Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat1

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbahagia

Ternyata tradisi di bulan Sya’ban masih terhampar luas, kali ini kembali saya angkat tradisi Sya’ban yang berasal dari Sumatera Barat tepatnya di Pasaman Sumatera Barat. ya sebuah tradisi yang hingga kini masih digelar dan akan dijadikan sebagai penarik wisatawan untuk berkunjung seperti halnya perang ketupat di bangka belitung. Tradisi apa yang menjadikan Pasaman diminati banyak orang, mari kita simak bersama.

Mandi Balimau

Dua hari menjelang bulan suci Ramadhan datang, umat Islam Indonesia tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Salah satu persiapan yang unik dan bisa dijadikan sebagai agenda wisata jelang Ramadhan, adalah tradisi Balimau Kasai atau lebih sering disebut mandi balimau yang dilakukan masyarakat Pasaman Sumatera Barat.

Ada yang membuat beda Kabupaten Kampar dengan daerah lain, khususnya di Riau. Selain bahasanya yang unik(bahasa Ocu) di daerah ini ada sebuah tradisi sebelum memasuki bulan Puasa Ramadhan, yaitu tradisi Mandi Potang Balimau.

Dalam bahasa Ocu, kata Potang tersebut memiliki beberapa makna, pertama artinya “kemarin”, dan arti yang kedua adalah sore atau senja. Sedangkan Balimau artinya menggunakan Limau atau jeruk (jeruk nipis) yang telah iris dan direbus.

Jika diartikan, Mandi Potang Balimau adalah mandi yang dilakukan oleh masyarakat Kampar pada sore hari menjelang memasuki bulan suci ramadhan dengan menggunakan limau. Mandi Potang Balimau ini dilakukan di tepian sungai Kampar-sebuah sungai terpanjang di Riau, dengan airnya yang jernih.

Ada juga yang menyebutkan mandi balimau dengan sebutan mandi Balimau Kasai. Selain di Sungai Kampar, ada juga masyarakat yang melakukannya di rumah-rumah sendiri.
Digunakan Limau tujuannya adalah untuk membersihkan kulit kepala dari ketombe, membersihkan kuku jari kaki dan tangan. Sedangkan Kasai yang terbuat dari beras dan kunyit yang dihaluskan, berfungsi sebagai menghaluskan kulit dan muka. Mungkin zaman sekarang tepatnya disebut luluran.

Tradisi ini sudah lama dilakukan secara turun-temurun. Tidak ada yang tahu kapan persis adanya tradisi ini. Akan tetapi kemungkinan besar kegiatan tradisional ini telah dilakukan ratusan tahun yang lalu. Tapi mulai dijadikan sebagai sebuah even wisata sejak belasan atau 20 tahun yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menjadwalkan kegiatan “balimau paga”, satu tradisi masyarakat setempat menyambut bulan puasa menjadi agenda tahunan yang akan dipersiapkan secara matang agar dapat menjadi daya tarik wisata budaya agama dan adat di daerah pesisir pantai Sumatera Barat itu.

Sejumlah nagari di daerah pesisir pantai Sumbar itu, tiap tahun menggelar kegiatan tahunan “balimau paga” guna mensucikan diri menyambut bulan puasa. Tradisi tahunan itu salah satunya digelar di Sungai Batang Painan Kampung Painan Timur Nagari Painan Kecamatan IV Jurai, Pessel, Sumbar. (bersambung)

Foto diambil dari sini

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci melainkan hanya untuk melengkapi

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Tradisi Sya’ban di Sumbar|Makanan Sehat ala Batavusqu|Tradisi suro baca di makassar|Tradisi Kaurie Beureuat di Aceh|Hikmah Nisfu Sya’ban|Tradisi Nisfu dikomplekqu|Gowes to Campus|Puasa Sya’ban|Tradisi Nisfu Sya’ban di Jepara|Tradisi perang ketupat di bulan sya’ban2|Tradisi menyambut nisfu Sya’ban di Tangsel|Tata cara sholat sunnah Nisfu Sya’ban|Tradisi perang ketupat di Bulan Sya’ban1|Tradisi Sya’ban di Karang Anyar Solo|Hujan Hikmah di Bulan Sya’ban|Tradisi malam Sya’ban di Pamekasan|Tradisi bulan sya’ban di Muntilan|Wisata Kuliner|Malam Sya’ban Disukabumi|Tradisi Nisfu Sya’ban di Bangka Belitung|Tradisi Nisfu Sya’ban di Ciganjur|Tradisi Ojung di Bulan Sya’ban|Artikel Sya’ban|Dirgahayu Kepolisian|

Iklan

17 pemikiran pada “Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat1

  1. Di kampung saya di pelosok Bukittinggi juga ada tradisi balimau, Kang. Tapi nggak semeriah di Pasaman, karena udah banyak orang yang nggak melakukannya. 🙂

  2. wah ternyata sebuah tradisi bisa dijadikan potensi wisata juga. Mungkin daerah lain yang memilki tradisi unik bisa belajar dari sini.

    salam hangat dari bandung

  3. sekarang ini di kampung bunda dibukittingii, masih ada juga yg melakukan tradisi ‘balimau’ ini Mas Isro
    tapi, sudah gak seperti dulu lagi, mungkin krn banyak yg merantau, jadi hanya beberapa orang saja yg masih melaksanakan tradisi ini 🙂
    terimakasih banyak Mas Isro utk info yg selalu bermanfaat dan menambah wawasan.
    Tulisan2 seperti ini, hanya di blog ini bisa bunda temui 🙂
    salam

  4. wew berasa pulang kampung … iya mas, kalo mandi balimau sudah merupakan tradisi di Sumatera Barat, tidak hanya di Pasaman saja, Pariaman dan Tanah Datar juga melakukan tradisi mandi balimau..

    Makasih mas, sudah menghadirkan tradisi kampuang ambo .. hehe

    salam sukses selalu.. 🙂

  5. Ping-balik: Proses Sidang Tilang di PN Jaksel « Batavusqu

  6. Ping-balik: Tradisi Sya’ban oleh Masyarakat Jawa « Batavusqu

  7. Ping-balik: Tradisi Sya’ban di Sumatera Barat2 « Batavusqu

  8. Ping-balik: Tradisi pacu jalur di bulan sya’ban « Batavusqu

  9. Ping-balik: Tradisi Papajar di Cianjur « Batavusqu

  10. Ping-balik: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432H « Batavusqu

  11. Ping-balik: Kopdar dengan pemilik TE « Batavusqu

  12. Ping-balik: Rangkuman Sya’ban « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s