Tradisi Khitanan masyarakat Aceh1

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Dari serangkaian tradisi khitan di Indonesia masyarakat Aceh bagian selatan mempuyai tradisi khitanyang sangat panjang, sehingga batavusqu membagi postingan ini menjadi 2 bagian. Hal ini dilakukan agar sahabat dan  pembaca batavusqu tidak jenuh membacanya. Oh ya postingan ini saya cuplik utuh dari blognya bang Dmilano,com. Bagaimana prosesinya mari kita simak bersama.

Dalam lingkar Budaya Aceh, prosesi berikut bang Dmilano akan  mengajak sahabat mengenai prosesi sunat rasul (khitan) yang setting nya beliau  ambil di daerah kelahirannya di Kluet Selatan. Semoga postingan ini semakin menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya dari nenek moyang.

Kluet Selatan adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam wilayah kabupaten Aceh Selatan. Kluet Selatan beribukota Kandang yang terletak di gampong Suaq Bakong. Didaerah ini kehidupan masyarakatnya sangat damai dan tenteram. Ada banyak suku yang mendiami gampong Suaq Bakong seperti suku aceh asli, suku aneuk jamee dan suku kluet dan semuanya sudah membaur erat dengan masyarakat sekitar sehingga banyak terlahir adat budaya yang beragam.

Walaupun dalam hal adat masih tetap berlaku aturan adat asli aceh, namun ada diantaranya telah terjadi pembauran dengan adat pariaman (minang) yang dianut oleh suku aneuk jamee sebagai suku mayoritas dikecamatan Kluet Selatan. Jadi jangan heran bila Acara pesta Khitan dan pesta Nikah dikampung kami diadakan selama 1 sampai 2 minggu, juga nama – nama prosesi acara khitanan di Aceh Selatan banyak menggunakan bahasa minangkabau.

Berikut prosesi yang akan dilakukan oleh orang tua yang akan mengkhitan anaknya:

  1. Niniak Mamak
  2. Pasang Tampek
  3. Malam Duduak Rami
  4. Ba Inai
  5. Basuntiang
  6. Kanduri urang Datang
  7. Urang Datang (hari H)
  8. Menyerahkan ke Mudin (tukang sunat)
  9. Sunat
  10. Bajago
  11. Minta Izin

1. Niniak Mamak

Acara duduk niniak mamak

Sebelum melaksanakan sunat rasul pihak keluarga melakukan duduak niniak mamak atau duduk bersama sanak famili untuk menetapkan tanggal, hari dan bulan acara yang akan dilaksanakan.  Setelah kesepakatan ditetapkan maka selanjutnya pihak keluarga menyiapkan persiapan, termasuk menyebar undangan. Biasanya undangan berupa sirih atau permen (untuk perempuan) dan rokok ( untuk laki-laki)

2. Pasang Tampek

memasang perlengkapan adat didalam rumah

para pemuda sedang memasang teratak untuk tamu

Setelah waktu ditetapkan, masyarakat (pemuda) bantu membantu melakukan persiapan untuk acara sunatan rasul (khitan), proses persiapan akan dipimpin langsung oleh ketua pemuda setempat. Mulai dari membangun teratak, angkat-mengangkat sampai dengan hal-hal lainnya yang membutuhkan bantuan pemuda.

3. Malam Duduak Rami

acara duduak rami, mengabarkan ke masyarakat maksud acara dirumah

Duduak rami merupakan acara duduk bersama segenap masyarakat desa terutama tokoh dan perangkat-perangkat desa lainnya, kegiatan ini guna mengabarkan, membahas keunuri rayeuk (acara kenduri) atau acara utama pada hari “H”.

4. Ba Inai

proses bainai yang dilakukan oleh kerabat perempuan

Ba Inai atau memakai inai (pacar) di sekitar ujung jari tangan kaki pada Linto yang akan disunat rasul(khitan), kegiatan ini dimulai dari malam Duduak rami setelah tamu pulang hingga tiga malam berturut-turut. Ba Inai biasanya dilaksanakan oleh perempuan-perempuan remaja yang masih memiliki hubungan famili maupun tetangga.

5. Basuntiang

proses basuntiang, atau acara tepung tawar

Basuntiang adalah proses pemberkahan secara adat. Biasanya akan dilaksanakan esok harinya setelah malam Duduak rami, Basuntiang  ini dilakukan oleh beberapa pihak keluarga terdekat atau yang memiliki hubungan emosional dengan keluarga yang menyelenggarakan acara. Acara basuntiang ini sifatnya seperti utang tersirat artinya pihak penyelenggara yang sudah mendapatkan pesuntiang ini dari tamu atau keluarga dekat, akan melakukan hal yang sama pada saat pihak pesuntiang yang lain akan menyelenggarakan  acara  sunat rasul maupun acara pernikahan.

Pasuntiang Hewan Sembelihan

acara pasuntiang hewan ternak yang akan disembelih sebagai penghargaan pihak rumah kepada hewan ternak yang akan disembelih

6. Kanduri Urang Datang

para ibu yang datang sedang mempersiapkan makanan untuk tamu

kesibukan dirumah kenduri

Kanduri Urang Datang adalah dimana para ibu-ibu  tetangga dan desa setempat datang membantu menyiapkan persiapan untuk acara puncak keesokan harinya dengan memasak, dan menyiapkan beberapa keperluan lainnya sedangkan beberapa lainnya menyiapkan balee (tempat) untuk acara Mandi Pucuak  keesokannya.

7.  Urang Datang / Hari Puncak

acara makan bersama dengan para tamu

Urang Datang merupakan hari puncak dimana para tamu undangan akan datang beramai – ramai kerumah untuk mengucapkan kata – kata selamat dan bersalaman dengan Linto khitan dan orang tuanya. Dihari tersebut para tamu akan dijamu makan dan minum oleh pihak tuan rumah. Ada juga pergelaran kesenian yang digelar sebagai penghormatan tuan rumah terhadap tamu.

acara mandi pucuak, mandi yang diselenggarakan oleh pemuka adat untuk linto sunat rasul

setelah acara mandi, linto akan digendong oleh salah satu perwakilan niniak mamak menuju rumah

Selanjutnya acara Mandi pucuak (memandikan dengan air dalam janur kuning), acara mandi pucuak ini akan dipimpin oleh ibu kepala desa kepada si linto, calon yang akan dikhitan. Biasanya diacara ini akan disertai dengan alunan selawat dan nyanyian Hasyem Meulangkah, yakni sebuah nyanyian tentang cerita hasyem yang akan melaksanakan khitan yang dibarengi dengan tarian. Sebelum prosesi mandi pucuak ini, si Linto akan terlebih dahulu dipangkas rambutnya oleh orang pilihan dari keluarganya. (bersambung).

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun semata hanya untuk melengkapi

Baca juga tradisi khitan dari masyarakat :

  1. Betawi
  2. Sunda
  3. Tengger
  4. Demak
  5. Bajo
  6. Bugis

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Tradisi khitanan masyarakat Aceh Selatan|Tradisi khitanan masyarakat bugis|Tradisi Khitan Masyarakat Bajo|Tradisi Khitanan masyarakat Demak|Tradisi Khitanan Masyarakat Tengger|Peringatan HUT kota Jakarta|Tradisi Khitan Masyarakat Sunda|Upacara khitan Betawi|Upacara adat mitoni|Upacara adat tingkeban|Award dari kang Indra|Model busana onthelis|Upacara adat peusijuek|Upacara adat mandi Bunting|Upacara adat Mandi Tian Mandaring|Upacara adat Mappassili|Upacara adat molonthalo2|Upacara adat molonthalo1| angka dan huruf merupakan perpaduan kode |Upacara adat tiwah|Profesi pemerhati lingkunan hidup|Upacara Adat Bau Nyale2|Upacara Adat Bau Nyale1|Upacara Adat Pasola2|Upacara Adat Pasola Sumba1|Warung Blogger|

Iklan

11 pemikiran pada “Tradisi Khitanan masyarakat Aceh1

  1. terimakasih banyak Mas Isro utk tulisan2 yang selalu menambah wawasanku akan kekayaan budaya tanah air kita 🙂

    terbayang besarnya biaya yang harus dikeluarkan utk acara sunatan di aceh ini ya Mas
    namun begitu, pastilah sangat bangga sekali bagi keluarga utk menyelenggarakan acara adat seperti ini, krn kalau bukan kita yg melestarikannya , lantas siapa?
    salam

  2. lengkap deh liputannya bang….
    saya jg sudah baca yg punyanya bang dmilano, dan rasanya adat di aceh inilahyang paling panjang dan tentunya butuh biaya yang besar.. 😀

    salaam bang

  3. Wah kaget awalnya membaca istilah2 nya karena itu semua istilah minang. Saya tahu karena saya orang minang asli. Dan riasan acara juga bernuansa minang hehe. Yang aceh nya mana tu? perlu referensi daerah aceh lainnya

    1. Saleum
      Uda Andre, saya sedikit menjelaskan kenapa tradisi di daerah saya di Aceh Selatan menggunakan nama minang, Jika Uda andre membaca dari awal hingga akhir teks diatas pasti akan mengetahui kenapa menggunakan bahasa minang disetiap prosesi acaranya. Diaceh selatan mayoritas didiami suku Aneuk Jamee, suku ini adalah perpaduan Aceh dan pariaman. Sehingga bahasa mayoritaspun bahasa minang yang sudah berbaur dengan bahasa aceh sehingga disebut dengan bahasa Jamee. pada dasarnya prosesi adat ini sama dengan kabupaten lainnya diaceh dan hanya dibedakan dengan bahasa yang dipakai. demikian penjelasan dari saya, semoga uda andre bisa dipahami. 🙂
      saleum dmilano

  4. Ping-balik: Tradisi khitanan masyarakat Aceh2 « Batavusqu

  5. unga

    saya juga warga aceh tp sdh tdk tinggal d aceh,anak pertama saya cwok ingin sih buat acara seperti adat d aceh tp krn tempat n situasi yg tdk memungkinkan y sy buat sekedarnya aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s