Tradisi pada bulan Sya’ban di Muntilan

Artikel Tamu

Bismillahirrohmanirrohim

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan informasi tentang tradisi pada bulan Sya’ban di daerah saya yaitu Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Pada bulan sya’ban di daerah saya biasanya ada kegiatan Nyadran. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada H-5 sebelum bulan Ramadhan atau tanggal 25 di bulan Sya’ban. Kegiatan ini merupakan kegiatan do’a bersama dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Dalam kegiatan doa bersama ini, para warga terutama mereka yang mampu membawa makanan yang dibungkus di dalam tempat nasi yang biasa disebut besek.

Isi bungkusan tersebut berupa nasi, sayur yang dimasak kering, lauk pauk dan beberapa pelengkap makanan yang lain  seperti kerupuk, dsb. Bungkusan ini dikumpulkan dan nantinya dibagikan kepada mereka yang kurang mampu dan para musafir. Hal ini sebagai salah satu bentuk latihan agar lebih peduli kepada sesama. Dan akhirnya kepedulian ini dilanjutkan pada bulan Ramadhan dan pada bulan–bulan seterusnya.

Acara nyadran ini di awali dengan ceramah tentang keutamaan bulan puasa dan amalan–amalan yang semestinya dilakukan pada bulan puasa. Dan diingatkan pula betapa beruntung mereka yang mendapat kesempatan untuk beramal pada bulan puasa. Dan betapa meruginya mereka yang melewatkan bulan Ramadhan tanpa amalan yang bermanfaat. Setelah itu dilakukan do’a bersama dengan harapan bisa menjalani kegiatan pada bulan puasa dengan sebaik–baiknya. Nah pada akhir acara dilakukan pembagian bungkusan nasi bagi mereka yang membutuhkan.

Selain kegiatan nyadran, pada bulan sya’ban juga dilakukan kegiatan Ziarah ke makam leluhur. Para peziarah melakukan pembersihan makam leluhur. Setelah kegiatan pembersihan makam, dilanjutkan dengan berdo’a untuk memohon keselamatan bagi para arwah yang telah meninggal.

Catatan : Di tempat tinggal saya, kegiatan ziarah juga biasa dilakukan tiap hari kamis sore. Kegiatan ziarah pada bulan sya’ban dilakukan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya jauh.

Tradisi lain yang dilakukan pada bulan sya’ban yaitu kegiatan Padosan. Padosan berasal dari kata adus yang artinya mandi. Padosan yaitu kegiatan membersihkan diri (mandi dan keramas) guna menyambut bulan Ramadhan. Kegiatan padosan ini bisa dilakukan di sungai, bendungan, maupun di rumah masing–masing.

Kegiatan padosan bentuk kegiatan simbolis dari membersihkan hati dan juga pikiran kita guna menyambut tibanya bulan Ramadhan. Jadi kegiatan padosan jangan dipahami dalam arti kegiatan fisik saja(sebatas membersihkan badan) namun yang jauh lebih penting adalah membersihkan hati dan pikiran. Kegiatan padosan ini biasa dilakukan satu hari sebelum bulan Ramadhan.

Nah demikian tradisi-tradisi yang biasa dilakukan di daerah saya. Adanya tradisi pada bulan Sya’ban ini bukan bermaksud menyaingi keutamaan bulan Ramadhan. Sebaliknya hal ini justru merupakan bukti keutamaan bulan Ramadhan sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik–baiknya untuk menyambut bulan suci tersebut.

Pro dan kontra biasa terjadi dalam masyarakat kita. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, namun kita harus tetap saling menghargai. Lakukan apa yang kita yakini kebenarannya dan kita tidak perlu mencela apa yang menjadi tradisi dan keyakinan orang lain. Sekian semoga bermanfaat.

Salam Masjier

Tulisan ini dikirim oleh penulis tamu

  Beliau adalah mas Puji Irwanto a.k.a Mas Jier

seorang karyawan di sebuah peternakan ayam di kota Bandung

Tinggal di Muntilan, Kab. Magelang

Iklan

34 pemikiran pada “Tradisi pada bulan Sya’ban di Muntilan

  1. enaknya tinggal di daerah seperti itu yachhh…masih banyak tradisi yg dijalankan…seperti tradisi Nyadran itu….kalo di jakarta kan ngga ada apa2….palingan selamatan sehari sebelum puasa di masjid sama keramas yah di rumah masing2 hehehe…

  2. ternyata namanya unik juga masih berbau jawa gitu,,pro dan kontra itu biasa Mas,,tapi yang terpnting tidak menyalahi syar’i\

    Salam kenal Mas Jier

  3. Banyak juga ya pak tradisi di jawa walopun saya org solo tp ndak bgt paham tradisi ini, tapi sepertinya ditmpt saya lahir hal ini juga dilakukan deh. makasih infonya.

  4. Pada dasarnya tradisi yang pernah dilakukan oleh para Wali Songo di Tanah Jawah tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam, namun kadang orang yang tidak mengerti sepenuhnya tentang tradisi itu, hingga akhirnya Niat awal berubah dan tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam 🙂
    salam damai. cuma mencoba berpendapat atas paragraf terakhir 🙂

  5. Luar biasa Mas Jier udah menyumbangkan sebuah tulisan..
    Mantap!
    Tradisi berbagai daerah beragam yah apalagi menjelang Ramadhan…
    Kalau di Jakarta sepertinya miskin tradisi… jadi bingung saya … hehehe…

    1. ejawantahblog

      Suatu karya yang memberikan pembelajaran kepada semua pihak, dan yang paling sulit dilakukan dimana kita harus berda di posisi tengah tanpa ada kedengkian serta bersikap bijak.

      Sukses selalu mas, dan tidak lupa pada Kang Isro.
      Salam
      Ejawantah’s Blog

  6. Ping-balik: Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1 « Batavusqu

  7. Ping-balik: Tata Cara Sholat Sunnah Nisfu Sya’ban « Batavusqu

  8. Ping-balik: Tradisi perang ketupat di bulan Sya’ban2 « Batavusqu

  9. Ping-balik: Tradisi Nisfu Sya’ban di Jepara « Batavusqu

  10. Ping-balik: Puasa sunnah di bulan Sya’ban « Batavusqu

  11. Ping-balik: Gowes to Campus « Batavusqu

  12. Ping-balik: Tradisi malam Nisfu Sya’ban di tempat saya « Batavusqu

  13. Ping-balik: Tradisi Kaurie Beureuat di Bulan Sya’ban « Batavusqu

  14. Ping-balik: Tradisi Suro Baca di Sulsel « Batavusqu

  15. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat1 « Batavusqu

  16. Ping-balik: Proses Sidang Tilang di PN Jaksel « Batavusqu

  17. Ping-balik: Tradisi Sya’ban oleh Masyarakat Jawa « Batavusqu

  18. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat2 « Batavusqu

  19. Ping-balik: Tradisi pacu jalur di bulan sya’ban « Batavusqu

  20. Ping-balik: Tradisi Papajar di Cianjur « Batavusqu

  21. Ping-balik: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432H « Batavusqu

  22. Ping-balik: Kopdar dengan pemilik TE « Batavusqu

  23. Ping-balik: Rangkuman Sya’ban « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s