Tradisi Dandangan di Kudus

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Tidak hanya di Jepara,  Madura dan Karang Anyar Solo tradisi unik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan dan menghidupkan bulan Sya’ban. Di tanah Kudus ada suatu tradisi yang cukup bagus untuk dinikmati yaitu Dandangan, tradisi ini sudah cukup lama dilaksanakan tiap bulan Sya’ban. Apa makna dandangan mari kita simak bersama.

Perayaan tradisi “Dandangan” merupakan sebuah tradisi di kota Kudus yang diadakan menjelang kedatangan bulan suci Ramadan. Dandangan merupakan pasar malam yang diadakan di sekitar Menara Kudus, sepanjang jalan Sunan Kudus, dan meluas ke lokasi-lokasi disekitarnya. Pada tradisi dandangan ini diperdagangkan beraneka ragam kebutuhan rumah tangga mulai dari peralatan rumah tangga, pakaian, sepatu, sandal, hiasan keramik sampai degan mainan anak-anak serta makan dan minuman.

Tradisi ini sudah ada sejak 450 tahu yang lalu atau tepatnya zaman Sunan Kudus (Syeh Jakfar Shodiq, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa). Pada saat itu, setiap menjelang bulan puasa, ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara menunggu pengumuman dari Sang Guru tentang awal puasa. Para santri tidak hanya berasal dari Kota Kudus, tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban, Jawa Timur. Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi dandangan kemudian tidak sekadar mendengarkan informasi resmi dari Masjid Menara, tetapi juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu.

Para pedagang itu tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah sekitar Kudus, bahkan dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Mereka biasanya berjualan mulai dua minggu sebelum puasa hingga malam hari menjelang puasa.

Iklan

14 pemikiran pada “Tradisi Dandangan di Kudus

  1. wah, ada nama kampung halaman saya disebut..
    hehehhe..
    meskipun jaraknya deket kl dr Tuban, tp saya belum pernah ke kudus mas..
    pengen deh kapan2 kesana..
    apalagi ada info kayak gini..
    hmm, pasti indah…

  2. Sudah sampai Kudus nih Kang,,unik juga ya Kang acar Dandangan ini,,mengumpulkan semua orang (seperti pasar) untuk bertemu dan bersilaturrahmi….

  3. Ping-balik: Tradisi Papajar di Cianjur « Batavusqu

  4. Ping-balik: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432H « Batavusqu

  5. Ping-balik: Kopdar dengan pemilik TE « Batavusqu

  6. Ping-balik: Rangkuman Sya’ban « Batavusqu

  7. agung

    mengingatkan masa kecilku, ketika masih di kudus. kami sekeluarga sering pergi bersama-sama ke dandangan. pada waktu itu ketika masih Sekolah Dasar, tempatnya berada di alun-alun simpang tujuh, kemudian berpindah mulai jalan sunan kudus sampai ke arah desa jember. gak tau sekarang lokasinya dimana ya?? soalnya aku dah 11 tahun di medan, gak pernah plg ke kudus lagi yang bisa bertepatan sebelum puasa. bisa tahu informasinya sekarang? apa masih di jalan sunan kudus, atau sekitar menara saja ataukah sudah sampai kejalan-jalan kecil seperti dulutempat orang berjualan??? saya paling ingat adalah mainan kapal-kapalan yang dibakar pake sumbu kecil dari minyak kelapa. namanya kapal othok-othok,karena bunyinya seperti itu. setelah pulang terus kumainkan di atas ember sampe malam dan diteruskan paginya karena puasa pertama kami libur sekolah.

  8. Ping-balik: Keragaman Budaya Daerah (Kabupaten Kudus) | dindyprajaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s