Pesta di empat dapur

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Masih dengan hp jadul yang diperuntukkan untuk menulis, kali ini saya ingin mengetengahkan suatu tradisi yang tetap bertahan di zaman yang sudah serba modern. Ya tradisi pesta di empat dapur atau 6 dapur bahkan bisa lebih. Nah bagaimana tradisi ini dikemas mari kita amati bersama.

Entah kapan tradisi ini bermula, yang jelas jauh sebelum kelahiran saya 1968 silam tradisi ini sudah berlangsung. Pada setiap kriyaan di kampung saya tradisi pesta empat dapur dan atau enam dapur ini selalu dilakukan ya para pemilik dapur yang berada disekeliling tempat pemangku hajat ikut memeriahkan acara hajat salah seorang seorang warga setempat.

Keberadaan posisi dapur yang selalu berhadapan posisinya menjadikan acara ini tidak lagi kesulitan karena antara dapur ibu saya berada tidak jauh dengan dapur tetangga ibu kenapa demikian ya karena kami memang tinggal di asrama yang notabene dapurnya seakan menyatu satu sama lain. Keunikan lain pada asrama kami yaitu satu sumur buat 2 barak (dahulu)

Posisi satu sumur untuk 2 barak kini tidak lagi ada karena kekhawatiran orang tua kami akan bahaya kecemplung sumur berukuran radius 3 meter. Kini sumur” itu telah ditutup karena kerap kali sumur tersebut menjadi tempat bangkai bangkai hewan peliharaan.

Konon dari tempat sumur inilah kami sering bermandi bersama dengan ayah ayah dan ibu ibu kami dan dari sumur itu pula kami saling bisa mengenal secara dekat siapa tetangga kami. Lewat pintu depan kami mengenal tetangga depan lewat pintu belakang kami mengenal tetangga belakang.

lho ko jadi ngawur tulisannya, ya pada setiap kriyaan di tempat kami dapur kami yang berdekatan saling membantu memasak ini dan memasak itu, sehingga di setiap pesta 4 dapur dan atau 6 dapur saling berasap tanpa henti, lewat dapur dapur inilah sajian masakan untuk tetamu diracik dan disaji. Walaupun usia orang tua kami sudah diatas kepala 6 dan 7 tardisi pesta 4 dapur ini tetap masih dinikmati. Singgahlah hari ini ke kampung saya karena pada hari ini hingga nanti malam 4 dapur masih ngebul malayani sajian masakan sang pemangku Hajat bapak Suparno dan ibu Jumarni sedang menikahkan anaknya yang pertama

Selamat buat ananda Novi Indriyani dan Setiawan atas pernikahannya semoga menjadi keluarga SAMARA

Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun semata hanya untuk dimengerti.

a>——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

10 pemikiran pada “Pesta di empat dapur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s