Syarat khusus sholat Jum’at

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Pada postingan sebelumnya batavusqu menyaji hidangan umum untuk para kaum muslimin dalam melaksanakan sholat Jum’at, dan sajian ini merupakan sambungannya atau hidangan penutup, yaitu persyaratan secara khusus sholat Jum’at. Apa saja persyaratan khusus itu masri kita nikmati bersama.

Kesepuluh, kegiatan shalat Jum’at hendaklah dilaksanakan bersama (jamaah) pada waktu Dhuhur. Tidaklah benar shalat Jum’at dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan waktunya.

Kesebelas, kegiatan shalat Jum’at hendaklah dilaksanakan dalam perumahan (al-Daar), perkampungan (al-Qaryah), perkotaan kecamatan (al-Balad) dan perkotaan kabupaten (al-Mishri). Tidak benar shalat Jum’at dilaksanakan di padang pasir, “ara-ara” atau guru.

Keduabelas, pelaksanaan shalat jum’at hendaklah tidak kedahuluan dengan takbiratul ihram  Jum’at lain, atau bersamaan shalat Jum’at di dalam satu tempat tanpa adanya uzur. Tidaklah sah shalat Jum’at yang takbiratul ihram shalat Jum’atnya didahului takbiratul uhram shalat Jum’at yang lain. Adalah hukum ini berlaku kalau tidak terdapat uzur.

Ketigabelas, hendaklah shalat Jum’at dilaksanakan dengan berjamaah pada rakaat pertama (syarat0syarat shalat berjamaah, insya Allah akan dijelaskan dalam kitab ini). Tidak sah shlat Jum’at dilaksanakan sendiri-sendiri.

Keempatbelas, jamaah shalat Jum’at hendaklah dilaksanakan minimal oleh 40 orang yang bersifat: Islam, berakal, usia baligh, kaum lelaki, merdeka, dan muqim mustauthin. Muqim Mustauthin ialah penduduk yang tetap tinggal di perumahan tempat berdirinya shalat Jum’at, dan tidak berpindah ke tempat lain ketika musim hujan atau kemarau datang, kecuali karena kesukaran. Tidak benar shalat Jum’at bilangannya kurang dari 40 orang (misalnya) tercampur dengan anak-anak, orang yang hilang akalnya, orang wanita atau orang musafir.

Kelimabelas, mendahulukan pelaksanaan dua khutbah dan mengakhirkan pelaksanaan shalat Jum’at. Dan tidak sah mendahulukan shalat Jum’at sebelum khutbah dua selesai dibacakan oleh khatib.

Nah sahabat demikian hidangan penutup semoga bermanfaat

Salam Takzim Batavusqu

Iklan

29 pemikiran pada “Syarat khusus sholat Jum’at

  1. riez

    terimkasih sudah berbagi ilmu pak….

    tapi saya masih kurang paham bagian ini :

    Keduabelas, pelaksanaan shalat jum’at hendaklah tidak kedahuluan dengan takbiratul ihram Jum’at lain, atau bersamaan shalat Jum’at di dalam satu tempat tanpa adanya uzur. Tidaklah sah shalat Jum’at yang takbiratul ihram shalat Jum’atnya didahului takbiratul uhram shalat Jum’at yang lain. Adalah hukum ini berlaku kalau tidak terdapat uzur.

  2. Bang tanya sedikit ya, kalau mengenai Sholat Jum’at itu diutamakan dilaksanakan di Masjid yang dekat Rumah apa benar? (maksudnya selagi bisa dan sempat dilaksanakan di Masjid yang ada di lingkungan sendiri jangan di Masjid lain)

  3. Bang tanya sedikit ya. Mengenai pelaksanaan Sholat Jum’at apakah memang diutamakan untuk dilaksanakan di Masjid yang ada di lingkungan tempat tinggal? (maksudnya selagi bisa dan sempat dikerjakan di Masjid lingkungan tempat tinggal, maka jangan dikerjakan di Masjid lain.)

  4. saya sekarang tinggal sebelahan dengan masjid Pak, betul semua yang dipaparkan disini,
    soalnya saya suka nguping pelaksanaan shalat Jum’at 😀

  5. waktu sekolah dulu, kami sekelas bepergian ke tempat wisata. jauh di pedalaman sebuah desa. tentu saja jauh sekali dari masjid. nah waktu itu kami terpaksa melakukan sholat jumat sekitar pukul 13.50 waktu setempat, dengan jumlah jamaah 45 orang. apakah sholat jumat kami sah? kami tidak tepat waktu…

  6. Asaalaamu’alaikum wr.wb, Kang Zipoer..
    Didoakan sihat dan sukses selalu. Alhamdulillah, membaca tulisan Kang Zipoer tentang solat Jumaat dan syarat khususnya memberi ruang untuk kita memahami pelbagai aspek yang boleh lagi dibahaskan melalui pendapat dari 4 mazhab yang tentunya berbeda.

    Mudahan banyak manfaat yang diperolehi.
    Salam mesra.

  7. Betul apa yg di share nih pak, ilmu2 agama yg sifatnya primer, namun sering kita abaikan. Kita lebih sering berpikir dan berdiskusi hal2 duniawi yg kompleks, tetapi sering mengabaikan yg sederhana namun fundamental. Salam takzim…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s