Tradisi khitanan masyarakat Aceh2

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Masih dengan postingan tradisi khitanan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh Selatan, setelah acara mandi pucuak si Linto akan diserahkan ke Mudin. Mudin adalah sebutan orang yang tukang sunat, kalau di betawi dikenal dengan nama Bengkong. Nah bagaimana proses penyerahan anak yang akan disunat ke Mudin mari kita ikuti kembali tradisi ini. Continue reading “Tradisi khitanan masyarakat Aceh2″

Tradisi Khitanan masyarakat Aceh1

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi

Dari serangkaian tradisi khitan di Indonesia masyarakat Aceh bagian selatan mempuyai tradisi khitanyang sangat panjang, sehingga batavusqu membagi postingan ini menjadi 2 bagian. Hal ini dilakukan agar sahabat dan  pembaca batavusqu tidak jenuh membacanya. Oh ya postingan ini saya cuplik utuh dari blognya bang Dmilano,com. Bagaimana prosesinya mari kita simak bersama. Continue reading “Tradisi Khitanan masyarakat Aceh1″

Upacara adat 7 bulanan di Aceh

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudaya

Pada postingan sebelumnya 4 daerah yang ada di pulau Kalimantan dan Sulawesi ada tradisi unik dan menarik tentang upacara adat bagi calon ibu yang sedang berbahagia dalam kehamilan bayi pertamanya, yaitu upacara 7 bulanan, walau masing masing daerah memiliki perbedaan dalam menyambut bayi namun memiliki persamaan makna yaitu agar bayi lahir dalam keadaan selamat. Di Propinsi Aceh upacara menyambut persalinan lebih dikenal dengan nama Peusijuek, nah bagaimana prosesinya mari kita simak bersama. Continue reading “Upacara adat 7 bulanan di Aceh”

Rencong Milik Aceh

Rabu, 20 Januari 2010

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca Batavusqu yang berbudaya

Satu lagi senjata tradisional milik negeri Indonesia disaji sebagai pelengkap koleksi budaya. Rencong atau Rincong atau Rintjoeng adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh dan merupakan simbol keberanian, keperkasaan, pertahanan diri dan kepahlawanan aceh dari abad ke abad.

Menurut salah satu sumber Rencong telah dikenal pada awal islam kesultanan di abad ke-13. Di zaman kerajaan Aceh Darussalam rencong ini tidak pernah lepas dari hampir setiap pinggang  (selalu diselipkan dipinggang depan) rakyat Aceh, yang rata-rata punya keberanian luar biasa baik pria maupun wanita karena rencong ini bagi orang Aceh ibarat tentara dengan bedilnya yang merupakan simbol keberanian, kebesaran, ketinggian martabat dan keperkasaan orang Aceh sehingga orang-orang Portugis atau Portugal harus berpikir panjang untuk mendekati orang Aceh. Continue reading “Rencong Milik Aceh”

Tradisi Bayi Turun Tanah 2

Senin, 4 Januari 2010

Salam Takzim

Pemirsa dan sahabat batavusqu yang berbudi

Satu lagi tradisi bayi turun tanah penulis saji, namun kali ini dikirim dari sahabat dari tanah rencong Aceh, semoga memberikan wahana dan pesona lain dari tradisi bayi turun tanah. Sepertia biasa tersaji bukan untuk dipuji namun untuk referensi budaya. Continue reading “Tradisi Bayi Turun Tanah 2″

Pernikahan Adat Masyarakat Gayo Aceh

Minggu, 4 Oktober 2009

Sahabat Batavusqu yang berbudaya..

Sesuai dengan penulisan sebelumnya pada hari ini penulis akan menyajikan postingan tentang pernikahan suku adat Gayo yang berada di Provinsi Aceh. Suku Gayo bukan bagian dari wilayah kekuasaan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh. suku Gayo adalah suku minoritas yang berbeda kebudayaannya dengan budaya suku Aceh.
uranggayo-berkerawangSuku Gayo memiliki kerajaan yang berdiri sendiri dan dinamakan Kerajaan Linge. Dimana Kerajaan Linge ini dibangun pada tahun 416 H / 1025 M di Buntul Linge dengan raja pertamanya, Adi Genali atau yang dinamakan juga dengan Kik Betul, yang mempunyai empat orang putra yaitu Sibayak Linge, Empu Beru, Merah Johan, Merah Linge. Dimana Raja Linge I mewariskan sebilah pedang dan cincin permata kepada keturunannya. Dimana cincin permata itu berasal dari Sultan Peureulak Makhdum Berdaulat Mahmud Syah (tahun 1012 M -1038 M). Ketika Adi Genali membangun Kerajaan Linge bersama seorang perdana menteri Syeikh Sirajuddin yang bergelar Cik Serule. Continue reading “Pernikahan Adat Masyarakat Gayo Aceh”

Upacara Adat Nanggaroe Aceh Darussalam

Rabu, 9 September 2009

Di ujung pulau Andalas ada sebuah provinsi yang mayoritas beragama Islam, karena disana dikenal dengan serambi Mekah, muda-mudi Aceh mari kita telusuri adat istiadat negeri ini agar tetap terjaga dari gerakan-gerakan pencuri peradaban

acehPropinsi Nanggroe Aceh Darussalam memiliki luas wilayah hampir 55.390 km persegi. Komposisi pemanfaatan lahan terdiri dari kawasan pemukiman, perkotaan, industri, pertanian, hutan alang-alang, hutan industri, hutan lindung dan hutan konversi. Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan alamnya yang subur merupakan kawasan yang sangat cocok untuk pengembangan sektor pertanian. Tidak mengherankan jika kawasan tengah dan selatan propinsi ini telah ditetapkan sebagai Zona Pertanian. Continue reading “Upacara Adat Nanggaroe Aceh Darussalam”