Hingga kini masih teringat

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Entah apa nama artikel ini, cermin atau kaca yang pasti saya ingin sekali menuangnya dalam sebuah cerita agar nantinya bisa terbaca oleh penghuni RW016 Kelurahan Srengseng Sawah dimana saya pernah berbakti kepada negeri dalam memeriahkan Dirgahayu RI.

Kepanitiaan acara untuk menyambut Dirgahayu RI di lingkungan RW016 mulai tahun 2005 dilakukan secara bergilir, artinya setiap bulan Agustus kepanitiaannya dipimpin oleh ketua RT  secara bergantian. Seperti halnya tahun 2005 panitia 17-an dipimpin oleh ketua RT 01 dan panitia didalamnya adalah warga RT 01.  Demikian dengan tahun 2006 yang dipimpin oleh RT 02 serta tahun 2007 oleh RT 03 dan seterusnya.

Dari acara olahraga sampai kepada acara hiburan dikemas oleh panitia RT dengan design yang berbeda-beda. Pada tahun 2008 panitia jatuh pada RT saya, ada yang lain dari biasanya pada tahun 2008, saya yang nota bene diberikan kepercayaan oleh ketua RT untuk mengemas acara peringatan Dirgahayu yang ke 63 tidak asal-asalan, yah walaupun hanya sebagai ritual tahunan, namun tidak bagi saya.

Acara peringatan 17_an bagi saya merupakan acara sakral yang harus dikemas dengan baik agar nantinya menjadi acara yang cukup dikenang oleh anak-anak, remaja, kaum ibu dan bapak di RW 016. Persiapan saya mulai dari bulan Pebruari 2008 dengan berbekal pengalaman berorganisasi, saya tidak hanya melibatkan warga RT04 melainkan saya ajak seluruh rekan-rekan seusia saya untuk turut memberikan motivasi agar kemasan acara jauh lebih baik. Tidak hanya itu saya juga melibatkan putra/putri mereka dalam memeriahkan acara 17-an itu, para remaja saya arahkan untuk bisa memberikan penampilan yang terbaik di tahun itu berupa mengundang artis favoritnya.

Menjelang bulan Juli 2008 segala sesuatunya telah selesai, pertandingan olahraga yang semula hanya biasa, tahun 2008 menjadi luar biasa, dimana seluruh sisi lapangan Voly, Lapangan Bulu Tangkis arena lapangan tenis meja, area lapangan bola berjajar bendera dari sponsor dan masing masing panitia mempergunakan kaos kepanitiaan sementara wasit juga menggunakan seragam wasit.

Tidak hanya itu pada saat selesainya acara para wasit dan juri menandatangani kontrak pembayaran, sementara panitia yang bertugas dipantau dengan presensi yang natinya akan diperhitungkan uang lelahnya. Saya pergunakan hal ini sebagai pemberi semangat kepada para wasit dan para petugas yang bekerja pada satu pertandingan. Dari seluruh jadwal pertandingan ada 20 pertadingan disetiap cabang dan ada 6 cabang olahraga yang dipertandingkan sehingga total catatan ada 120 presensi dan tanda tangan wasit.

Pada hari H saya kemas detik detik peringatan HUT RI ke 63 laksana upacara di instansi pemerintah, saya jadikan pak RW sebagai pimpinan upacara laksana pejabat pemerintah. Para remaja dari masing masing RT yang mau ikut upacara diberikan seragam, sehingga upacara tahun itu benar benar seperti upacara di istana. Masing masing warga yang ikut dalam upacara juga diberikan souvenir dan harus menggunakan pakaian batik.

Hari itu pak RW yang sudah menjabat 2 periode benar benar menangis, terharu dengan acara yang saya kemas dan para tokoh masyarakat memberikan kesan yang cukup hebat kepada panitia tahun 2008, bahkan ada satu kenangan yang hingga kini masih teringat sebuah kecupan dari orang nomor satu RW016 kepada saya, dan sebuah cindera mata dari salah seorang tokoh masyarakat kepada saya. Semoga ini memberi kepuasan bagi semua warga.

Pada malam puncak peringatan panitia bisa memberikan panggung yang refresentativ lengkap dengan peralatan musik reagge. dan dapat mendatangkan 3 musisi reagge primitif, matahari dan fastara. Ini baru pertama kali diadakan di RW016 dengan jerih payah bersama tanpa membedakan karya RT lain panitia hingga kini menjadi perbincangan pejabat RT.

Oh ya dari mana dan berapa dana yang saya dapatkan, untuk pengabdian kepada negeri ini, saya mendapatkan dana 48.149.200 yang bersumber dari para donatur, para sponsor dan dari usaha anak anak menjual produk sponsor.

Demikian cerita ini dipublish sebagai pengingat untuk saya dan keluarga saya dan semoga bisa dipetik oleh RT lain dalam memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia. Cerita ini juga saya ikutkan pada Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio mbak Nia/Mama Ina, mbak Lidya Fitrian, dan pakde Abdul Cholik.

Sponsored By :

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun hanya untuk mengisi story

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

|Tradisi bermain bola api|Tradisi Perang Api|Ramadan atau Romadhon|Budaya tertib dalam bersepeda|Tradisi ngabuburit|Postingan Perdana Romadhan

Iklan

26 pemikiran pada “Hingga kini masih teringat

  1. Selamat memeriahkan kontesnya Pakde dkk, Bang. Untuk tahun ini sepertinya perayaan HUT Kemerdekaan di tempat saya gak terlalu meriah. Maklum berbarengan dengan puasa.

  2. kalo kegiatan tujuhbelasan ada uang lelahnya, pasti semua sumringah yaa baik panitia maupun peserta yang dapet hadiahnya.. dikelola profesional gitu. salut

  3. Wow! Dapat dana sebesar itu? Luar biasa! Mas Isro memang mantaaaaaaaaabs! Semoga berhasil ya dengan pagelaran Agustusan tahun ini. O iya, award Mas Isro telah sampai pula ke rumah sosok itu. Terima kasih atas pengikat persahabatan ini. Salam terhangat dari Bandung … ^_^

  4. Ping-balik: Tradisi Obrog « Batavusqu

  5. mikhael

    acaranya pasti sangat berkesan, ya, mas…

    salam kenal, dan selamat bertanding di kontes CBBP… semoga sukses… 😀

  6. Ping-balik: Tradisi Ngangklang « Batavusqu

  7. Masyaallah pak..dananya besar sekali..pasti panitianya pinter cari dana neih..alhamdulilah..:)
    jadi kangen dengan tradisi agustusan..saya kemarin cuman melihat gerak jalan aja disini sebelum puasa…:)
    semoga berjaya dikontes trio nia/lidya/abdul cholik

  8. Ping-balik: Tradisi Suluak « Batavusqu

  9. Ping-balik: Tradisi Tumbilotohe « Batavusqu

  10. Ping-balik: Tradisi Sholat Tarawih « Batavusqu

  11. Ping-balik: Tradisi menikmati Bubur Samin « Batavusqu

  12. Ping-balik: Ikut merayakan LMGS G2 « Batavusqu

  13. Ping-balik: Tradisi malam Qunut « Batavusqu

  14. Ping-balik: Tradisi menunggu malam Lailatul Qodar « Batavusqu

  15. Ping-balik: Tradisi Grebeg gunungan « Batavusqu

  16. Ping-balik: Tradisi Buka Puasa Bersama « Batavusqu

  17. Ping-balik: Tradisi Pesta Kolak « Batavusqu

  18. Ping-balik: Tradisi Luk Culuk « Batavusqu

  19. Ping-balik: Tradisi antri daging « Batavusqu

  20. Ping-balik: NINE FROM THE GENTLEMEN 2011 (#1) « The Ordinary Trainer writes …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s