Review novel curhat sang presiden

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbahagia

Sebuah buku yang digurat oleh sahabat merupakan kebanggaan tersendiri, karena kita bisa bilang ke orang lain itu buku sahabat aqu lho, pasti kita ikut bangga bila orang itu memujinya. Lewat postingan ini batavusqu akan coba mereview buku curhat sang presiden sesuai dengan janjiqu kepada beliau untuk mereviewnya. Buku curhat sang presiden adalah buku yang digurat oleh bung Ello Aristhosiyoga pemuda kelahiran Ketapang, 8 Mei 1989, beliau juga seorang blogger yang cukup handal dengan mesin blogspot beliau menoreh berbagai ide. Buku ini hanya dapat dibeli secara online di leutikaprio.com, dan merupakan buku novel perdana beliau. Mari sahabat ikuti bagaimana batavusqu mereview buku itu.

CSP

Buku yang memiliki cover depan bergambar sebuah laptop dengan monitor bertuliskan my blog, potongan coklat dan dua tangan yang sedang menengadah do’a menjadikan buku ini sebagai blog, cokelat dan do’a. Pada bagian pertama bung Ello mengangkat pahitnya sebuah perpisahan yang dirasa olehnya kala harus berpisah dengan orang yang selama ini membuat dirinya memiliki rasa yang nyaman. ya teman yang selama 3 bulan menemani hatinya bahkan menjadikan curhatan kala senang dan susah. Linangan air mata tak terasa ikut berlebur bersama rangkulan yang terakhir.

Pada bagian ke dua masa sedih karena perpisahan tak begitu saja sirna, walau desak napas yang kembali normal namunn sisa kerinduan masih menjerat kemana pun kita pergi, setiap jam serasa lambat, setiap hari membuat kerut, dikesedihan itu ada semangat dari sahabat yang lain lewat komentar sahabat yang dasyat di blog rasa, bung Ello menggurat agar rasa dapat bangkit dengan sebuah cokelat. ya sebatang cokelat akan merubah rasa pahit menjadi rasa manis, karena didalamnya tersimpan kekuatan yang dasyat untuk menjadikan kita dalam keadaan senang (mood) sehingga kita lebih berpikir positif.

Pada bagian ketiga bung Ello menggurat kerinduan yang mencapai ΒΌ kematian sehingga posisi teman tak akan tergantikan, lagi-lagi lewat komentar sahabat diblog rasa hati sosok sang presiden kembali mendapat khasanah untuk menghentikan kebiasaan kebiasaan kurang baik, sehingga lambat laun terperbaiki dan rasa sedih akan perpisahan kembali berangsur baik. bahkan seorang Satir yang datang membawa kue brownis ikut menyamankan suasana.

Di bagian ke empat penulis merasa kehilangan Satir, ya sosok wanita yang selalu memperhatikan dan menemani kala kesedihan melanda akhirnya pergi tanpa pesan karena dicuekin, Satir lah yang menemani saat duka dan tak henti menghibur kala kerinduan datang. Kini Satir ikut pula menghilang dari hiburan raga, kemana ia. menurut pak Ove Satir pulang dan menyatakan resign. oh Satir maapkan aku aku harus ketemu dan harus berbicara denganmu Satir.

Di bagian ke lima sampai ke 20 mungkin akan direview oleh sahabat lain, karena tak mungikn semua bagian aqu review, nah sahabat silahkan melanjutkan review ini. Ada bagian yang menurut aqu sangat istimewa yaitu pada bagian ke sepuluh ya dibagian inilah tersirat makna dari buku curhat sang presiden, saat percakapan yang terjadi lewat ym penulis dengan sahabatnya rasa_hati.

Dalam curhatannya rasa_hati a.k.a dale bertanya “mengapa kau gunakan “Curhat sang Presiden” sebagai id di blogmu, aku ingin kau menjawabnya bila kita benar-benar bertemu di dunia nyata”. Pertanyaan ini pun ditanyakan oleh Satir. dan dengan kejujuran penulis menyampaikan ”karena aku ingin tulisan-tulisanku dirasakan orang, didengar orang banyak. Layaknya ketika seorang presiden berbicara. Aku ingin orang patuh sekaligus tersihir akan tulisanku, seperti kau merasa kau adalah pemimpin dan pembaca tulisanmu adalah pengikut”. Luar biasa curhatan demi curhatan demikian bersahaja.

Tulisan ini diikutkan dalam kontes yang diadakan bung Ello sebagai Lomba Menulis: Review Novel Curhat Sang Presiden

aqu

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun hanya untuk mengikuti

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Review curhat sang presiden|Review D-D|Ikut memeriahkan lomba yuk|Pengumuman yang terlambat|Suku dayak yang membumi|Hari bersih menuju hari sehat|copot label hiatus|Hiatus|Reportase aktivitas|Bedog senjata suku Baduy|Keris senjata adat jawa|Yang Tersurat|Yang tersirat|Award itu begitu menggoda|Award itu begitu mengembun|Kopdar dengan Kang Sedjatee|Hari Pendidikan|Renungan dihari buruh|

Iklan

36 pemikiran pada “Review novel curhat sang presiden

  1. Waah.. dilihat dari judul novelnya dikira novelnya akan membahas keadaan politik suatu komunitas/negara, eh ternyata makna judul “curhat sang presiden” seperti itu.. keren pak, waah.. semoga blogger-blogger lain juga terinspirasi untuk kemudiannya bisa menulis sebuah buku πŸ™‚

  2. Ping-balik: Blog Susindra Berbagi « Batavusqu

  3. Ping-balik: Perjalanan panjang bersepeda « Batavusqu

  4. Ping-balik: Perjalanan lucu bersepeda « Batavusqu

  5. Ping-balik: Catatan buat sahabat « Batavusqu

  6. Ping-balik: Musik Rakyat « Batavusqu

  7. Ping-balik: Kopdar yang membawa berkah « Batavusqu

  8. Ping-balik: Foto-foto kopdar « Batavusqu

  9. Ping-balik: 4 Senjata adat suku Jambi « Batavusqu

  10. Ping-balik: Kompetisi Tenaga Laboran « Batavusqu

  11. Ping-balik: Senjata adat Papua « Batavusqu

  12. Ping-balik: Kedasyatan ngeblog « Batavusqu

  13. Ping-balik: Puisi diri « Batavusqu

  14. Ping-balik: Ilmu dan Iman « Batavusqu

  15. Ping-balik: Penghargaan untuk Sahabat « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s