Tradisi salapanan

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Sebuah tradisi yang hingga kini masih dilaksanakan oleh masyarakat di Indonesia sebagai ungkapan syukur karena telah dikaruniakan oleh Allah SWT. Ya salapanan adalah sebuah kegiatan ritual yang dipersembahkan dari hamba kepada sang khalik.
Seperti apa sih tradisi salapanan ini digelar yuk kita ikuti kelanjutannya
Sebut saja mas budi beliau baru saja dikaruniakan anak yang pertama ya seorang putri menurut ajaran islam apabila seseorang dikaruniakan seorang anak maka orang tersebut dianjurkan melakukan hakekah. Apabila anaknya yang lahir perempuan dianjurkan menyembelih satu ekor kambing sedangkan apabila anaknya laki-laki dianjurkan menyembelih dua ekor kambing yang sudah layak potong.

Mas budi ke pasar membeli seekor kambing dengan harga 1 juta kemudian kambing itu dipotong tepat 40 hari kelahiran sang anak, kemudian para tetangga terdekat membantu mas budi untuk mengolah kambing itu menjadi masakan yang umum seperti semurn atau tongseng atau yang lainnya sesuai selera, selain olahan kambing juga disertai berbagai masakan lain. Kemudian sore harinya mas budi menyambangi tetangga untuk hadir ke rumahnya ba’da isya. Tak lupa diundang juga ustadz untuk membacakan do’a agar yang dimohonkan bisa terkabul.

Setelah Isya berdaanganlah para tetangga dan jamaah masjid serta ustadz hadir memenuhi undangan mas budi. Kemudian pembawa acara memulai acara dengan menyampaikan maksud tujuan mas budi yaitu memohon do’a sebagai ungkapan rasa syukur karena sudah dikaruniakan seorang anak. Kemudian ustadz memimpin pembacaan solawat/ barjanji atau pembacaan maulud diba atau pembacaan rawi.

Setelah mendekati usai pak ustadz memberi kode kepada mas budi untuk membawa bayinya ke depan ustadz dan kemudian ustadz memotong sedikit rambut sang bayi dan kemudian mas budi juga mengelilingi jamaah yang hadir untuk memberikan kesempatan yang hadir untuk memotong rambut sang bayi atau hanya sekedar mendoakan dengan mencium kening sang bayi semua dilakukan dalam keadaan berdiri karena pada posisi itu kita menyuarakan sholawat nabi.

Setelah acara usai para jamaah dan yang hadir membawa bungkusan hasil olahan kambing yang dibeli mas budi.

Duh senangnya dapat pahala rawi dan bawa pulang tongseng sambil berjingkat jingkat eh tulisan ini sudah bisa dinikmati

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun semata hanya untuk melengkapi

Salam takzim batavusqu

5 pemikiran pada “Tradisi salapanan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Kang Zipoer7…

    Apa khabar ? Didoakan sihat dan tetap sukses dalam kehidupannya.
    Senang kembali bersilaturahmi tetapi tidak ada posting baru yang dilampirkan. Sibuk barangkali ya sehingga BW sudah jarang sekali dilakukan. Mudahan ada khabar lagi dari Kang Zipoer di blog ini. Ditunggu tulisan barunya, Kang.

    Begitu maksunya tradisi salapanan itu, Senang mengetahuinya. Majlis menyambut akikah itu adalah sunnah tetapi acaranya tentu sekali berbeda antara tempat. kalau di tempat saya, tidak perlu dipanggil Ustaz untuk mendoakan tetapi orang tua yang alim dalam keluarga juga bisa.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s