Tradisi Obrog

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Ramadhan dimanapun intinya sama: melaksanakan ibadah puasa sesuai perintah agama. Tapi dalam tatanan sosial, ritual tahunan ini jadi mewah karena disaput dengan berbagai nuansa aksesoris lokal. Budaya, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah komunitas sosial, mau tidak mau ikut mewarnai ritual sebulan penuh tersebut. Belum lagi kalau bicara soal keragaman khas merayakan Lebaran. Nah lewat sepenggal bait karya mantan penyiar saya coba angkat sebuah Tradisi di tanah Cirebon dengan nama Obrog.

Musik sahur OBROG

Setiap saat makan sahur saya dibangunkan bukan oleh suara kentongan dan teriakan “sahuur..sahuur!”, melainkan oleh suara nyanyian tarling khas Cirebon. Hebatnya, lagu-lagu tersebut dimainkan dengan alat musik lengkap (gitar & bass elektrik, tom-tom, tamborin) plus sound system yang didorong di atas roda. Bahkan kalau lagi mujur, ada penyanyi wanitanya juga.

Orang Cirebon menyebut kelompok musik musiman ini: OBROG. Biasanya mereka mulai beraksi sekitar jam 2 pagi, dan berkeliling sesuai daerah operasinya untuk membangunkan orang-orang yang akan bersantap sahur. Tak ada keharusan untuk membayar, kecualiย  kalau kita ingin ‘nanggap’ untuk ngabuburit.

Para musisi OBROG ini bukan berarti gratis lho. Soalnya, tepat di hari raya Lebaran, mereka akan berkeliling ke rumah-rumah di daerah operasi mereka untuk menagih upah lelah mereka selama bulan puasa. Tarifnya memang tidak ditentukan, yang penting memberi sebagai tanda ‘terimakasih’. Dan rasanya tidak pernah ada yang mengeluh, baik yang memberi maupun yang diberi. Seolah-olah sudah ada semacam kesepakatan tidak tertulis di kalangan masyarakat Cirebon untuk tetap memelihara budaya OBROG ini. Ya itulah budaya tidak pernah tertulis namun mengalir apa adanya.

Lebaran tahun itu saya memang tak bisa mudik, karena liputan berlangsung sampai arus balik, kira-kira 2 minggu sesudah hari raya. Itu kali pertama saya berlebaran di ‘negeri orang’ karena biasanya kerja di manapun selalu menyempatkan diri pulang kampung pada saat Hari Raya. Sedih juga sih, tidak bisa kumpul dengan keluarga. Untunglah, sebulan penuh saya dihibur OBROG. Jadi saya pikir, pasti masih lebih sedih orang yang ditinggal pacar, seperti yang kerap dilantunkan penyanyi OBROG, “Mengkenen rasane..ditinggal rabiee..”

Sumber: bukamulut.blogspot.com sedangkan gambar dari google

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun hanya untuk melengkapi

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

|CBBP|Tradisi bermain bola api|Tradisi Perang Api|Ramadan atau Romadhon|Budaya tertib dalam bersepeda|Tradisi ngabuburit|Postingan Perdana Romadhan

Iklan

19 pemikiran pada “Tradisi Obrog

  1. Ping-balik: Tradisi Ngangklang « Batavusqu

  2. Haha… ternyata nagih bayarannya di akhir Ramadhan ya ๐Ÿ˜€
    Gak papa, yang penting yang ngasih ikhlas ๐Ÿ™‚
    Kalo di tempat saya biasanya anak2 yang membangunkan sahur, Pak. Dengan menggunakan alat sederhana, seperti lempengan besi, jerigen, tangki petromaks dll ๐Ÿ™‚

  3. riez

    wahh kreatif tapi sayang pakai mbayar segala…gak apa2lah mbayar itung bls jasa…kalo ditempat ku cukup bedug,kentongan,ember pecah,sama simbal

  4. Ping-balik: Tradisi Suluak « Batavusqu

  5. Ping-balik: Tradisi Tumbilotohe « Batavusqu

  6. Ping-balik: Tradisi Sholat Tarawih « Batavusqu

  7. Ping-balik: Tradisi menikmati Bubur Samin « Batavusqu

  8. Ping-balik: Ikut merayakan LMGS G2 « Batavusqu

  9. Ping-balik: Tradisi malam Qunut « Batavusqu

  10. Ping-balik: Tradisi menunggu malam Lailatul Qodar « Batavusqu

  11. Ping-balik: Tradisi Grebeg gunungan « Batavusqu

  12. Ping-balik: Tradisi Buka Puasa Bersama « Batavusqu

  13. Ping-balik: Tradisi Pesta Kolak « Batavusqu

  14. Ping-balik: Tradisi Luk Culuk « Batavusqu

  15. Ping-balik: Tradisi antri daging « Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s