Beranda > Keislaman, Peristiwa, Puisi > Yang tersirat untuk osama bin laden

Yang tersirat untuk osama bin laden

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca batavusqu yang berbudi.

Wafatnya osama bin laden telah mengguncang penjuru dunia, khususnya para suni di belahan bumi yang ada. Karena beliau merupakan sosok pemberani tanpa melihat dari sisi kaca mata islam. Lewat guratan yang hanya mampu qu simak perkenankan aqu menyampaikan sungkawa yang sedalam dalamnya atas wafatnya Osama bin Laden.

Osama

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.

Osama,
Kamulah yang mengajar
Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara
Maka mereka berteriak.

Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,
Di ladang jiwa orang-orang penakut
Maka mereka melawan.

Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,
Di renung kalbu orang-orang tertindas
Maka mereka berjuang.

Kamulah yang mengobarkan harapan di langit
Hati orang-orang terjaga
Maka mereka memberontak.

Osama…
Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya,
Supaya mereka terdiam
Maka mereka hanya bisa mengamuk.

Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
Dari jidat bangsa-bangsa arogan
Maka mereka terbungkam.

Kamulah yang merampas rasa aman
Dari jiwa bangsa-bangsa tirani
Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.

Kamulah yang merenggut selera hidup
Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
Maka mereka tak lagi menikmati hidup.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…
Mari kita nyanyikan lagu kemenangan
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang telah menemukan kehidupannya.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…
Mari kita senandungkan lagu keabadian
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang merindukan taman surga.

by.Ust Annis Matta

Diangkat dan dipublish atas karena keharuan yang sangat dalam diri batavusqu, semoga beliau ditempatkan di sisiNya Amin. Seperti biasa disaji bukan untuk dipuji apalagi dihina namun hanya untuk menyalurkan duka

——————————————————————————————————————————————————

Salam Takzim Batavusqu

Osama bin Laden1|Award award itu begitu menggoda|Award itu begitu mengembun|Kopdar dengan kang Sedjatee|Hari Pendidikan Nasional|Renungan di hari Buruh|

Categories: Keislaman, Peristiwa, Puisi Tag:,
  1. 6 Mei 2011 pada 05:29 | #1

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Osama tetap menjadi sebuah sosok yang fenomenal, Kang.

    • 6 Mei 2011 pada 16:47 | #2

      Iya kang, saya ikut bersungkawa kang, tidak lebih ko, karena saya salut dengan gerakan beliau hehehe, Terima kasih kang salut dengan pertamak nya

  2. 6 Mei 2011 pada 05:56 | #3

    Semoga yang benar tetap benar ya mas… :) *hihiihihi… kirain si mas yang bikin puisinya…

  3. 6 Mei 2011 pada 07:23 | #5

    Saleum,
    Sebagai muslimin, saya juga ikut berbelasungkawa,
    Tiada yang abadi kecuali Allah…
    Semoga beliau diterima disisi Allah walaupun didunia manusia masih banyak menuduhnya macam- macam,
    Saleum

    • 6 Mei 2011 pada 16:49 | #6

      Amin, makasih bang biarlah mereka menuduh yang tahukan beliau dan Allah SWT

  4. 6 Mei 2011 pada 07:29 | #7

    OOT : ternyata Omar Bin Laden mirip banget dengan (alm) ayahnya!
    kemaren baca di kompasdotcom

  5. 6 Mei 2011 pada 08:04 | #9

    yeah, kita tidak pernah tau sebuah kebenaran sebelum kebenaran itu terungkap satu hari nantinya. Menuduh seseorang begini dan begitu, di Indonesia juga sudah pernah terjadi dulu ketika jaman PKI, siapa yang ga suka sama siapa tinggal tuding dia PKI, beres! Pasti orang itu diciduk. Sekarang pun begitu, klo ga suka sama negara/individu, tinggal tuding aja dia teroris, maka duniapun membencinya.

    Dan kita? Mari menjaga hati, kita bukan siapa-siapa untuk memvonis si O atau O begini dan begitu :)

    tetap semangat!

    • 6 Mei 2011 pada 16:51 | #10

      iya mbak Jagalah hati agar tetap tidak memvonis yang bukan bukan, makasih mbak atas warna dan kunjungannya

  6. 6 Mei 2011 pada 09:37 | #11

    susah memang mencari siapa yang benar dan siapa yang salah….. kembali ke nurani dan mari awali dari memperbaiki diri kita agar baik pula seisi dunia.
    salam

  7. 6 Mei 2011 pada 09:51 | #13

    Hmm..
    Banyak laporan gak singkron tentang kematian Osama..
    Namun perlahan2 fakta akan terungkap jua..

    • 6 Mei 2011 pada 17:00 | #14

      Insya Allah kebenaran akan memenangkan kebathilan ka, makasih ya sudah memberi warnan

  8. 6 Mei 2011 pada 10:00 | #15

    Yah, sebagai sodara semuslim
    ..kita turut berbelang sungkawa kalau memang Osama udah meninggal.
    semoga ada kebaikan setelah. amin

    • 6 Mei 2011 pada 17:01 | #16

      Betul mbak Melly, amin tanks do’anya dengan do’a yang sama saya munajatkan mbak
      Makasih sudah hadir dengan warna yang mempesona

  9. 6 Mei 2011 pada 10:04 | #17

    aslm.
    mas Zipoer. ebook-nya sudah saya download.
    saya angkat jempol kiri kanan, karya yang bagus.
    saya mohon maaf ternyata mas Zipoer belum saya pasang di link inspirasi. sekarang sudah terpasang. silahkan berkunjung!

    • 6 Mei 2011 pada 17:02 | #18

      Waalaikum salam
      Saya sudah berkunjung kang, terima kasih sudah dilink, semoga kita bisa mudah berkunjung kang

  10. 6 Mei 2011 pada 11:48 | #19

    Salam takzim…kita semua punya sudut pandang dalam menyikapi kabar ini…
    http://harestya.wordpress.com/2011/05/04/siapa-pahlawan-siapa-pecundang/
    Puisinya bagus Pakde..

    Salam,
    Keluarga Harestya

    • 6 Mei 2011 pada 17:03 | #20

      hehehe saya hanya posting saja puisi digurat oleh pak Ustadz ko
      Makasih sudah hadir dengan warna yang mempesona

  11. 6 Mei 2011 pada 12:37 | #21

    saya kurang mengerti mengenai ini pak

    • 6 Mei 2011 pada 17:04 | #22

      sibuk banget sih mbak Lidya, nanti juga tau kok hehehe
      Makasih sudah hadir dengan warna yang mempesona

  12. 6 Mei 2011 pada 12:56 | #23

    Sama kyk Prima, aku pikir kang Isro yg nulis puisinya hihihi.. Tapi saya baca beberapa berita katanya Om Osama belum tentu wafat Kang. Bagaimana menurut Kang Isro?

  13. 6 Mei 2011 pada 13:36 | #25

    andai benar Osama tlah tiada, semoga cita-citanya tak ikut hilang “menghancurkan tirani”.
    semoga segala amal kebaikannya diterima, dan orang2 dzalim segera mendapatkan balasan setimpal.

  14. 6 Mei 2011 pada 14:35 | #27

    Saya juga kurang mengerti…
    Siapa yang pembunuh dan siapa yang dibunuh…
    Kematiannyapun masih simpang siur.

    • 6 Mei 2011 pada 17:08 | #28

      ah bapak yang satu ini suka merendah xixixi, kematiannya valid pak

  15. 7 Mei 2011 pada 19:34 | #29

    sumber surat itu di mana?

  1. 6 Mei 2011 pada 14:00 | #1
  2. 14 Mei 2011 pada 08:04 | #2
  3. 15 Mei 2011 pada 06:54 | #3
  4. 15 Mei 2011 pada 07:00 | #4
  5. 15 Mei 2011 pada 07:08 | #5
  6. 15 Mei 2011 pada 07:29 | #6
  7. 15 Mei 2011 pada 10:54 | #7
  8. 16 Mei 2011 pada 09:13 | #8
  9. 17 Mei 2011 pada 00:08 | #9
  10. 17 Mei 2011 pada 03:49 | #10
  11. 18 Mei 2011 pada 05:31 | #11
  12. 19 Mei 2011 pada 00:14 | #12
  13. 20 Mei 2011 pada 00:17 | #13
  14. 20 Mei 2011 pada 02:59 | #14
  15. 21 Mei 2011 pada 06:09 | #15
  16. 22 Mei 2011 pada 09:01 | #16
  17. 23 Mei 2011 pada 00:51 | #17
  18. 24 Mei 2011 pada 00:53 | #18
  19. 25 Mei 2011 pada 15:45 | #19
  20. 26 Mei 2011 pada 18:10 | #20
  21. 27 Mei 2011 pada 22:52 | #21
  22. 28 Mei 2011 pada 08:24 | #22
  23. 29 Mei 2011 pada 00:38 | #23
  24. 30 Mei 2011 pada 00:16 | #24
  25. 31 Mei 2011 pada 20:13 | #25

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s