Tradisi khitanan masyarakat Aceh2

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Masih dengan postingan tradisi khitanan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh Selatan, setelah acara mandi pucuak si Linto akan diserahkan ke Mudin. Mudin adalah sebutan orang yang tukang sunat, kalau di betawi dikenal dengan nama Bengkong. Nah bagaimana proses penyerahan anak yang akan disunat ke Mudin mari kita ikuti kembali tradisi ini.

8. Menyerahkan ke Mudin ( Tukang Khitan)

acara ini ditangani langsung oleh mudin/mudem sebagai pelaksana khitan

Prosesi menyerahkan ke Mudin dilakukan setelah acara mandi pucuak, si Linto sudah siap dengan pakaian adat aceh. Acara ini berupa penyerahan anak dari orang tua ke mudin ( Tukang Khitan) dengan tujuan agar dalam proses khitan nanti si Tukang Khitan akan menjamin dan menjaga keselamatan si Linto seperti menjaga anaknya sendiri. Dalam sesi itu juga diadakan makan bersama antara si Linto dengan Tukang Khitan atau disebut diaceh Selatan dengan nama Mudin atau Mudem.

9. Sunat/Khitan

setelah proses khitan

Setelah serangkaian acara diatas, barulah masuk pada pokok acara yaitu Khitan. Acara yang mendebarkan hati ini  biasanya berlangsung setelah para undangan sudah pulang dan tinggallah sanak famili yang menunggu acara utama, biasanya proses khitan berlangsung sekitar sore hari

10. Bajago

giliran anak- anak muda yang berjaga jaga agar si linto yang dikhitan tidak lasak sehingga akan mengganggu luka setelah khitan

Sebahagian anak muda berjaga diluar, mereka semalam suntuk akan memantau setiap gerakan si linto khitan

Bajago merupakan tradisi untuk menjaga si Linto pasca khitan. Setelah khitan, si Linto tidak boleh melakukan aktivitas yang bebas, hanya tidur untuk mempercepat penyembuhan. Dalam proses penyembuhan inilah para pemuda akan berjaga dimalam hari selama tiga malam untuk melayani si sakit sampai  fajar. Selama  berjaga para pemuda melakukan aktivitas dengan bermain catur, bercerita dan aktivitas lainnya supaya tidak tertidur.

11. Minta Izin

Acara ini adalah dimana tokoh masyarakat, pemuda dan pemudi diundang untuk hadir  kembali oleh pihak tuan rumah guna menyampaikan ucapan terima kasih atas rasa kebersamaan selama acara pesta khitanan itu berlangsung. Dalam prosesi ini tuan rumah akan meyediakan sebanyak empat buah jamba ( nasi tumpeng ) yang akan diberikan secara adat kepada  Imam Mesjid, atau Ulama dikampung tersebut, Perangkat  Adat dan hukum, Ketua Pemuda, dan Tukang masak nasi yang sudah ditunjuk oleh pihak keluarga selama acara pesta khitan berlangsung. Acara minta izin ini biasa berlangsung pada malam hari dan sekaligus sebagai acara penutup dari sebuah acara / kenduri di gampong kluet Selatan dan Aceh Selatan pada umumnya.

Begitulah sederetan tradisi acara sunat rasul( khitan) dikecamatan Kluet Selatan Kebapaten Aceh Selatan. Dalam hal melayani undangan biasanya dijamu dengan hidangan dalam talam atau Baki. Namun belakangan ini tradisi menjamu sudah mulai digantikan dengan istilah adat perancis. Dimana tradisi ini merupakan adat barat dimana para undangan datang, makan dan pulang. Karenanya mari melestarikan adat istiadat yang diwariskan nenek monyang kita sebagai penghargaan/bukti bahwa mereka pernah ada.

saleum
Dmilano.com

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun semata hanya untuk melengkapi

Baca juga tradisi khitan dari masyarakat :

  1. Betawi
  2. Sunda
  3. Tengger
  4. Demak
  5. Bajo
  6. Bugis
  7. Gempong Kluet

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Tradisi khitanan masyarakat Aceh Selatan|Tradisi khitanan masyarakat bugis|Tradisi Khitan Masyarakat Bajo|Tradisi Khitanan masyarakat Demak|Tradisi Khitanan Masyarakat Tengger|Peringatan HUT kota Jakarta|Tradisi Khitan Masyarakat Sunda|Upacara khitan Betawi|Upacara adat mitoni|Upacara adat tingkeban|Award dari kang Indra|Model busana onthelis|Upacara adat peusijuek|Upacara adat mandi Bunting|Upacara adat Mandi Tian Mandaring|Upacara adat Mappassili|Upacara adat molonthalo2|Upacara adat molonthalo1| angka dan huruf merupakan perpaduan kode |Upacara adat tiwah|Profesi pemerhati lingkunan hidup|Upacara Adat Bau Nyale2|Upacara Adat Bau Nyale1|Upacara Adat Pasola2|Upacara Adat Pasola Sumba1|Warung Blogger|

Iklan

13 pemikiran pada “Tradisi khitanan masyarakat Aceh2

  1. ejawantahblog

    Semakin kaya dan mantapz Kang Isro mengupas budaya dari negeri ini. dan semakin kaya pengetahuan kita semua akan pembelajaran yang disampaikan dari setiap budaya yang ada di negeri ini.

    Sukses selalu Kang.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s