Tradisi antri daging

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Pernahkah sahabat melihat sekerumunan orang untuk antri membeli daging, nah hari ini saya baru mengalami hal yang pertama kali untuk  menemani istri dan sekaligus membantu warga untuk mengkordinir membeli daging di Kelurahan. hahay lazimnya orang yang antri membeli tiket atau membeli sembako di salah satu operasi pasar, yang kata orang kalau tidak sabar bisa menjadi keributan. Benar juga sih baru 1/2 jam mengantri sudah ada saja yang nyerobot katanya sih anaknya rewel weleh weleh. Antrian dimulai sejak pukul 07.00 padahal panitia bersama dewan kelurahan baru membuka acara pada pukul 08.00. ya saya sejak pagi bersama para warga ikut antri  untuk membeli daging dengan cara penukaran kupon. Kupon didapatkan dari ketua RT yang diberikan kepada warganya secara cuma-cuma untuk satu set kupon diberikan untuk  per Kepala Keluarga. Dalam satu set ada kupon merah, kupon putih dan kupon biru. Kupon Merah dapata ditukar dengan daging seharga 67.000, Kupon Putih untuk Iga dengan harga 60.000 sementara ati sapi dapat ditukar dengan kupon yang berwarna biru dengan uang 35.000

Hingga pukul 09.20 akhirnya saya mendapat giliran, dengan membawa 20 paket kupon milik tetangga dan kupon istri saya menukarkan kupon tersebut dan menyerahkan 3 buah karung kepada panitia dan juga menyerahkan uang sebesar 3,250,000. Alhasil saya bisa menyelesaikan tugas untuk mengantri dan membawa pulang 20 set daging dan ati.

Tahun ini antri daging lebih baik dari pada tahun sebelumnya, dimana para panitia memberlakukan antrian untuk semua orang, jadi siapapun beliau harus antri, tidak seperti tahun kemarin ada saja yang bikin ulah, untuk menyogok para linmas agar bisa mendapatkan daging tanpa antri. Mungkin tahun ini dewan kelurahannya lebih tegas dan ada pensiunan tentara yang terlibat dalam kepanitiaan.

Setelah sampai rumah saya distribusikan daging yang saya terima sesuai dengan titipan para tetangga, Alhamdulillah para warga merasa bahagia tahun ini karena pembelian daging cukup dibayar dirumah tanpa harus mengantri.

Itulah tradisi yang ada ditempat saya, tradisi antri daging, tradisi yang sudah mendarah daging kata orang tua dulu. Walau terik matahari mendulang keringat tak satupun warga yang akan menyia nyiakan tradisi ini. Dan semoga tetap terjaga dengan tertib.

Nah sahabat, mungkin sahabat pernah ikut antri uuntuk mendapatkan daging, kalau belum cobalah sekali kali berpanas-panas ria bersama warga yang lain untuk mengantri dan rasakan sensasinya yang sungguh sangat luar biasa. Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun semata hanya untuk diketahui.

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

|Tradisi Mudik|Tradisi Luk Culuk|Tradisi Pesta Kolak|Tradisi sahur bareng|Tradisi Buka bersama|Tradisi grebeg Gunungan|Tradisi Lailatul Qodar|Peringatan Dirgahayu RI|Tradisi Malam Qunut|Merayakan LMGS G2|Bubur Samin|Tradisi Tarawih|Tradisi Tumbilotohe|Tradisi Cari Jodoh|Tradisi Mengibung|Tradisi Suluak|Tradisi Ngangklang|Tradisi Obrog|CBBP|Tradisi bermain bola api|Tradisi Perang Api|Ramadan atau Romadhon|Budaya tertib dalam bersepeda|Tradisi ngabuburit|Postingan Perdana Romadhan

Iklan

10 pemikiran pada “Tradisi antri daging

  1. oalah ada toh kebiasaan seperti itu? Apa khusus sebelum Idul Fitri saja? Kupikir antri daging hanya waktu Idul Adha saja 😀
    Selamat menyambut hari Raya ya, salam saya untuk ibu juga

    EM

  2. ane sering liat tu kang… kayak di tipi..

    sampe ada yang jadi korban karna kehimpit..

    eh.. kang, link akang udah di pasang di sidebar..

    mohon di cek dan jika berkenan saya sangat berharap untuk di pasang balik…

    makasih sebelumnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s