Tradisi Ojung di bulan Sa’ban

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Warga di Desa Blimbing, Bondowoso, Jawa Timur, memiliki tradisi unik untuk mendatangkan hujan, yakni tradisi ojung. Dalam tradisi ini mereka harus bertarung saling pecut dengan rotan. Hingga tidak sedikit tubuh mereka yang mengeluarkan darah. Kendati demikian peserta ojung ini tidak menyimpan dendam. Mereka yakin darah yang mengalir akan menurunkan hujan dan desa mereka terhindar dari bahaya kemarau. Ojung dibuka dengan persembahan dua pasang petarung ojung dan tamu kehormatan. Dan begitu sang wasit memberikan aba aba, para pemain ojung ini pun langsung unjuk kebolehan dan adu tangkas memecutkan rotan.

Ojung dalam Arena

Selain ilmu silat, para pemain ojung ini juga membekali diri dengan ilmu kanuragan, termasuk ilmu kekebalan tubuh. Bekal tersebut sangat berguna untuk menyerang dan menghindar dengan cepat. Tradisi ojung hanya diikuti oleh pria dewasa meski saling pukul rotan hingga menyebabkan luka, namun mereka tak saling dendam.

Usai pembukaan tradisi ojung dilanjutkan di lapangan terbuka. Selain warga Belimbing, pesertanya mencapai 60 orang berasal dari desa bersebelahan. Dengan diiringi alunan ketipung, para pemain ojung pun larut menari sambil mencari celah, untuk mendaratkan rotan.

Sekali bermain tiga ronde selama 10 menit. Pembantu wasit akan menjadi saksi sekaligus mencatat luka. Pemenang ditentukan dari jumlah luka yang didaratkan pada punggung lawannya.

Meski hanya mendapatkan hadiah hiburan namun peserta tetap antusias. Tradisi ojung digelar setelah warga Blimbing, Kecamatan Kelabang, Bondowoso, melaksanakan ritual Simul ulung setiap setahun sekali pada pertengahan bulan Sya’ban.

Iklan

33 pemikiran pada “Tradisi Ojung di bulan Sa’ban

  1. Ping-balik: Wisata Kuliner Bebek Goreng H. Slamet « Batavusqu

  2. Ping-balik: Tradisi pada bulan Sya’ban di Muntilan « Batavusqu

  3. Ping-balik: Tradisi malam nisfu sya’ban di madura « Batavusqu

  4. Ping-balik: Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1 « Batavusqu

  5. Ping-balik: Tata Cara Sholat Sunnah Nisfu Sya’ban « Batavusqu

  6. Ping-balik: Tradisi perang ketupat di bulan Sya’ban2 « Batavusqu

  7. Ping-balik: Tradisi Nisfu Sya’ban di Jepara « Batavusqu

  8. Ping-balik: Puasa sunnah di bulan Sya’ban « Batavusqu

  9. Ping-balik: Gowes to Campus « Batavusqu

  10. Ping-balik: Tradisi malam Nisfu Sya’ban di tempat saya « Batavusqu

  11. Ping-balik: Tradisi Kaurie Beureuat di Bulan Sya’ban « Batavusqu

  12. Ping-balik: Tradisi Suro Baca di Sulsel « Batavusqu

  13. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat1 « Batavusqu

  14. Ping-balik: Proses Sidang Tilang di PN Jaksel « Batavusqu

  15. Ping-balik: Tradisi Sya’ban oleh Masyarakat Jawa « Batavusqu

  16. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat2 « Batavusqu

  17. Ping-balik: Tradisi pacu jalur di bulan sya’ban « Batavusqu

  18. Ping-balik: Tradisi Papajar di Cianjur « Batavusqu

  19. Ping-balik: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432H « Batavusqu

  20. Ping-balik: Kopdar dengan pemilik TE « Batavusqu

  21. Ping-balik: Rangkuman Sya’ban « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s