Bahasa ulun

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Ketika melewati warung blogger saya tak sengaja melihat sayembara barcarita yang ditanda tangani oleh mbak Niar Ningrum dengan stempel khasnya www.niarningrum.com. Keinginan kuat untuk mengikutinya ko terasa sekali. Jadilah Postingan ini tersaji tanpa ragu dan malu, semoga bahasa daerah tetap dicintai oleh orang-orang daerah.

Carita ini saya kasih judul

Mau baranak lakas

Di gardu Sambang Lihum dudukan Salman wan Budi, bapandiran sambil batakun.

Budi: Man, kaya apa supaya lakas ba’anakan?
Salman: Aku kada bisa jua nah mamadahakan.

Kada lawas datang si John, lalu Salman manyuruh Budi batakun wan John.

Salman: Tu nah batakun wan nang tahu Bud, sidin harat baulah anak!
Budi: Ouy John! Kaya apa supaya lakas baanak?
John: Handak lakas lah?
Budi: He’eh..
John: Kawini orang nang batianan 9 bulan lakas baanak!

(Kada tahu-tahu muha si John sambil bajauh).

Artinya

Mau cepat punya anak

Suatu hari di pos ronda sambil duduk-duduk  Salman dan Budi sambil mengobrol

Budi: Man, bagaimana cara agar cepat punya anak
Salman: Saya juga tidak tahu caranya

Tak lama datang si John, kemudian Salaman menyuruh Budi bicara sama si John

Salman: Nah tuh bicaralah sama yang paham Bud, dia mau cepat punya anak
Budi: Woi John! Bagaimana caranya supaya cepat punya anak?
John: Ingin cepatkah?
Budi: iya..
John: Nikahin saja wanita yang sedang hamil 9 bulan, pasti cepat punya anak

(ntah kenapa tiba-tiba si John kabooooorr)

Hanya sekedar mengisi bahasa daerah Banjarmasin yang kebetulan saya berdarah sana. Setuju dengan pemangku hajat marilah cintai bahasa daerahmu karena disana ada bahasa leluhurmu

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci melainkan untuk ikut berpartisipasi dalam acara mbak Niar Ningrum yang sedang menyelenggarakan GA dengan judul “Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway”

banner-giveaway-aku-cinta-bahasa-daerah-ala-niar-ningrum
Salam Takzim Batavusqu

22 pemikiran pada “Bahasa ulun

  1. Beberapa bulan yang lalu, saya memberi pelatihan di Banjarmasin, Kang.
    Seorang peserta melontarkan pertanyaan dan menggunakan kata ganti “saya” dengan “ulun”. Saya pikir, ulun itu namanya. Maka ketika menjawab, saya bilang begini; “Terima kasih, Mbak Ulun atas pertanyaannya”. Sontak semua peserta tertawa ngakak.. Setelah dijelaskan, barulah saya mengerti kalau “ulun” itu sama dengan “saya”, hahaha..😀

    Suka dengan kontes ini nih, bahwa kita memang harus mencintai bahasa daerah kita dan melestarikannya..

    Sukses ya Kang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s