Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Pada postingan tradisi Nisfu Sya’ban di bangka Belitung ada tersurat tradisi perang ketupat di pertengahan bulan Sya’ban tepatnya tanggal 15 Sya’ban dan tahun ini jatuh pada hari Minggu, 17 Juli 2011. Momen perang ketupat tidak akan disia-siakan oleh para touris manca negara dan para juru bidik berbagai media cetak atau elektronik karena dilakukan setahun sekali. Apalagi tahun ini acaranya akan digelar pada hari Minggu, tentunya akan banyak para tamu yang akan menyaksikan tradisi ini.

Tradisi Perang Ketupat, sebuah ritual memohon keselamatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tempilang di Bangka Barat, provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masyarakat Tempilang merupakan kelompok warga yang tinggal di kecamatan Tempilang, Bangka Barat, provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Turun temurun, mereka hidup sesuai aturan adat dan ajaran dari para leluhurnya. Ajaran itu diyakini dapat membuat kehidupan mereka damai dan terhindar dari malapetaka.  Selain ajaran leluhur, mereka juga menghormati sesepuh desa yang diyakini memiliki kekuatan supranatural. Mereka menyebut sesepuh desa itu dukun adat.

Di kecamatan Tempilang, terdapat tiga dukun adat, yakni dukun laut, dukun darat serta dukun senior. Dukun laut bertugas memimpin ritual adat yang khusus diperuntukkan bagi laut, seperti memimpin tradisi selamatan desa sedekah laut.  Dukun adat mempimpin semua ritual terkait alur kehidupan masyarakat Tempilang, seperti pernikahan, kelahiran, serta kematian. Sementara dukun senior merupakan dukun desa yang paling dituakan. Mereka percaya, dukun senior memiliki kekuatan supranatural yang lebih tinggi daripada kekuatan dukut laut maupun dukun darat.

Untuk memperoleh keselamatan, masyarakat Tempilang menyelengarakan tradisi Perang Ketupat. Tradisi ini merupakan permohonan kepada Sang Pencipta agar bencana tidak menimpa seluruh warga desa Tempilang. Berdasarkan aturan adat di desa Tempilang, tradisi Perang Ketupat wajib dilaksanakan setiap tahun. Waktu pelaksanaannya yakni setiap tanggal 15 atau minggu ketiga di bulan Sya’ban berdasarkan kalender Hijriah. Mereka percaya, waktu itu merupakan saat yang tepat untuk memohon pelindungan kepada Sang Pencipta.

Setiap tahun, tradisi ini selalu dilaksanakan di pantai Pasir Kuning di kecamatan Tempilang, Bangka Barat, provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun satu hari sebelum tradisi Perang Ketupat dilaksanakan, ketiga dukun desa yakni dukun laut, dukun darat, serta dukun senior menyelenggarakan ritual Penimbongan.

Tradisi ini selalu dilaksanakan pada malam hari tanggal 14 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah. Ritual ini merupakan tradisi memberi makan kepada makhluk halus yang diyakini bertempat tinggal di wilayah daratan desa Tempilang. Sejak dulu hingga kini, mereka percaya, jika roh halus diberi makan, roh itu tidak mengganggu kehidupan seluruh warga desa Tempilang. Percaya atau tidak? Itulah salah satu kebiasaan masyarakat Tempilang di daerah Bangka Barat.

Rangkaian acara ritual Penimbongan diawali dengan upacara pemanggilan roh halus yang diyakini tinggal di daratan desa Tempilang. Sambil membaca mantera dan doa, ketiga dusun desa meletakkan sesaji berupa telor ayam, aneka bunga serta sepiring nasi putih di setiap sudut gerbang masuk desa Tempilang.

Setelah itu, ketiga desa melaksanakan ritual Ngancak. Ritual ini diyakini sebagai tradisi memberi makan kepada roh halus penghuni laut Tempilang. Sama seperti pelaksanaan tradisi Penimbongan, inti ritual Ngancak yakni berdoa dan memberikan sesaji. Bedanya, tradisi ini dilaksanakan tepat tengah malam di tepi pantai Pasir Kuning di desa Tempilang. Setelah membaca mantera dan doa, ketiga dukun desa meletakkan sesaji berupa nasi ketan, telur ayam rebus, serta pisang di atas karang laut yang terletak di tepi pantai Pasir Kuning. (bersambung)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Artikel Asli dari sini sedangkan Gambar diambil dari sini

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun hanya untuk melengkapi

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1|Tradisi Sya’ban di Karang Anyar Solo|Hujan Hikmah di Bulan Sya’ban|Tradisi malam Sya’ban di Pamekasan|Tradisi bulan sya’ban di Muntilan|Wisata Kuliner|Malam Sya’ban Disukabumi|Tradisi Nisfu Sya’ban di Bangka Belitung|Tradisi Nisfu Sya’ban di Ciganjur|Tradisi Ojung di Bulan Sya’ban|Artikel Sya’ban|Dirgahayu Kepolisian|

Iklan

30 pemikiran pada “Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1

  1. Saleum
    ada yang unik bang, yakni ritual Ngancak sebagai tradisi memberi makan kepada roh halus penghuni laut Tempilang. Pasti makanan yang diberikan itu gak habis kan..??? soalnya roh mana doyan makan, 😆
    Luar biasa tradisi kita di indonesia ini….
    saleum dmilano

  2. Ping-balik: Sedih … | Fitr4y's Blog

  3. Ternyata ketupat bukan “hadir” dihari raya aja nih Kang hehehe,,ini malah dibuat perperang dan makanan roh halus wkwkwkw,,ditnggu kelanjutannya nih

  4. Ping-balik: Tata Cara Sholat Sunnah Nisfu Sya’ban « Batavusqu

  5. ejawantahblog

    Wah….. sayangnya ditempatku tidak ada. Bila ada pastinya banyak juga lauk pauknya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  6. Ping-balik: Tradisi perang ketupat di bulan Sya’ban2 « Batavusqu

  7. Ping-balik: Tradisi Nisfu Sya’ban di Jepara « Batavusqu

  8. Ping-balik: Puasa sunnah di bulan Sya’ban « Batavusqu

  9. Ping-balik: Gowes to Campus « Batavusqu

  10. Ping-balik: Tradisi malam Nisfu Sya’ban di tempat saya « Batavusqu

  11. Ping-balik: Tradisi Kaurie Beureuat di Bulan Sya’ban « Batavusqu

  12. Ping-balik: Tradisi Suro Baca di Sulsel « Batavusqu

  13. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat1 « Batavusqu

  14. Ping-balik: Proses Sidang Tilang di PN Jaksel « Batavusqu

  15. Ping-balik: Tradisi Sya’ban oleh Masyarakat Jawa « Batavusqu

  16. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat2 « Batavusqu

  17. Ping-balik: Tradisi pacu jalur di bulan sya’ban « Batavusqu

  18. Ping-balik: Tradisi Papajar di Cianjur « Batavusqu

  19. Ping-balik: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432H « Batavusqu

  20. Ping-balik: Kopdar dengan pemilik TE « Batavusqu

  21. Ping-balik: Rangkuman Sya’ban « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s