Jakarta Kota Air (Bagian 2) habis

Salam Takzim

Sahabat dan Pembaca Batavusqu yang berbahagia

Hasil obrolan dengan sahabatku Pangestu membuat aku penasaran, yang menurutnya bahwa kota Jakarta adalah kota air. Saya telusuri di mesin google, ternyata hampir 20% dari kelurahan yang ada di Jakarta mengandung nama air dan konotasinya.

Berikut kucoba mereview dari hasil searching di google ternyata benar bahwa ada 9 nama kategori suku kata yang mengandung tempat air yaitu;  Ci, Bendungan, Sawah, Kali, Rawa, Sungai, Muara, Sumur, Lebak.

Yang mengandung kata Ci, karena kata Ci dalam bahasa sunda diartikan sungai (tempat air) diantaranya;  Cibubur, Cideng, Ciganjur, Cijantung, Cikini, Cikoko, Cilandak, Cilangkap, Cililitan, Cilincing, Cipayung, Cipedak, Cipete Selatan, Cipinang, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Cipinang Melayu, Cipinang Muara, Cipulir.

Yang mengadung kata Bendungan; yaitu Bendungan Hilir.
Yang mengandung kata Sawah yaitu; Kampung Sawah, Sawah Besar, Srengseng Sawah.
Yang mengadung kata Kali yaitu; Kali Angke, Kalianyar, Kalibata, Kalideres, Kalisari.

Yang mengandung kata Rawa yaitu; Rawa Badak, Rawa Barat, Rawa Bening, Rawa Buaya, Rawa Bunga, Rawa Domba, Rawa Indah, Rawa Jati, Rawa Pulo, Rawamangun, Rawasari, Kampung Rawa.

Yang mengandung kata sungai yaitu; Sungai Bambu
Yang mengandung kata muara yaitu; Kapuk Muara, Muara Angke, Muara Baru, Muara Karang.
Yang mengandung kata lebak yaitu; Lebak Bulus
Yang mengandung kata pancuran yaitu; Pancoran
Yang mengandung kata sumur yaitu; Sumur Batu
Belum lagi nama nama kampung yang tidak masuk dalam kategori kelurahan seperti, empang tiga, kampung sawah,  rawa domba dan mungkin masih banyak lagi nama nama kampung yang ada di provinsi Jakarta yang mengandung nama air.

Disaji hanya untuk diketahui, bukan untuk dipuji apalagi dicaci.

—————————————————————————————————————————————-

Salam Takzim Batavusqu

|warisan Telukabessy|1 Suro di Cirebon||1 Suro di Tuban|Kado|Gunung Kemukus|Rambu Solo|Hari Ibu|Ritual Ngaben|Ritual Gimbal|Natal|Natal Tante Alexa|Zipoer7 VS Batavusqu|Tradisi Bayi Turun Tanah 1|Tradisi Bayi Turun Tanah 2|Tradisi Bayi Turun Tanah 3|Tradisi Bayi Turun Tanah 4||Tradisi Bayi Turun Tanah 5|Ada kutu di WordPress|Kutu Bikin Gatel|9 Hari Pertama|Pengantar Puasa Senin Kamis|Ritual Puasa Senin Kamis 1|Ritual Puasa Senin Kamis 2|Ritual Puasa Senin Kamis 3 (habis)|KutuBacaBuku Di Batavusqu|Informasi Senjata Gratisss|Golok bukan Go! Blog|Kujang; Ajimat Raja Pasundan|Artikel Terunik Pertama Di Leysbook|Rencong Milik Aceh|Kode Etik Blogger|Celurit di mata Carok|Hadiah Terunik akhirnya Terbit|Ceria bersama si bungsu|Gerbang Baru Mulai Terbuka|Kemeriahan Humberqu|Berburu dengan Sumpit|Humberqu jilid 1|3 hari yang tertinggal|Jambore bersama Bhirawa|Risalah Untuk Rusma|Humberqu Jilid 2|Ayoo olah raga|Aruh Baharin 1|Aruh Baharin 2|Nilai Budaya Makassar 1|Nilai Budaya Makassar 2| Peringatan Maulid Nabi|Nilai Budaya Makassar 3|Wisata Kuliner 1|

Iklan

67 pemikiran pada “Jakarta Kota Air (Bagian 2) habis

  1. wah, iya …
    bener2 kota air
    tapi kota air yang airnya udah kerontang
    soale saya yang tinggal di Sungai Bambu,
    tapi air susah 😦
    terus ga ada sungai yang keliatan,
    sepertinya tinggal nama doang Sungai Bambu,
    mungkinkah sungainya sudah berubah wujud jadi selokan? 😀

      1. ha?????? emang kapan terakhir ke Sungai Bambu??? Kok saya malah ga tau di sebelah mana sungainya??? Jangan2 yang sungainya yang tiap hari saya lewatin itu? Yang emang airnya kotor bin item bleketek itu??? yang ga ngalir itu? Masak itu sungai sih? Ga mirip deh hehehe

        tambah satu lagi : Sungai Tirem, itu lho Warakas I ujung.

        btw kok bung ini tau daerah2 sini? Emang ‘jajahan’nya nyampe sini juga? 😀

  2. Rawa bebek,Rawa buaya
    Kali mati (^o^)
    Aku baru tahu CI itu ada hubungannya sama air,,
    selain kota air,, kalau musim hujan jakarta juga kebanyakan air
    Alias banjir
    Hee hee hee

  3. Sepertinya daerah2 di Indonesia memang seperti itu ya, pak…
    Di kota saya saja banyak wilayah yang pake “sungai”
    Lah, kalo di Balikpapan malah beda, disana pake “gunung” 🙂

  4. kalo namanya udah penuh air,, tapi kadang cuma tinggal nama,, dan ber air kalo hujan kelamaan, banjir..
    kira2 Jakarte jadi tenggelam ga nih Bang,, jangan dah,,

  5. Ping-balik: Badik Senjata Tradisional Masyarakat Sulsel « Batavusqu

  6. Ping-balik: Mandau Pusaka Suku Dayak « Batavusqu

  7. Ping-balik: Parang Salawaku Milik Beta « Batavusqu

  8. Ping-balik: Hadiah buat para juara dan peserta « Batavusqu

  9. Ping-balik: Kedatangan kang Bani « Batavusqu

  10. Ping-balik: Khalifah Dari Semarang « Batavusqu

  11. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 1 « Batavusqu

  12. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 2 « Batavusqu

  13. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 3 « Batavusqu

  14. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 4 « Batavusqu

  15. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 5 « Batavusqu

  16. Ping-balik: Kartini-kartini masa kini stage 6 (habis) « Batavusqu

  17. Ping-balik: Cindera Mata Akhirnya Terkirim « Batavusqu

  18. Ping-balik: 1 email valid = 10000 IDR « Batavusqu

  19. Ping-balik: Apalah arti sebuah pertemuan « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s