindo.

    salam sejahterah dan sukses selalu Om

  5. Salam takzim.

    Wah… asyik nih bersepeda. Kemarin saya nglungsuri sepeda dari teman tetapi bukan onthel melainkan united miami. Rencananya untuk gowes-gowesan agar jantung sehat selalu.

  6. aku sangat menikmati setiap kata yang teruntai dalam kalimat….manis semanis KLA memanjakan semua klanis…
    Buaian kata jd buah pelajaran…
    Hati ini terusik, ada makna yg mampu kupetik….semoga.

  7. hadeehh hadeeh.. susunan kata – kata nya bikin aku serasa ikut nggowes sepeda di belakang kang isro (kek nya gak mungkin yah? secara aku manna kuat ngegowes sepeda jauh – jauh)
    di jogja ada juga kumpulan sepeda ontel kek gitu kang. dan pernah ketemu pas mereka gathering. seru ngeliatnya lengkap dengan kostum – kostum jadul gitu. kek tentara jaman dulu dan seperti terseret di satu masa lalu..

  8. terimakasih Mas Isro utk sajian pagi ini yg sangat mengenyangkan, dgn menu gowes , serasa bunda ikut merasakan keasikan bersepeda 🙂
    ( eh tapi memang bunda ikut, di bonceng khaaan? 😛 )
    salam

  9. pernah coba pakai sepeda agak jauh. waktu pergi jalannya menurun…weerrrr asyik..ringan….tapi pas pulang aku ga kuwat pak! lututku rasanya mau copot. gemetaraaan saking cape nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s